CB Blogger
NAMEPHOLOGY Updated at:

Entri yang Diunggulkan

Introspeksi, Evaluasi, pengembangandiri melalui Nama, angka ,budaya Agama dan logika

Namephology nama ilmu yang memiliki cara tersendiri dalam membaca atau menngidentifikasi baik itu karakter, kondisi dan hubungan sekaligus...

Kamis, 27 Mei 2021

Setiap Nama Memiliki bentuk, rupa dan fungsi masing masing

Nameohology id

            Setiap nama suatu barang sudah barang tentu ada wujud, bentuk, rupa yang dapat dilihat secara kasat mata dan tidak lupa ada fungsinya yang dapat dipergunakan sesuai dengan fungsi dan kebutuhannya. Demikian pula halnya MANUSIA  tentu ada wujud, bentuk, rupa dan tidak ketinggalan Karakter, sifat atau watak dasar sebagai cirikhas perilaku dan kepribadian individu. Mau mengetahui watak, sifat atau karakter individu manusia yang eksistensinya sebagai mahluk hidup yang berpikir, berkesinambungan, bersosialisasi, berinteraksi satu sama lainnya. Namephology adalah ilmu yang mengkhususkan diri membaca WATAK, SIFAT dan KARAKTER MANUSIA yang di ambil dari NAMA


                Allah swt, ( tuhan sekalian alam memiliki 99 sifat nama yang baik-baik dan maha segalanya... sekarang kita sebagai MANUSIA memiliki sifat, watak dan karakter seperti apa. Mau tahu jawabannya .
Apakah Anda ingin mengetahui KARAKTER,SIFAT, WATAK anda sendiri atau anak Anda, dan atau orang terdekat anda, atau saudara Anda Barang kali orang yang ada disekeliling Anda. HUBUNGI KAMI di NAMEPHOLOGYID.blogspot.co.id.
atau di WA KAMI +628562038888


Manusia dan Budaya ( Human and Culture )




Manusia dan Alam

 The role of culture in Namephology

'' M A B A l''

Manusia, Alam, Budaya, Agama dan Logika

Pengertian manusia

        Manusia menurut kamus besar bahasa indonesia,KBBI, adalah mahluk yang berakal budi, dengan akal dan budinya manusia mampu menguasai mahluk lain, Manusia akan menjalani proses kehidupan yakni dalam enam masa, yaitu: masa bayi, anak-anak, remaja, dewasa dan hingga lanjut usia atau lansia, pengertian lansia ialah manusia yang berumur lebih dari enam puluh tahun.

             Semua Manusia pada masa memasuki usia lansia akan mengalami kemunduran dan perubahan, baik secara biologis, fisiologis, psikologis maupun sosial, kemunduran psikologis pada lansia bisa yang depressi, cemas, sensitif yang disebabkan oleh karena merasa tidak lagi diakui peranannya dilingkungan keluarga merasa tidak lagidiperhatikan oleh anak-anak dan masyrakat sekitar, pada masa lansia kesehatan jiwa yang paling sering dirasakan dan dialami oleh setiap lansia, adalah tenaga yang mulai berkurang, mudah cape, pendengaran, penglihatan, pemikiran dan kepercayaan sudah mulai berkurang, penghasikan tidak ada, kebutuhan bertambah, sehingga banyak lansia menjadi deperesi.

        Manusia secara etomologi, adalah mahluk sosial yang tidak dapat hidup sendirian dan membutuhkan orang lain.

            Manusia secara Terminologi adalah mahluk sosial yang diciptakan allah swt, tuhan sekalian alam

         Peranan Namephology menyiapkan diri untuk dapat aktip sejak masa remaja, dewasa, tua hingga tiba masa lansia nanti, kita tetapdapat berkontribusi konsisten, aktip dan agresif.

Masa : 

          Bayi, Anak-anak, Remaja, Dewasa, Tua dan Lansia

Apa itu Masa Bayi :

         Apa itu Masa Anak-anak :

     Apa itu Masa Remaja :

         Apa itu Masa Dewasa :

Apa itu Masa Tua :

         Apa itu Masa Lansia :

Budaya dalam peranannya'''

    Budaya. Peranan budaya dapat membimbing kita sebagai manusia agar dapat menghadapi situasi suatu tantangan yang akan di hadapi dalam menjalankan kehidupan, peranan budaya dalam kehidupan masyarakat.menjadi jelas dan nyata dalam peranannya. Budaya dalam sendi kehidupan masyarakat akan selalu memberikan pedoman hidup atau cerminan hidup bagi masyarakat itu sendiri, Agama dapat membimbing Manusia dalam berbudaya, agar kebudayaan yang manusia ciptakan dapat tertata, terukur dan ter struktur agar tidak menimbulkan kecemasan dan kegelisan di manusia itu sendiri  dalam menciptakan suatu budaya dan  atau dalam berbudaya, oleh karenanya peranan Agama sangat mempengaruhi konsep berkikir Manusia dalam berbudaya.

     Budaya dan peranannya dalam kehidupan berbangsa dan masyarakat telah kita ketahui bahwa manusia adalah makhluk yang berbudaya dan budaya itu ada karena hasil dari ciptaan manusia itu sendiri, Kebudayaan merupakan hal yang selalu ada pada setiap manusia, kerena melalui kabudayaan itulah mareka dapat hidup dan membentuk suatu kelompok masyarakat. Manusia adalah masyrakat, begitu pula sebaliknya masyarakat adalah manusia yaitu, Manusia adalah mahluk yang berpikir dan berkesinambungan,, untuk dapat berpikir dan berkesinambungan peranan Al Khalik tidak boleh di lupakan,, dalam hal ini ialah Agama.

        Kebudayaan dan masyarakat tidak bisa dipisahkan, karena setiap masyarakat selalu diikuti oleh kebudayaan dan memerlukan kebudayaan. Kebudayaan mencakup segala sesuatu yang diciptakan manusia,seperti bahasa, adat istiadat itung menghitung dan lain sebagainya. 
.
        Dalam hidup bermasyarakat satu sama lain selalu saling membutuhkan. Manusia sebagai anggota masyarakat mempunyai berbagai aktivitas dan berinteraksi satu dengan yang lain serta masing-masing memenuhi kabutuhan hidupnya. Dalam masyarakat manusia juga selalu memperoleh kecakapan, pengaturan-pengaturan baru. Manusia adalah sumber kebudayaan dan masyarakat adalah suatu kumpulan manusia yang mempunyai norma atau aturan-aturan dalam menjalankan kehidupan dan kepentingan bersama, kebudayaan tidak mungkin timbul tanpa adanya masyarakat dan eksistensi masyarakat itu hanya dapat dimungkinkan oleh adanya kebudayaan.. by Namephology

Kita akan sulit berbicara tentang masyarakat atau kebudayaan tanpa menghubungkan kedua istilah itu. Dengan kata lain, suatu kebudayaan tidak akan lahir tanpa adanya masyarakat, demikian pula sebaliknya. Manusia membutuhkan dan menciptakan suatu aturan, untuk dapat menciptakan aturan yang selaras dan sejalan dengan ritme alam, peranan Agama sangatlah penting sebagai tiang dan pondasi hidup manusia, karena adalah mahluk sepitual, ( Man on Religi ) by Namephology
.
Manusia. Merumuskan kebudayaan sebagai kompleks yang mengatur pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat-istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Dengan kata lain kebudayaan dapat dipandang sebagai semua cara hidup (way of life) yang dipelajari dan diharapkan, yang sama-sama diikuti oleh para anggota dari suatu kelompok masyarakat tertentu. by Namephology
    
        Hanya saja antara masyarakat satu dengan masyarakat lainnya kebudayaannya berbeda-beda. Ini sangat berkaitan dengan tingkat intelektualitas yang dimiliki oleh masing-masing kelompok masyarakat. Pada masyarat primitif kebudayaannya masih terbelakang karena latar belakang pendidikannya masih relatif rendah. Kebudayaan masyarakat modern berkembang pesat dan komplek karena kemajuan ilmu pengetahuan dengan segala pranatanya membantu lebih banyak.

1. Masyarakat dan kebudayaan

       Dengan melihat uraian tersebut di atas, maka ternyata bahwa manusia, masyarakat dan kebudayaan merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat di pisahkan dalam arti yang seutuhnya. Karena kepada ketiga unsur inilah kehidupan Manusia sebagai makhluk sosial berlangsung.

          Masyarakat tidak dapat dipisahkan daripada manusia karena hanya manusia saja yang hidup bermasyarakat. Sebaliknya manusiapun tidak dapat dipisahkan dari masyarakat. Seorang manusia yang tidak pernah mengalami hidup bermasyarakat tidak dapat menunaikan bakat-bakat kemanusianya yaitu mencapai kebudayaan. Dengan kata lain dimana orang hidup bermasyarakat, pasti akan timbul kebudayaan.

        Dengan adanya kebudayaan di dalam masyarakat, itu semua sebagai bantuan yang besar sekali pada individu-individu. Baik sejak permulaan adanya masyarakat sampai kini, di dalam melihat dirinya memperoleh dunia yang baru

        Setiap kebudayaan adalah sebagai jalan atau arah dalam bertindak dan berfikir, sehubungan dengan pengalaman-pengalaman yang fundamental, dari sebab itulah kebudayaan itu tak dapat dilepaskan dengan individu dan masyarakat.

        2. Manusia sebagai makhluk berbudaya

    Dua kekayaan manusia yang peling utama adalah akal dan budi atau yang lazim disebut dengan logika.

           3. Sosial Budaya                 

Pengertian Sosial Budaya. Sosial Budaya. Istilah sosial budaya menunjuk kepada dua aspek kehidupan manusia, yaitu kemasyarakatan dan kebudayaan.

        Dalam usaha beradaptasi dengan lingkungan masyarakat, manusia bekerjasama dengan sesamanya.akan tetapi kerjasama itu hanya akan berjalan baik didalam tertib sosial budaya serta didalam wadah organisasi sosial. Organisasi sosial ini merupakan produk sosial budaya, sekaligus merupakan wadah perwujudan dan pertumbuhan kebudayaan.

             Dalam organisasi sosial manusia hidup berkelompok dan mengembangkan norma sosial yang meliputi kehidupan normatif, status, kelompok asosiasi, dan institusi. Organisasi sosial mencakup aspek fungsi yang berwujud dalam aktivitas bersama anggota masyarakat dan aspek struktur. Aspek struktur terdiri dari struktur kelompok di dalam pola umum kebudayaan dan seluruh kerangka lembaga sosial.

Setiap masyarakat mempunyai 4 unsur penting yang menentukan eksistensinya yaitu struktur sosial, pengawas sosial, media sosial dan standar sosial.

Struktur sosial: setiap masyarakat terdiri dari kelompok-kelompok untuk memudahkan pelaksanaan tugas;

Pengawas sosial:mencakup sistem dari ketentuan-ketentuan yang mengatur kegiatan dan tindakan anggota masyarakat, pengetahuan empiris yang digunakan manusia untuk menanggulangi lingkungan, dan pengetahuan empiris yang mengatur sikap dan tingkah laku manusia seperti agama, kepercayaan, ideologi dan sebagainya.

Media sosial: Dalam pelaksanaan tugas dan kegiatan sosial, diperlukan adanya komunikasi dan relasi antar anggota masyarakat. Komunikasi dan relasi itu dilangsungkan dengan menggunakan bahasa dan alat transportasi.

Standar sosial: standar sosial merupakan ukuran untuk menilai tingkah laku anggota masyarakat serta nilai tingkah cara masyarakat mencapai tujuan.

·                4. Kebudayaan

Kebudayaan secara keseluruhan sesungguhnya merupakan cara hidup masyarakat yang perwujudannya tampak pada tingkah laku para anggotanya. kebudayaan tercifta oleh banyak faktor organ biologis manusia, lingkungan alam, lingkungan sejarah, dan lingkungan psikologisnya. Masyarakat Budaya membentuk pola budaya sekitar satu atau beberapa fokus budaya. Fikus budaya dapat berupa nilai misalnya keagamaan, ekonomi, ideologi dan sebagainya.

Setelah dikemukakan masing-masing maka arti kata dari sosial dan budaya, menjadi pengertian sosial budaya yang dapat dirumuskan sebagai kondisi masyarakat (bangsa) yang mempunyai nilai-nilai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang dilandasi dengan falsafah negara kesatuan Republik Indoesia.

Ketahanan di bidang sosial budaya dimaksud menggambarkan kondisi dinamis suatu bangsa atau masyarakat, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan pengembangan kekuatan nasional dalam menghadapi ancaman, gangguan, hambatan serta tantangan baik yang datangnya dari dalam maupun dari luar, baik yang langsung maupun yang tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan sosial budaya bangsa dan negara.

5. Perubahan Nilai Sosial Budaya...

Perubahan nilai sosial budaya dikarenakan adanya kedatangan orang asing yang berbeda kebudayaan sehingga dapat mendorong terjadinya perubahan pola gaya hidup dan pola pandang.

6. Adanya gaya hidup orang asing yang masuk

Dampak langsung dari globalisasi dan modernisasi yang terjadi di Indonesia adalah perubahan sosial budaya didalam kehidupan masyarakat. Sayangnya perubahan ini tidak selalu baik, ada juga yang tidak baik dan tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Perubahan ini bisa dilakukan siapa saja, baik secara individu, sekelompok orang, maupun mayoritas masyarakat. Dan inilah contoh-contoh perubahan sosial budaya yang terjadi dididalam kehidupan bermasyarakat dinegeri ini:

  1Cara Berkomunikasi

Berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi merubah cara kita dalam berkomunikasi. Dulu komunikasi dilakukan dengan surat-menyurat, tetapi saat ini dilakuan dengan sms atau e-mail. Dulu juga ada yang namanya telegram dan telegraf, akan tetapi saat ini perannya digantikan dengan telepon, handphone, dan jejaring sosial. Ini membuktikan bahwa perkembangan teknologi menyebabkan banyak perubahan budaya berkomunikasi ditengah tengah masyarakat.

   2Cara Berpakaian

Perubahan cara berpakaian masyarakat tidak lepas dari globalisasi dan modernisasi di Indonesia. Dulu, orang-orang kita bangga mengenakan pakaian adat dari daerah masing-masing. Tetapi, saat ini rasanya hal itu sangat sulit dijumpai kecuali kalau ada acara-acara adat. Cara berpakaian terpengaruh oleh informasi-informasi yang didapatkan dari berbagai media seperti Tv dan Internet. Saat ini cara berpakaian sebagian masyarakat banyak dipengaruhi oleh budaya barat.

                   3. Gaya Hidup

        Salah satu perubahan sosial budaya yang terjadi didalam masyarakat Indonesia saat ini, adalah gaya hidup a.k.a lifestyle. Sebagian masyarakat menerapkan gaya hidup yang baik didalam kehidupannya seperti menjadi vegetarian, workaholic, dll. Tetapi ada juga sebagian masyarakat yang terjerumus kedalam lifestyle yang tidak baik yang tentu tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia seperti narkoba dan pergaulan be  

          4. Westernisasi (Kebarat-baratan)

Tidak sedikit budaya barat yang masuk ke Indonesia, contohnya adalah perayaan hari valentine dan halloween. Meskipun kedua budaya tersebut bukan budaya asli indonesia, akan tetapi tidak sedikit masyarakat Indonesia yang melestarikan budaya tersebut. Banyak masyarakat Indonesia yang menyatakan bahwa budaya asing jauh lebih menarik ketimbang budaya kita sendiri, hal ini yang menyebabkan interest kepada budaya lokal semakin menurun.

          5. Emansipasi Wanita

        Salah satu bentuk perubahan sosial budaya yang terjadi dimasyarakat Indonesia adalah emansipasi wanita, artinya wanita memiliki derajat yang sama dengan pria. Dulu kita jarang sekali melihat wanita yang menjadi pimpinan, bahkan ada kalimat orang tua yang menyatakan bahwa kehidupan wanita adalah disekitar dapur, sumur, dan kasur. Saat ini tentu berbeda, banyak wanita yang menjabat peran penting dinegeri ini seperti anggota parlemen, pimpinan perusahaan, dll.

          6. Masyarakat Semakin Kritis

        Perkembangan informasi dan komunikasi membuat akses terhadap informasi semakin mudah. Informasi tersebut bisa didapatkan dari berbagai media komunikasi, seperti koran, televisi, internet, dll. Hal tersebut membuat masyarakat kita semakin cerdas dan kritis, contohnya adalah masyarakat selalu mengomentari kebijakan-kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk negeri ini, terlebih jika kebijakan tersebut tidak populis dimata rakyat. 

         7. Hilangnya Permainan Tradisional

       Saat ini, kita akan sulit untuk menemukan permainan tradisional seperti gasing atau congklak. Kalaupun ada, pasti dimainkannya didaerah-daerah terpencil seperti pedesaan. Padahal permainan itu sangat populer pada masanya, dan merupakan permainan asli Indonesia. Sekarang perannya sudah diganti dengan permainan modern seperti Playstation, Xbox, Wii, dan lain-lain. Nampaknya permainan modern jauh lebih menarik ketimbang permainan tradisional.  

          8. Pudarnya Minat Kepada Alat-alat Musik Tradisional

        Minat masyarakat terhadap alat-alat musik tradisional seperti angklung, gamelan dan lainnya semakin berkurang. kalaupun ada itu hanya sebagian kecil masyarakat yang peduli dan tergerak hatinya untuk melestarikan alat-alat musik tradisional. Sekarang banyak masyarakat yang cenderung menyukai alat-alat. musik modern seperti gitar, piano, drum dan lainnya. Jika hal ini tidak segera diantisipasi, bukan tidak mungkin alat-alat musik tradisional kita akan hilang 

         9. Tergerusnya Kebudayaan Indonesia.

Bentuk lain perubahan sosial budaya di Indonesia adalah tergerusnya budaya asli Indonesia. Perlu diketahui bersama bahwa tidak sedikit dari kebudayaan kita yang sudah mulai punah. Meskipun demikian, banyak masyarakat Indonesia yang lebih berminat dengan budaya asing yang masuk ke Indonesia seperti break dance, beat box, dan lainnya. Ini sangat mengkhawatirkan dan perlu segera perlu segera ditindaklanjuti bersama. 

         10. Penggunaan Bahasa Daerah Semakin Jarang

Contoh perubahan sosial budaya lainnya adalah penggunaan bahasa daerah yang sudah semakin jarang. Kita tahu bersama, ada banyak bahasa daerah di Indonesia ini (lebih dari 100 bahasa daerah). Akan tetapi saat ini banyak masyarakat yang cenderung menggunakan bahasa Indonesia. Hal ini bukan tanpa alasan, karena bahasa Indonesia dimengerti oleh semua sedangkan bahasa daerah hanya dimengerti oleh masyarakat daerah tertentu saja.

Nah itulah kesepuluh perubahan sosial budaya yang bisa kita jumpai didalam masyarakat Indonesia. Perlu dicatat bahwa perubahan itu tidak selamanya berdampak baik bagi kita, ada juga yang dapat merugikan kita. Jika itu baik bagi kita maka manfaatkan secara optimal, jika tidak maka minimalisir dampaknya atau lebih baik buang jauh-jauh. Kita semua berharap perubahan-perubahan sosial budaya yang terjadi dimasyarakat akan membuat Indonesia semakin baik lagi.

Dampak langsung dari globalisasi dan modernisasi di Indonesia adalah perubahan sosial budaya didalam kehidupan masyarakat. Sayangnya perubahan ini tidak selalu baik, ada juga yang tidak baik dan tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Perubahan ini bisa dilakukan siapa saja, baik secara individu, sekelompok orang, maupun mayoritas masyarakat. Dan inilah contoh-contoh perubahan sosial budaya yang terjadi dididalam kehidupan bermasyarakat dinegeri ini:

Perubahan sosial budaya terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya komunikasi; cara dan pola pikir masyarakat; faktor internal lain seperti perubahan jumlah wokkoo Ooooo ooo sometimes...i gotta feeling..heaa di kegoyahan pada masyarakat bila terjadi perubahan; hambatan ideologis; dan pengaruh adat atau kebiasaan

        Sistem Sosial Budaya

Sistem sosial budaya Indonesia adalah sebagai totalitas nilai, tata sosial, dan tata laku manusia Indonesia harus mampu mewujudkan pandangan hidup dan falsafah negara Pancasila ke dalam segala sendi aspek kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Asas yang melandasi pola pikir, pola tindak, fungsi, struktur, dan proses sistem sosial budaya Indonesia yang diimplementasikan haruslah merupakan perwujudan nilai- nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, transformasi serta pembinaan sistem social budaya harus tetap berkepribadian Indonesia.

Azas Sistem Sosial Budaya Indonesia

Pada dasarnya, masyarakat Indonesia sebagai suatu kesatuan telah lahir jauh sebelum lahirnya (secara formal) masyarakat Indonesia. Peristiwa sumpah pemuda antara lain merupakan bukti yang jelas. Peristiwa ini merupakan suatu konsensus nasional yang mampu membuat masyarakat Indonesia terintegrasi di atas gagasan Bineka Tunggal Ika. Konsensus adalah persetujuan atau kesepakatan yang bersifat umum tentang nilai-nilai, aturan, dan norma dalam menentukan sejumlah tujuan dan upaya mencapai peranan yang harus dilakukan serta imbalan tertentu dalam suatu sistem sosial. Model konsensus atau model integrasi yang menekankan akan unsur norma dan legitimasi memiliki landasan tentang masyarakat, yaitu sbb:

    1.   Setiap masyarakat memiliki suatu struktur yang abadi dan mapan.  Setiap unsur masyarakat memiliki fungsinya masing-masing dalam kelangsungan masyarakat tersebut sebagai suatu sistem keseluruhan, unsur dalam masyarakat itu terintegrasi dan seimbang, kelanjutan masyarakat itu berdasarkan pada kerja sama dan mupakat akan kehidupan sosial tergatung pada persatuan dan kesatuan

Apabila menelaah lebih jauhnya dan berasaskan pada kesamaan dan mufakat akan ini.Kehidupan pernyataan tersebut, maka dapat dikatakan bahwa peristiwa Sumpah Pemuda merupakan konsensus nasional yang mendapat perwujudannya di dalam sistem budaya Indonesia yang didasarkan pada asas penting, yaitu sebagai berikut ini.

 Asas kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa

        Kesempurnaan hanya dapat dicapai oleh manusia dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara melalui semangat dan takwa kepada yang Maha Esa, sebab pada akhirnya apa yang diperoleh manusia, masyarakat, bangsa, dan Negara, bahkan kemerdekaan itu adalah rahmat Tuhan Yang Maha Esa.

A            Azas merdeka

Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, karena itu kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, dan bangsa yang bebas itu mempunyai tanggung jawab dan kewajiban bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang menghargai, menghormati dan menjunjung tinggi kemerdekaan itu.

·     Asas persatuan dan kesatuan

Bangsa Indonesia terdiri atas aneka ragam suku, budaya, bahasa, adat istiadat daerah dan sebagainya telah membentuk Negara Republik Indonesia yang meletakkan persatuan dan kesatuan sebagai asas sosial budayanya.

·     Asas kedaulatan rakyat

Kehidupan pribadi atau keluarga dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara selalu mengutamakan musyawarah untuk mufakat dalam rangka mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan golongan/pribadi.

·     Asas adil dan makmur

Setiap pribadi atau keluarga dalam kehidupan harus mempunyai kehidupan yang layak dan adil sehingga pekerjaan, pendidikan, [[profesi], kesehatan, pangan, pakaian, perumahan, dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa menjadi hak yang dipertanggungjawabkan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

        Pola Pikir, Pola Tindak, dan Fungsi Sistem Sosial Budaya Indonesia

        Masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk, yang hidup tersebar diseluruh pelosok tanah air, yang memiliki berbagai aneka ragam budaya. Sehingga menimbulkan keanekaragaman institusi dalam masyarakat. Institusi adalah suatu konsep sosiologi yang paling luas digunakan, walau memiliki pengertian yang berlainan:

Digunakan untuk merujuk suatu badan, seperti universitas dan perkumpulan atau rganisasi yang khusus atau disebut pula institusi total, seperti penjara atau rumah sakit

Suatu pola tingkah laku yang telah menjadi biasa atau suatu pola relasi sosial yang memiliki tujuan sosial tertentu

Bronislaw menganggap institusi sosial merupakan konsep utama untuk memahami masyarakat, yang setiap institusi saling berkaitan dan masing-masing memiliki fungsinya. Koentjaraningrat mengemukakan bahwa institusi itu mengenai kelakuan berpola dari manusia dalam kebudayaan yang terdiri atas tiga wujud, yaitu:

·        Wujud adiil

·        Wujud kelakuan

·             Wujud fisik dari kebudayaan

        Koentjaraningrat mengatakan, bahwa seluruh total dari kelakuan manusia yang berpola tertentu bisa diperinci menurut fungsi-fungsi khasnya dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia dalam bermasyarakat. Maka pola pikir, pola tindak dan fungsi sistem sosial budaya Indonesia merupakan institusi sosial, yaitu suatu sistem yang menunjukkan bahwa peranan sosial dan norma-norma saling terkait, yang telah disusun guna memuaskan suatu kehendak atau fungsi sosial. Komponen-komponen dari pranata sosial adalah: Sistem Norma, Manusia, dan Peralatan fisik.

         Pola Pikir Sistem Sosial Budaya Negara Indonesia berdasarkan atas Ketuhanan             Yang Maha Esa

Kehidupan Beragama atau kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa harus dapat mewujudkan kepribadian bangsa Indonesia itu sendiri yang percaya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

·            Negara Persatuan

        Negara Republik Indonesia adalah negara persatuan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Hal ini berarti bahwa penyelenggaraan kehidupan negara harus berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 secara murni dan konsekuen. Maka, pembangunan nasional adalah pengamalan Pancasila dan hakikatnya pembangunan nasional itu adalah pembangunan seluruh manusia Indonesia dalam kehidupan manusia yang serba cepat dan canggih.

          Demokrasi Pancasila

        Dalam negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat, berdasarkan atas kerakyatan dan permusyawaratan perwakilan, kehidupan pribadi atau keluarga dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara harus mampu memilih perwakilannya dan pemimpinnya yang dapat bermusyawarah untuk mufakat dalam mengutamakan kepentingan umum diatas kepentingan golongan dan perseorangan demi terselenggaranya kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat. Karena itu, sistem menejemen sosial perlu ditegakkan, baik melalui peraturan perundang- undangan maupun moral.

         Keadilan Sosial bagi Semua Rakyat

        Letak geografis Indonesia sumberdaya alam, dan penduduk Indonesia dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara harus mempunyai politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan yang berkeadilan bagi semua raky

          Budi Pekerti

Setiap pribadi atau keluarga dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara harus memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur dan memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur. Berarti bahwa kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadah menurut agama dan kepercayaannya itu harus dijamin, dimana pendidikan dan pengajaran menjadi hak warga negara yang membutuhkan suatu sistem pendidikan nasional. Kebudayaan Nasional adalah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budi daya rakyat Indonesia seluruhnya, termasuk kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagai puncak-puncak kebudayaan daerah-daerah diseluruh Indonesia. Kebudayaan harus menuju kearah kemajuan serta tidak menolak bahan- bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia

          Pola Tindak Sistem Sosial Budaya Indonesia

        Gotong Royong

Persatuan dan kesatuan hanya terwujud melalui gotong royong, suatu sikap kebersamaan dan tenggang rasa, baik dalam duka maupun suka, kehidupan keluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

·    Prasaja

Keadilan sosial bagi seluruh masyarakat tidak akan terwujud apabila kehidupan yang sederhana, hemat, cermat, disiplin, professional, dan tertib tidak dilaksanakan.

·    Musyarawah untuk Mufakat

Mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan golongan atau perorangan dapat menemui perbedaan yang tidak diakhiri dengan perpecahan atau perpisahan, maupun pertentangan.

·    Kesatria

Persatuan dan kesatuan, maupun keadilan sosial tidak dapat terwujud tanpa keberanian, kejujuran, kesetiaan, pengabdian, dan perjuangan yang tidak mengenal menyerah demi kehidup  

          Dinamis

Kehidupan pribadi/keluarga, bangsa dan negara juga bersifat dinamis sesuai dengan zaman, sehingga waktu sangat penting dalam rangka persatuan dan kesatuan, maupun keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia

          Fungsi Sistem Sosial Budaya Indonesia

·    Dalam Keluarga

Keluarga adalah lahan pembibitan manusia seutuhnya. Keluarga adalah organisasi alami yang penuh kasih sayang.

·             Dalam Masyarakat

            Organisassi sosial kemasyrakatan ini adalah lahan pengkaderan, sebagai keluarga buatan, gotong royong buatan, yang penuh perbedaan kepentingan.

         Dalam Berbangsa dan Bernegara

            Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, penyelenggaraan negara dan pemerintah harus mengutamakan kepentingan umum

         Struktur Sistem Sosial Budaya Indonesia

            Raymond firth mengemukakan bahwa konsep struktur sosial merupakan alat analisis yang diwujudkan untuk membantu pemahaman tentang tingkah laku manusia dalam kehidupan sosial. Dasar yang penting dalam struktur sosial ialah relasi-relasi sosial yang jelas penting dalam menentukan tingkah laku manusia, yang apabila relasi sosial itu tidak dilakukan, maka masyarakat itu tak terwujud lagi. Struktur sosial juga dapat ditinjau dari segi status, peranan, nilai-nilai, norma, dan institusi sosial dalam suatu relasi.[3] Nilai adalah pembentukan mentaliatas yang dirumuskan dari tingkah laku manusia sehingga menjadi sejumlah anggapan yang hakiki, baik, dan perlu dihargai. Dari pendapat Raymond Firth dan Max Weber , sistem nilai yang harus diwujudkan atau diselenggarakan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara ditemukan dalam proses pertumbuhan pancasila sebagai dasar falsafah atau ideologi Negara.

Jadi, struktur system sosial budaya indonesia dapat merujuk pada nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila yang terdiri atas

         Tata nilai

            Tata nilai ini meliputi: Nilai agama; * Nilai kebenaran; * Nilai moral; * Nilai vital; * Nilai material.

·             Tata sosial

NKRI adalah Negara hukum, semua orang adalah sama di mata hukum. Tata hukum di Indonesia adalah sistem pengayoman yang mewujudkan keadilan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

          Tata laku

Dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat, maka tata laku harus berpedoman pada norma-norma yang berlaku, yaitu : norma agama, norma kesusilaan/kesopanan, norma adat istiadat, norma hukum setempat, norma hukum Negara.

Proses Sistem Sosial Budaya Indonesia

Masyarakat mempunyai bentuk-bentuk struktural yang dinamakan struktur sosial. Struktur sosial ini bersifat statis dan bentuk dinamika masyarakat disebut proses sosial dan perubahan sosial. Masyarakat yang mempunyai bentuk-bentuk strukturalnya tentu mengalami pola-pola perilaku yang berbeda-beda juga tergantung dengan situasi yang dihadapi masyarakat tersebut. Perubahan dan perkembangan masyarakat yang mengarah pada suatu dinamika sosial bermula dari masyarakat tersebut melakukan suatu komunikasi dengan masyarakat lain, mereka membina hubungan baik itu berupa perorangan atau kelompok sosial.Tetapi sebelum suatu hubungan dapat terjadi perlu adanya suatu proses berkaitan dengan nilai – nilai sosial dan budaya dalam masyarakat. Dengan suatu masyarakat yang mengetahui nilai sosial dan budaya masyarakat lain maka hubungan dapat terbentuk. Maka dapat diartikan bahwa proses sosial adalah sebagai pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama.

Proses sistem sosial budaya Indonesia sebagai bagian yang tidak dapat terpisahkan dari proses pembangunan nasional

Pengamalan Pancasila, yang pada hakikatnya upaya pembangunan seluruh rakyat Indonesia. Maka pada dasarnya proses sistem sosial budaya Indonesia selalu berkaitan dengan pembangunan nasional dimana ia berlangsung beriringan dengan pebangunan nasional, bahkan kadang bisa mendahului pembangunan nasional agar masyarakat dapat menerima pembaharuan sebagai hasil pembangunan nasional. Setelah menyiapkan masyarakatnya agar mampu menerima pembangunan, maka kemudian menyiapakan agar manusia dan masyarakat dapat berperan serta dalam proses pembangunan nasional tersebut dengan memiliki kualitas sebagai berikut:

          Beriman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

·        Berbudi pekerti luhur

·        Berkepribadian

·             Bekerja keras

·        Berdisiplin, dan, Bertanggung jawab

·    Mandiri

·    Cerdas dan terampil

·    Sehat jasmani dan rohani

·    Cinta tanah air

·    Memiliki sifat kebangsaan dan kesetiakawanan sosial

·    Percaya pada diri sendiri dan memiliki harga diri

·    Inovatif dan kreatif

·    Produktif dan berorientasi ke masa depan

Karena pembangunan nasional yang selalu beriringan dengan proses sistem sosial budaya Indonesia, maka jika manusia atau masyarakat ikut serta dalam pembangunan nasional mereka juga ikut berperan serta dalam proses sistem sosial budaya Indonesia sehingga komunikasi akan terjadi diantara mereka yang kemudian suatu hubungan dapat terjalin. sehingga dapat menyebabkan terbentuknya dinamika sosial yang akan menuju pada perubahan dan perkembangan pada masyarakat itu sendiri ke arah yang lebih baik.dan sesuai dengan ritme alam yang ada disekelilingn

          Transformasi Sistem Sosial Budaya Indonesia

Pembangunan nasional merupakan suatu upaya melakukan transformasi atau perubahan dalam masyarakat, yaitu transformasi budaya masyarakat agraris tradisional menuju budaya masyarakat industri modern dan masyarakat informasi yang tetap berkepribadian Indonesia. Namun sistem feodalisme yang masih bercokol dalam kehidupan masyarakat Indonesia membawa dampak negatif yakni berupa kelemahan mentalitas. Kelemahan mentalitas ini dapat menghan hasil karya manusia, tetapi manusia itu bekerja keras untuk dapat makan.

Menghargai waktu, artinya selalu memperhitungkan tahapan-tahapan aktivitas dalam lingkaran waktu.

Tidak merasa tunduk pada alam, sebaliknya juga tidak merasa mampu menguasai alam. Hidup harus selaras sesuai deng

·             Memiliki rasa kehidupan bersama.

            Pada hakikatnya manusia tidak berdiri sendiri melainkan selalu membutuhkan bantuan dari sesamanya. Hanya saja sisi negatifnya adalah jangan dengan sengaja berusaha menonjolkan diri di atas orang lain.

          Mentalitas yang tidak cocok dengan jiwa pembangunan

            Tidak bersumber kepada suatu nilai yang berorientasi terhadap hasil karya manusia itu sendiri, tetapi hanya terhadap hasil amal dari karya ibarat orang yang sekolah, tidak mengejar pengetahuan dan ketrampilan, melainkan hanya mengejar ijazahnya saja.

Masih terdapat rasa sentimen yang agak berlebihan terhadap benda-benda pusaka nenek moyang, mitologi dan banyak lagi hal-hal mengenai masa lampau.Hal ini bukannya melemahkan mentalitas, hanya saja suatu orientasi yang terlampau banyak terarah ke zaman dulu akan melemahkan kemampuan seseorang untuk melihat masa depan.

Berspekulasi tentang masalah hubungan antar manusia dengan alam, serta terlalu menggantungkan diri pada nasib dalam menghadapi kesulitan hidup cenderung berlari ke alam kebatinan (klenik).

Mentalitas yang orientasinya mengarah pada orang yang berpangkat tinggi, senior, dan orang-orang tua, sehingga hasrat untuk berdiri sendiri dan berusaha sendiri masih lemah. Seperti rendahnya disiplin pribadi yang murni, orang cenderung taat jika ada pengawasan dari atas. Juga mentalitas yang selalu menunggu restu dari atasan.

Dan berikut ini lima point sifat -sifat dan kelemahan yang bersumber pada kehidupan keragu-raguan dan hidup tanpa orientasi yang tegas antara lain:

·             Sifat mentalitas yang meremehkan mutu dan kwalitas diri

·             Sifat mentalitas yang suka mengambil jalan pintas

·              Sifat kurang percaya diri

                        *  Sifat tidak berdisiplin murni

                          *  Sifat mentalitas yang suka mengabaikan tanggung jawab yang kokoh

             Perubahan tata laku, tata sosial dan tata nilai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara tetap mendukung keberhasilan pembangunan nasional, perlu diciptakan pranata-pranata sosial yang dapat mendukung proses transformasi system sosial budaya Indonesia. 

        Mewajibkan sebagai syarat suatu nilai budaya yang berorientasi ke masa depan sebagai berikut  :

* sifat hemat dan hasrat untuk bereksplorasi dan berinovasi

* Pandangan hidup yang menilai tinggi hasil karya

* Sikap lebih percaya kepada kemampuan sendiri

* Berdisiplin murni dan berani bertanggung jawab sendiri

          Menghilangkan rasa, kepekaan terhadap mutu dan mentalitas mencari jalan               pintas

Mengatasi sosial budaya yang parah, seperti krisisotoritas, krisis ekonomi yang berkepanjangan,kemacetan administrasi dan korupsi secara menyeluruh yang sekarang masih mengganas dalam masyarakat

Cara merubah mentalitas yang lemah

      Memberi contoh yang baik. dan asumsinya ialah karena banyak orang Indonesia           mempunyai mentalitas beorientasi kearah pembesar-pembesar, maka asal saja orang-           orang pembesar itu memberi contoh yang benar dari atas, itu dapat dikembangkan,                 misalnya sifat hemat dll.

          Memberi perangsang yang cocok sebagai motivasi. Motivasi dapat untuk menggerakkan orang untuk bersikap. Contoh, yaitu perangsang yang bisa mendorong orang menjadi lebih berhasrat untuk menabung uangnya di bank adalah tentu tidak hanya bunganya yang menarik misalnya, namun perlu ada perangsang lain, yaitu pelayanan yang baik.

Melaksanakan persuasif dan penerangan merupakan jalan lain yang sebenarnya harus di intensifkan oleh para ahli penerangan dan ahli media masa, karena meraka mempunyai imajinasia yang besar.

Menanamkan suatu mentalitas pembangunan yang bar

            Hal itu tentunya hanya mungkin pada generasi yang baru,yaitu anak-anak yang harus diasuh dan dibina dengan kesadaran yang tinggi agar 15 tahun kemudian mereka akan menjadi manusia Indonesia baru yang bangga akan usaha dan kemampuannya sendiri,mempunyai hasil karya yang tinggi, mempunyai rasa disiplin, berani bertanggung jawab sendiri dan mempunyai perasaan yang peka terhadap mutu.

         Budaya dapat Merubah Nama dan kata kata

Salah satu dari sekian banyak budaya dan tradisi yang hampir hilang tergerus oleh kemajuan zaman dan tehnologi adalah Hanacaraka dan atau yang lazim disebut Carakan. dengan kesempatan ini, mari kita membahas perihal salah satu budaya yang dapat merubah kata-kata atau nama menjadi angka yang selanjutnya dapat dikonpensikan sebagai media introspeksi, evaluasi dan pengembangandiri. Budaya ini ialah budaya yang hampir musnah dari permukaan bumi karena tergerus oleh derasnya kemajuan zaman dan kalah bersaing dengan budaya seni tari, tarik suara, seni lukis dan budaya barat yang masuk ke Indonesi

Dengan ini mari kita dengan sengaja mengangkat kembali sebuah budaya yang hampir musnah tergerus oleh derasnya budaya barat dengan kontek yang berbeda dan penulis ingin membuktikan kepada khalayak bahwa budaya yang satu ini juga tidak kalah pentingnya jika dibandingkan dengan budaya-budaya yang sekerang populer. Tahukah Anda budaya apakah itu ? Yakni budaya Sunda dan Djawa Kuna yang dikenal dengan sebutan Hanacaraka atau dengan sebutan lain yaitu Carakan.

       Ke unikan Budaya yang satu ini, ialah mampu mengubah kata-kata atau nama menjadi angka, dan angka itu sendiri adalah simbol karakter dan kepribadian manusia. dennga ilmu Namephology kita bisa menerjemahkan nama seorang indivdu menjadi karakter individu seseorang yang tersembunyi didalam simbol angka-angka tersebut, seperti yang telah dipaparkan di Bab 1 dan 2. Namun sebelum memaparkan atau membahas budaya yang satu ini, mari kita simak terlebih dahulu tentang. Apakah definisi sosial budaya, Pengertian sosial budaya, sistem sosial budaya, nilai, norma, keteraturan dan perubahan sosial budaya serta bagai mana kecerdasan kreatif dalam budaya dan sejarah atau kisah Seorang yang menciptakan budaya tersebut, hal ini penting adanya sebagai pengantar hidup, agar hidup kita lebih berkwalitas, bermakna dan bermanfaat buat, keluarga dan orang banyak, oleh karena banyak masukan dan bertambah banyak wawasan kita tentang sosial budaya.

Dan berikut ini beberapa tentang sosial budaya yang dikemas berdasarkan asumsi penulis sendiri mengambil sumber dari beberapa tokoh yang kopenten dalam Ilmu sosial budaya serta sumber dari buku pelajaran siswa sekolah SMA dan yang sede

         Sosial Budaya 

                    Memecahkan masalah-masalah sosial budaya amat penting, untuk itu Anda perlu          mempelajari dan mengetahui ilmu dasar sosial dan budaya. Perlu pendekatan multi                 disiplin yang integratif untuk memecahkan masalah sosial budaya yang ada, karena                 memang masalah sosial sering kali kompleks dan memerlukan kajian dari berbagai                 bidang kajian ilmu

        Definisi Sosial Budaya

            Sebelum itu semua, Anda haruslah mengetahui terlebih dahulu definisi sosial budaya. Untuk memperoleh definisi sosial budaya. Anda harus dapat melihat terlebih dahulu secara terpisah. Yang pertama definisis sosial, menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia milik W.J.S Peorwadaminta. Sosial ialah segala sesuatu yang mengenai kehidupan masyarakat atau kemasyarakatan, dan atau dapat juga berarti suka memperhatikan kepentingan umum (kata sSedangkan budaya dari kata sans atau budhya yang artinya pikiran dan akal budi. Budaya ialah segala sesuatu yang dibuat oleh manusia berdasarkan pikiran dan akal budinya yang mengandung cinta, rasa, dan karsa. Dapat berupa kesenian, pengetahuan moral, hukum, kepercayaan, adat istiadat ataupun ilmu pengetahuan Maka definisi sosia budayal itu sendiri adalah segalahal yang diciptakan oleh menusia dengan pemikiran dan budi nuraninya untuk dan atau dalam kehidupan bermasyarakat. Atau lebih singkatnya manusia membuat atau menciptakan sesuatu berdasarkan budi dan pikirannya yang diperuntukan dalam kehidupan bermasyarakat.

·    Manusia mahluk sosial, pencipta dan pengguna kebudayaan

          Terciptanya sebuah kebudayaan bukan hanya buah bibir dan budi manusia, akan tetapi juga dikarenakan adanya interaksi antara manusia dengan alam sekitarnya. Bahkan dalam agama pun dikatakan, bahwa manusia adalah sebagai khalipah atau pemimpin di bumi ini. Maka ia pun di anugrahi daya cipta, rasa, dan karsa yang luar biasa dari sang maha kuasa.

      Sebuah dialektika terjadi disini, sebab kebudayaan itu ada karena diciptakan oleh manusia dan manusia hidup diantara kebudayaan yang diciptakannya sendiri. Oleh karenanya kebudayaan akan terus ada jika manusia itu masih ada.

          Definisi sosial budaya pun dapat berkembang dan tercipta karena adanya kaitan erat antara kebudayaan dan sosial itu sendiri. Perubahan kebudayaan bisa saja terjadi oleh karena akibat adanya perubahan sosial dalam masyarakat, begitu pula hal yang sebalaiknya pun dapat terjadi.

·             Peran dan dampak negatif sosial budaya

      Kita perlu mengetahui peran dan dampak negatif nya sosial budaya, untuk memahami lebih jauhnya tentang definisi sosial budaya. Jadi, sesungguhnya kebudayaan pun memiliki peran andil dalam siklus kehidupan sosial manusia, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Sebagai pedoman dalam hubungan antar manusia dengan komunitas atau kelompok.

           2. Sebagai simbol pembeda antara manusia dan binatang.

  3. Sebagai petunjuk atau tata cara tentang bagaimana manusia harus                       berprilaku kehidupan sosial            

4.  Sebagai modal dan dasar dalam pembangunan.

        Tidak berarti pula penciptaan sosial budaya itu kemudian tak memiliki dampak negatif. Bila kebudayaan yang ada kemudian menimbulkan ekses negatif bagi kehidupan sosial maka yang harus kita lakukan, adalah berpikirkan ulang, jika kita ingin menciptakan sebuah budaya.

          Ada beberapa dampak negatif kebudayaan bagi kehidupan sosial                  manusia, antara lain ialah sebagai berikut :

1.    Menimbulkan keruksakan lingkungan dan ekosistem alam.

2    Mengakibatkan adanya kesenjangan sosial yang menyebabkan munculnya                     penyakit-penyakit sosial, termasuk tingginya tingkat kriminilitas 

3.   Mengurangi bahkan dapat menghilangkan ikatan batin dan moral yang                             biasanya dalam hubungan sosial antar masyarakat.

         Contoh: Situs dijejaring sosial yang banyak bermunculan membuat orang tak memiliki kebutuhan untuk bertemu langsung sehingga terkikislah kebutuhan berkumpul dengan ilusi pertemuan di dunia maya.

Tidak menutup kemungkinan pula pada suatu hari nanti, kehidupan sosial manusia dapat musnah karena budaya yang mereka ciptakan sendiri. Atau memang begitulah terciptanya dunia ini yang disebut kiamat yang telah di takdirkan oleh Al-khalik, mangka terjadilah. Dan mari kita berpikir untuk kelangsungan hidup berbuya   

                    Masyarakat lain

Adanya gaya hidup orang asing yang masuk

Dampak langsung dari globalisasi dan modernisasi di Indonesia adalah perubahan sosial budaya didalam kehidupan masyarakat. Sayangnya perubahan ini tidak selalu baik, ada juga yang tidak baik dan tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Perubahan ini bisa dilakukan siapa saja, baik secara individu, sekelompok orang, maupun mayoritas masyarakat. Dan inilah contoh-contoh perubahan sosial budaya yang terjadi dididalam kehidupan bermasyarakat dinegeri ini

            Perubahan sosial budaya merupakan peralihan dari hal yang lama ke hal yang baru. Hal ini pun bisa terjadi atau dialami dalam ranah sosial budaya. Perubahan sosial budaya merupakan perubahan yang terjadi pada pola budaya yang ada dalam masyarakat, serta sosial budaya juga dapat mengalami perubahan.

            Perubahan sosial budaya adalah hal yang biasa terjadi dalam perkembangan budaya manusia. Hal tersebut sangatlah wajar mengingat budaya itu sendiri hasil dari cipta, karya, rasa, karsa manusia. Jadi sangat wajar saja jika mengalami perubahan selama manusia itu masih ada.

            Perubahan sosial budaya yang terjadi dimasyarakat terjadi karena adanya keinginan dari masyarakatnya itu sendiri. Perubahan tidak begitu saja langsung terjadi tampa adanaya kemauan dan keinginnan yang muncul oleh sebab karena adanya kemauan dan keinginan masyarakatnya itu sendiri yang ingin merubah.

            Perubahan yang terjadi sesungguhnya adalah berasal dari dalam diri setiap manusia. Perasaan itu adalah cermin perasan manusia yang merasa bosan, jenuh yang timbul oleh karena manusia selalu mencari hal yang baru untuk menyingkirkan perasaan bosan dan jenuh. Jadi perasaan bosan dan jenuh memiliki peran yang penting untuk menciptakan sesuatu perubahan yang terjadi pada diri manusia itu sendiri..

            Perubahan sosial budaya yang terjadi pada diri manusia dan dalam masyarakat disebabkan atau di pengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya adalah dalam komunikasi, cara berpikir masyarakat, jumlah penduduk, penemuan sesuatu hal yang baru, konplik yang terjadi dalam masyarakat, termasuk faktor luar seperti bencana alam dan perubahan iklim serta pengaruh kebudayaan luar yang masuk. 

                                    Komunikasi

Perubahan sosial budaya bisa dipengaruhi oleh komunikasi. Seperti halnya yang terjadi saat ini. Kita bisa melihat terjadinya perubahan sosial budaya yang di akibatkan oleh pola kumunikasi yang dimiliki oleh manusia. Pola komunikasi yang mengalami banyak perubahan tersebut memiliki dampak serta pengaruh dalam hal sosial budaya.

 Jika dulu kita sering melihat banyak orang nongkrong atau bergerombol untuk berbicaca mengenai banyak hal. Terlepas apakah  hal yang dibicarakan tersebut merupakan hal penting atau hanya sekedar cadaan belaka. Semuanya dilakukan dengan cara berkumpul lalu berbincang secara tatap muka sambil meroko dan ngopi bersama.

Tentunya hal itu mempunyai nilai sosial yang lebih mengakrabkan seseorang dengan orang lain.Kerukunan bertetangga dan bermasyarakat juga terjalin dengan sangat baik karena seringnya berkomunikasi yang dilakukan antar warga tersebut.

Namun perubahan komunikasi tersebut sekarang ini telah mengalami banyak perubahan.Berkomunikasi dari jarak jauh yang tidak harus bertemu serta bertatap muka langsung  dengan orang telah menimbulkan efek-efek tersendiri yang mengakibatkan juga terhadap terjadinya perubahan sosial budaya dalam masyarakat.

·    Cara Berpikir Masyarakat

        Cara berpikir masyarakat juga memiliki peran yang sangat krusial atau penting dalam terjadinya perubahan sosial di tengah-tengah massyarakat. Pola pandang akan suatu masalah akan mempengaruhi terjadinya penyikapan atau penapsiran yang berbeda terhadap permasalahan tersebut.

          Perubahan dan perbedaan dalam menyikapi suatu masalah dengan cara berpikir yang berbeda tersebut akan menyebabkan terjadinya perubahan sosial masyarakat. Sebagai contoh dalam menyikapi sebuah masalah kasus wabah penyakit.

       Dengan cara berpikir yang berbeda akan mendapatkan hasil sosial budaya yang berbeda pula. Dan kasus wabah penyakit saja, jika pada masa dulu orang yang masih banyak berpikir mengenai klenik atau tahayul akan mengatakan bahwa wabah penyakit tersebut merupakan kutukan.

  Sedangkan masyarakat lainnya yang memiliki cara berpikir yang lebih mengedepankan ilmu pengetahuan pasti akan mencari sebabnya. Pencarian tersebut  mengedepankan pola yang berpikir logis sesuai dengan ilmu pengetahuan. Mangka diperoleh kesimpulan bahwa wabah penyakit tersebut disebabkan oleh kuman atau bakteri.

       Dari contoh pola berpikir sederhana tersebut bisa diambil kesimpulan bahwa sosial budaya ditentukan juga dari pola berpikir masyarakat yang ada.

·    Jumlah Penduduk

          Faktor jumlah penduduk juga mempengaruhi adanya perubahan sosial budaya suatu masyarakat. Semangkin banyak penduduk yang mendiami suatu daerah dalam suatu masyarakat maka akan semangkin komplek pula masalah yang dihadapinya.

Masalah yang dihadapi pun sangat beragam mulai dari yang sederhana hingga kemasalah yang lebih komplek. Setiap masalah yang ada tersebut memiliki solusi yang diambil oleh setiap orang yang ada didalamnya masyarakat itu sendiri. Hal inilah yang nantinya juga akan memberikan pengaruh terjadinya perubahan sosial budaya yang ada dalam masyarakat.

·    Penemuan suatu hal yang baru

       Penemuan sesuatu yang baru merupakan inovasi yang dimiliki oleh manusia. Sebagaimana contoh dalam satu temuan, teknologi komunikasi yang telah mampu membuat perubahan sosial budaya dalam suatu masyarakat.

·    Konplik

Konplik perang yang terjadi juga akan memaksa budaya asing masuk ke dalam budaya lokal yang telah dimiliki oleh masyarakat tersebut. Masuknya budaya tersebut juga mampu menjadikan adanya perubahan sosial budaya. 

·    Bencana alam.

Bencana alam juga memiliki peran besar terjadinya perubahan sosial budaya yang sudah ada dalam masyarak. Bencana alam akan membuat orang yang tersematkan untuk bertahan hidup bercampur baur dengan masyarakat lainnya yang juga terselamatkan. 

·             Kebudayaan masyarakat lain

Kebudayaan masyarakat lain memiliki peran atau andil dalam peran terjadinya sosial budaya yang ada dalam suatu masyarakat. Pertemuan kedua budaya tersebut akan menghasilkan sebuah budaya baru yang merupakan campuran dari kedua budaya tersebut.

Itulah beberapa poin tentang perubahan sosial budaya yang bisa kita jumpai didalam masyarakat Indonesia. Perlu dicatat bahwa perubahan itu tidak selamanya berdampak baik bagi kita, ada juga yang dapat merugikan kita. Jika itu baik bagi kita maka manfaatkan secara optimal, jika tidak maka minimalisir dampaknya atau lebih baik buang jauh-jauh. Kita semua berharap perubahan-perubahan sosial budaya yang terjadi dimasyarakat akan membuat Indonesia semakin baik lagi.

Dampak langsung dari globalisasi dan modernisasi di Indonesia adalah perubahan sosial budaya didalam kehidupan masyarakat. Sayangnya perubahan ini tidak selalu baik, ada juga yang tidak baik dan tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Perubahan ini bisa dilakukan siapa saja, baik secara individu, sekelompok orang, maupun mayoritas masyarakat. Dan inilah contoh-contoh perubahan sosial budaya yang terjadi dididalam kehidupan bermasyarakat dinegeri ini:

Nah itulah kesepuluh perubahan sosial budaya yang bisa kita jumpai didalam masyarakat Indonesia. Perlu dicatat bahwa perubahan itu tidak selamanya berdampak baik bagi kita, ada juga yang dapat merugikan kita. Jika itu baik bagi kita maka manfaatkan secara optimal, jika tidak maka minimalisir dampaknya atau lebih baik buang jauh-jauh. Kita semua berharap perubahan-perubahan sosial budaya yang terjadi dimasyarakat akan membuat Indonesia semakin baik lagi.

Perubahan sosial budaya terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya komunikasi; cara dan pola pikir masyarakat; faktor internal lain seperti perubahan jumlah wokkoo Ooooo ooo sometimes...i gotta feeling..heaa di kegoyahan pada masyarakat bila terjadi perubahan; hambatan ideologis; dan pengaruh adat atau kebiasaan.

Kebudayaan Sebagai Peradaban.

                Saat ini, kebanyakan orang dalam memahami gagasan’’ Budaya’’ yang                          dikembangkan di Eropa pada abad ke 18 dan awal abad ke 19. Gagasan                                tentang’’ Budaya’’ ini merefleksikan adanya ketidak seimbangan antara kekuatan                      Eropa dan kekuatan daerah-daerah yang dijajahnya.

Mereka menganggap’’Kebudayaan’’sebagai ‘’peradaban’’ sebagai lawan kata dari ‘’alam’’ Menurut berpikir seperti ini, kebudayaan satu dengan kebudayaan yang lain dapat diperbandingkan, salah satu kebudayaan kebudayaan pasti lebih tinggi daripada kebudayaan lainnya.

            Pada prateknya, kata kebudayaan merujuk pada benda-benda dan aktivitas yang elit’’ misalnya seperti memakai baju yang berkelas, fine art, atau mendengarkan musik klasik, sementara kata kebudayaan digunakan untuk mengambarkan orang yang mengetahui dan mengambil bagian dari aktivitas-aktivitas di atas. Sebagai contoh, jika seseorang berpendapat bahwa musik klasik adalah musik yang’’ berkelas’’, elit dan bercitarasa seni, sementara musik tradisional dianggap sebagai musik kampungan dan ketinggalan zaman, maka timbul anggapan bahwa ia adalah orang-orang yang sudah ‘’berkebudayaan’’   

            Orang yang menggunakan kata ’’kebudayaan’’ dengan cara ini tidak percaya ada kebudayaan lain yang eksis, mereka percaya bahwa kebudayaan hanya ada satu dan menjadi tolak ukur, nilai dan norma di seluruh dunia. Menurut cara pandang ini, seseorang yang memiliki kebiasaan yang berbeda dengan mereka yang ’’berkebudayaan’’ disebut sebagai orang-orang ‘’ yang tidak berkebudayaan’’ bukan sebagai orang dari ‘’kebudayaan yang lain’’ Orang yang tidak’’berkebudayaan’’ dikatakan lebih’’Alam’’ dan para pengamat sering kali mempertahankan elemen dari kebudayaan tingkat tinggi(high culture) untuk menekan pemikiran’’manusia alami’’(human tature).

            Sejak abad ke 18, beberapa kritik telah menerima adanya perbedaan antara berkebudayaan dan tidak berkebudayaan, akan tetapi perbandingan itu berkebudayaan dan tidak berkebudayaan telah dapat menekan interprestasi perbaikan dan interprestasi pengalaman sebagai perkembangan yang meruksak dan tidak ‘’alami’’ yang mengaburkan dan menyimpangkan sifat dasar manusia. Dalam hal ini, musik tradisional yang diciptakan masyarakat kelas pekerja, dianggap mengekspresikan’’jalan hidup yang alami’’(natural way of life), dan musik klasik sebagai suatu kemunduran dan kemerosotan.

            Saat ini kebanyakan ilmuwan sosial menolak untuk memperbandingkan antara kebudayaan dengan alam dan konsep monadik yang pernah berlaku. Mereka menganggap bahwa kebudayaan yang sebelumnya di anggap tidak elit, dan kebudayaan elit adalah sama masing-masing masyarakat memiliki kebudayaan yang tidak dapat diperbandingkan. Pengamat sosial membedakan beberapa kebudayaan sebagai kultur populer(popular cuture) atau pop kultur, yang berarti barang atau aktivitas yang diproduksi dan dikonsumsi oleh banyak orang. 

            Nilai dan Norma Sosial dalam Proses Sosialisasi budaya

          Proses sosialisasi adalah proses belajar yang dialami individu sejak masa kanak-kanak sampai masa tua untuk belajar pola-pola dan tindakan dalam berinteraksi sosial dengan individu yang lain disekelilingnya yang mengemban berbagai peran sosial dan budaya dalam kehidupan sehari-hari.

        Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa proses belajar kebudayaan dilakikan oleh seseorang dimulai dari hal yang terkecil dilingkungan keluarga melalui proses internalisasi, sosialisasi dan enkulturasi.

Proses internalisasi merupakan proses panjang sejak seseorang dilahirkan sampai menjelang meninggal dunia untuk belajar menanamkan dalam kepribadiannya, segala perasaan, hasrat, nafsu dan emosi yang diperlukan sepanjang hidup.

Sedangkan enkulturasi adalah proses belajar yang di alami individu sejak kecil sampai masa tuanya untuk belajar dan menyesuaikan alam pikiran serta sikapnya dengan adat istiadat, sistem norma, dan peraturan-peraturan yang hidup dalam kebudayaannya.

Sejak lahir seseorang telah memiliki bakat yang terkadung dalam gennya untuk mengembangkan berbagai macam perasaan, hasrat, nafsu dan emosi dalam setiap  kepribadiannya. Namun dalam mengaktifkan wujud isi kepribadian ini dipengaruhi oleh berbagai macam rangsangan dari lingkungannya, baik lingkungan alam, lingkungan sosial, maupun lingkungan budayanya.

Perasaan yang berkembang itu seperti misalnya perasaan puas dan perasaan tidak puas, gembira, bahagia, simpati, cinta, benci, malu, bersalah, berdosa, harga diri dan aman. Hasrat yang muncul misalnya hasrat meniru, mempertahankan hidup, bergaul, ingin tahu, merasakan keindahan, dan berbakti. Karena perkembangan perasaan, hasrat, nafsu, dan emosi dalam kepribadian individu sangat dipengaruhi oleh lingkungan, maka meskipun manusia memiliki perasaan, hasrat, nafsu, dan emosi yang sama. Namun corak dan nuansanya menunjukan perbedaannya sesuai dengan keadaan lingkungan masyarakat dan kebudayaan tempat ia hidup dan dibesarkan.

Sejalan dengan bertambahnya usia, individu berinteraksi dengan banyak orang yang mengemban sosial sehingga dalam proses itu ia belajar lebih banyak pola dan tindakan. Dengan demikian dimensi sosialisasi itu berkembang dari proses yang sederhana ke arah yang mangkin kompleks sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan yang menggambarkan nilai, norma sosial serta budayanya.

Nilai dan norma sosial dipelajari sejak seseorang masih kecil dan kemudian dibudidayakan dalam masyarakat dengan meniru tindakan orang lain dalam lingkungan keluarga kemudian dengan lingkungan teman-teman bermain dan dengan orang-orang di lingkungan terdekatnya.

Dengan semakin berkembangnya usia anak tersebut tidak saja hanya melakukan proses imitasi (peniruan) akan tetapi mulai pula mempelajari sendiri nilai dan norma serta budaya dalam masyarakat melalui percakapan dengan orang lain, membaca, mendengarkan pembicaraan orang lain, mendengan dari radio, media massa dan lain sebagainya. Semua proses tersebut berlangsung secara formal dan informal sehingga terjadi proses sosialisasi  dan sekaligus enkulturasi trhadap penanaman nilai, norma-norma sosial dan budaya sosial tersebut dalam diri individu.

Keteraturan dan Dinamika Sosial Budaya.

·         Keteraturan sosial.

Keteraturan sosial ialah suatu tatanan yang menggambarkan kesiapan suatu kelompok dalam kehidupan bersama. Berdasarkan pengertian tersebut, keteraturan sosial tidak terlepas dari unsur-unsur kebudayaan, nilai-nilai dan sikap yang menjadikan dasar dalam menentukan apa yang benar dan penting. Dalam hal ini, diperlukan nilai dan norma untuk dipatuhi oleh seluruh anggota masyarakat. Norma dan budaya perlu ditumbuhkan agar tercipta ketertiban sosial. Keteraturan sosial sangat ditentukan oleh adanya keseimbangan antara hak dan kewajiban.

 Salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh anggota masyarakat agar tercipta keteraturan sosial adalah mentaati norma-norma dan budaya kebersamaan. MIsalnya? Setiap waga negara diwajibkan membayar iuran setiap bulannya kepada RT untuk kepentingan keamanan, kebersihan lingkungan dan lain sebagainya. Apa bila warga sudah melaksanakan kewajibannya itu, maka sebagai warga mempunyai hak untuk mendapatkan pelayanan dan keamanan.

Keteraturan sosial dan budayaberkembang secara bertahap yaitu sebagai berikut  :

a. Tahap menciptakan tertib sosial dan budaya kebersamaan.

Mengandung maksud bahwa baik pengurus maupun warga yang diurus harus saling pengertian dan saling menghargai sehingga dapat tercipta iklim kerja yang harmonis. 
 
Contoh : antara pemimpin perusahaan dengan karyawan diupayakan untuk tidak menimbulkan kecemburuan sosial. Misalnya, dalam kenaikan upah pegawai hal ini harus dilaksanakan sesuai dengan waktunya. Pihak pemimpin melaksanakan upah sesuai dengan ketentuan yang berlaku

                      b. Tahap keteraturan.

Tahap keteraturan, artinya pihak pemimpin dan karyawan secara tetap melaksanakan antara hak dan kewajiban dengan penuh rasa dan tanggung jawab.

 C. Tahap keajegan.

             Tahap keajegan artinya segala sesuatu yang telah, sedang dan yang akan dikerjakan harus senantiasa sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga keberadaannya dapat dipertahankan dan diyakini.oleh segenap mamyarakat

                        d. Tahap terpola.

    Tahap terpola artinya, adalah jika keajegan telah terwujud, tahan uji, dan diterima oleh semua pihak sehingga berkembang menjadi pola. Contoh sebagai berikut:

        Pola hubungan pengusaha, karyawan, dan pemerintah yang disebut’’Pola’’ Hubungan industrial’’ atau tripartit.

      Secara konkrit, norma, dan nilai sosial terwujud didalam hukum, baik hukum adat, hukum agama, maupun perundang-undangan lainnya. Sesuatu yang baik itu akan menjadi ideal bagi orang-orang dalam lingkungan tempat dimana nilai itu diciptakan dan diterima. Dengan demikian, nilai dan norma serta budaya merupakan pedoman pelaksanaan hidup bagi masyarakat.

        Dengan berpedoman pada pola-pola tingkah laku yang sesuai dengan institusi      tersebu diharapkan apa yang kita inginkan dapat terwujud, antara lain adalah sebagai berikut:

                       a. Terciptanya ketertiban dalam masyarakat.

        Setiap anggota masyarakat harus dapat mematuhi segala aturan yang berlaku di masyarakat sehingga diharapkan kehidupan masyarakat menjadi aman, tertib, dan teratur.

            b. Terciptanya pola-pola tingkah laku yang selaras, serasi, dan seimbang.

        Kehidupan masyarakat yang membudayakan keamanan dan ketertiban dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyrakat mempunyai kecenderungan tercapainya masyarakat yang harmonis.


c.
 
Terbentuknya ke ajegan sosial yang dapat mendorong kemajuan dalam masyarakat.  

Berbagai nilai, norma dan budaya yang sudah disepakati bersama harus direalisasikan oleh segenap warga serta masyarakat. Sehingga keadilan dan kebenaran dapat ditegakan serta mencegah penyelewengan wewenang. Situasi ini dapat mendorong setiap individu untuk berkarya terus dan akhirnya dapat mendorong masyarakat secara utuh.

Perwujudan keteraturan sosial dapat diimplementasikan dalam berbagai sendi kehidupan, diantaranya adalah sebagai berikut:

            d. Kehidupan dalam keluarga.

        Keluarga merupakan unit sosial terkecil dalam masyarakat sebagai wahana pertama  menanamkan sikap, nilai, norma sosial dan budaya. Hal ini tidak terlepas dari peranan orang tua  dalam membimbing dan menanamkan kebiasan-kebiasaan kepada putra, putrinya agar terbentuk pribadi-pribadi yang baik, kedua orang tua merupakan tokoh yang dominan dan memegang peranan penting dalam membentuk pribadi anak, terutama dalam layanan pendidikan. Apabila pendidikan dalam keluarga berhasil baik, hal ini akan mendorong terbentuknya anggota-anggota masyarakat yang baik. Keteraturan dalam keluarga harus memperhatikan pula hak dan kewajiban  para anggota keluarga itu sendiri. diantara hak dan kewajiban itu tidak terjadi tumpang tindih atau salah kaprah yang kemudian akan dapat menimbulkan keretakan dan ketidak harmonisan keluarga. 

         Kehidupan dalam masyarakat.

       Keteraturan sosial budaya sangat penting dalam kehidupan masyarakat, yaitu mendorong warga masyarakat dalam mencapai hal-hal yang dianggap baik dan menjauhi segala sesuatu yang bersifat meragukan.

     Apabila kesejahteraan sosial berjalan dengan baik, keajegan kehidupan sosial dapat berjalan dam bertumbuh kembang menuju ketertiban, keamanan, dan keharmonisan. Keteraturan sosial dalam masyarakat mencerminkan keserasian norma-norma sebagai alat agar anggota masyarakat dapat menyesuaikan dengan norma tersebut. 

Hubungan antara warga yang satu dengan warga yang lain. Warga satu wilayah dengan warga wilayah lainnya, dan warga dengan penyelenggara negara selalu berlandaskan pada norma-norma yang telah ditentukan bersama sehingga tercipta suasana yang tentram dan damai

Kehidupan dalam sekolah atau dalam pendidikan.

        Kehidupan dalam sekolah atau dalam lingkungan pendidikan tidak terlepas dari norma-norma dan nilai-nilai sosial yang menjadi patokan perilaku individu antara pengajar dengan siswa, antara siswa dan pembimbing belajar dengan keteraturan sosial di sekolah atau di lingkungan belajar lainnya harus diwujudkan sehingga interaksi belajar mengajar berlangsung lancar dan tujuan belajar dapat tercapai, dalam pendidikan formal maupun non formal dituntut adanya rasa kebersamaan dan rasa tanggung jawab yang besar, sebab pendidikan itu merupakan suatu kebutuhan dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia, khususnya peningkatan kualitas manus Indonesia

Perwujudan keteraturan sosial budaya yang harus mencakup semua aspek yang terkait didalamnya dan berlaku tampa pandang bulu sehingga semua komponen ini merupakan satu sistem yang tidak terpisahkan. 

Demikian pula dalam hubungan seluruh komponen masyarakat, siswa sekolah dan yang sejisnya menujukan keteraturan. sehingga semua pihak yang terkait dapat munujukan hubungan yang baik sehingga dapat tercipta dan terlaksana keteraturan sosial budaya yang dimaksud.

 Keteraturan sosial budaya di sekolah, madrasah, dan masyarakat mempunyai tujuan sebagai berikut :

  Budaya menumbuhkan rasa hormat terhadap guru, kepala sekolah, karyawan dan terhadap semua teman serta kepada orang yang lebih tua usianya di lingkungan masyarakat.

            Menjalankan segala peraturan dan tata tertib baik dilingkungan sekolah, kampus dan dilingkungannya masing-masing, setiap siswa, pelajar, masyrakat sebagai anggota dilingkungan pendidikan dan masyrakat harus sama-sama dapat menjaga nama baik lingkungan.

 Kehidupan Beragama.

        Dalam kehidupan beragama, faktor keteraturan sosial dan budaya merupakan kunci keberhasilan seseorang atau kelompok dalam menjalankan kehidupan keagamaan. Manusia dalam menjalankan syariat agama dan kepercayaannya mencakup adanya hubungan antara mahluk dengan sang khaliknya atau tuhan semesta alam melalu ibadah dan upacara-upacara keagamaan menurut agamanya masing-masing yang di anutnya.

 Aktivitas menjalankan ibadah keagamaan, manusia dituntut mengikuti aturan-aturan yang telah menjadi pedoman dan patokan menurut agamanya masing-masing. disinalah peran keteraturan sosial budaya dapat diwujudkan, baik di tempat-tempat ibadah, maupun dalam hubungan antar umat beragama.

             Untuk mencapai kesempurnaan hidup baik di dunia, diperlukan adanya berbagai syarat di antaranya sebagai berikut :

1. Ketaqwaan kepada tuhan yang maha esa.

2.Melaksanakan segala perintah dan kewajiban agama dan menjauhi           segara larangannya.

          3. Menciptakan kerukunan umat beragama sehingga dapat hidup rukun dan               damai.

         4. Dalam menghadapi berbagai cobaan sebagai umat beragama kita harus                 sabar, tawakal, dan memilik ketabahan.

                  5. Dapat senantiasa menyukuri segala kenikmatan dan cobaan yang telah                          diperoleh dan yang menghampiri kita.

 Dinamika sosial Budaya.

Kehidupan masyarakat akan lebih baik namakala tingkah laku manusia mengikuti berbagai norma dan aturan yang ada, sehingga dapat tercapai keteraturan sosial dan budaya. Oleh karena itu, perlu diterapkan suatu sistem kehidupan normatif dalam dinamika sosial budaya dalam kehidupan bermasyarakat.

 Seperti adanya kelompok-kelompok sosial yang berkembang bukan merupakan kelompok-kelompok yang statis. Setiap kelompok-kelompk sosal pasti akan mengalami  perkembangan serta perubahan. Untuk meneliti gejala tersebut, perlu ditelaah lebih lanjut mengenai dinamika kelompok-kelompok sosial tersebut. Beberapa kelompok sosial sifatnya lebih setabil daripada kelompok-kelompok sosial lainnya, strukturnya tidak mengalami perubahan yang mencolok. Ada pula kelompok-kelompok sosial yang mengalami perubahan secara cepat walaupun tidak ada pengaruh dari luar. Akan tetapi, pada umumnya kelompok-kelompok sosial mengalami perubahan-perubahan sebagai akibat proses formasi ataupun reformasi dari pola-pola dalam kelompok akibat pengaruh dari luar.

 Dinamika sosial budaya bisa terjadi antara lain karena hal sebagai berikut :

             a. Berubah setruktur sosial.

  b.  Penggantian anggota kelompok.

             c.  Perubahan situasi sosial, budaya, politik, dan ekonomi.

Berubahnya struktur kelompok sosial dapat terjadi karena sebab-sebab dari luar. Pertama-tama perlu diuraikan mengenai perubahan akibat perubahan situasi. Situasi yang dimaksudkan disini  adalah keadaan saat tadi hidup. Perubahan-perubahan pada situasi yang bersangkutan dapat pula mengubah struktur kelompok sosial tadi. Ancaman-ancaman dari luar sering kali menjadi faktor yang mendorong terjadinya perubahan struktur kelompok sosial.

Pergantian anggota kelompok sosial tidak perlu membawa perubahan struktur kelompok tersebut. Umpamanya pergatian personalia suatu perusahaan. Angkatan bersenjata sering mengalami pergantian yang tidak selalu mengakibatkan perubahan strukturnya secara keseluruhan. Akan tetapi, ada pula kelompok-kelompok sosial yang mengalami keguncangan apabila ditinggalkan salah seorang anggotanya, khususnya apabila anggota tersebut mempunyai kedudukan penting dalam kelompok tersebut.

Dalam dinamika kelompok, mungkin akan terjadi antagonisme antar kelompok. Apa bila terjadi peristiwa tersebut, secara hipotesis prosesnya adalah sebagai berikut :

          a. Apabila dua kelompok bersaing akan timbul stereoti

         b.Kontak antara dua kelompok yang bermusuhan tidak akan mengurangi sikap         tindak permusuhan.

          c.Tujuan yang harus dicapai dengan kerja sama akan dapat menetralisirkan sikap               tindak permusuhan.

           d. Dalam kerja sama mencapai tujuan, stereotip yang semula negatif menjadi positif.

        Stereotip(stereotype) merupakan suatu konsep yang erat kaitannya dengan konsep prasangka, orang yang menganut stereotip mengenal kelompok lain cenderung berprasangka terhadap kelompok tersebut. Menurut kornblum(1988:303) stereotip merupakan citra yang kaku mengenai suatu kelompok kelompok, ras, dan atau budaya yang di anut tampa memperhatikan kebenaran citra tersebut. Menurut Banton (1967:299-303), stereotip mengacu pada kecenderungan bahwa sesuatu yang dipercayai orang bersifat terlalu menyederhanakan dan tidak peka terhadap objektif. Stereotif mungkin ada benarnya, tetapi tidak seluruhnya benar.

 Suatu konflik antar kelompok mungkin terjadi karena persaingan untuk mendapatkan mata pencaharian hidup yang sama, atau terjadi pemaksaan unsur-unsur kebudayaan tertentu. disamping itu, mungkin ada pemaksaan agama, dominasi politik atau konflik tradisional yang terpendam. Contoh, hubungan antar mayoritas dan minoritas, reaksi golongan minoritas mungkin dalam bentuk sikap tidak menerima, agresif, menghindar, atau asimilasi.

 Dinamika sosial budaya juga menyangkut gerak atau perilaku kolektif. Gejala tersebut merupakan suatu cara berpikir, merasa, dan beraksi dari suatu kolektiva yang serta merta dan tidak berstruktur. Sebab-sebab suatu kolektiva menjadi agresif, antara lain adalah sebagai berikut :

     a. Prustasi dalam jangka waktu yang lama.

     b. Tersinggung.

                c.    Dirugikan

                d.    Ada ancaman dari luar.

                e.     Diperlakukan tidak adil.

                f.      Menghadapi masalah-masalah kehidupan yang sensitif.

        Dinamika sosial budaya yang diharapkan adalah dinamika yang progresif menuju kemajuan dan kesejahteraan, serta perdamaian hidup bangsa Indonesia. Hal ini bisa terjadi mungkin apa bila bangsa Indonesia menyadari pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa dan warga masyarakat.

        Ringkasan

        Interaksi sosial budaya adalah hubungan sosial budaya yang dinamis menyangkut hubungan antar individu-individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok lainnya. Interaksi sosial budaya merupakan kunci dalam sendi-sendi kehidupan sosial, karena tampa interaksi tidak mungkin terjadi aktivitas dalam kehidupan sosial budaya. Secara sederhana, interaksi sosial budaya terjadi apa bila ada dua orang saling bertemu, saling menegur, salang berkenalan, dan saling mempengaruhi, dan pada saat itulah terjadinya interaksi sosial dan saling bertukar budaya.

    Ada empat faktor pendorong utama terjadinya interaksi sosial budaya dalam masyarakat, yaitu sebagai berikut:

     Pertama adalah proses imitasi yakni peniruan tingkah laku orang lain untuk diterapkan pada seseorang yang meniru proses tersebut.

     Ke dua sugesti, yakni suatu pendapat, saran, pandangan, sikap yang diberikan seseorang kepada orang lain tampa disertai daya kritik.

     Ke tiga identifikasi, yakni suatu kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain(meniru secara keseluruhan).

     Ke empat Simpat yakni proses seseorang merasa tertarik pada pihak lain.

      Bentuk-bentuk interaksi sosial menurut Gillin dan Gillin dapat digolongkan menjadi dua macam, yakni:

1.    Proses asosiasi (process of association) ada tiga Bentuk khusus, yaitu akomodasi, asimilasi, dan akulturasi.

2.  Proses disosiatif (process of disociation) yang mencakup antara lain persaingan, kontravensi, dan pertentangan (conflict).

        Keteraturan sosial budaya ialah suatu tatanan yang menggambarkan kesiapan suatu kelompok dalam kehidupan bersamaTahap-tahap keteraturan sosial budaya yaitu tahap menciptakan tertib sosial budaya, tahap keajegan, dan tahap perwujudan keteraturan sosial budaya dapat di implementasikan melalui berbagai segi kehidupan di antaranya adalah kehidupan dalam keluarga, kehidupan dalam masyarakat, kehidupan dalam sekolah atau belajar, dan kehidupan beragama.

·                        Dinamika sosial budaya yang diharapkan adalah dinamika yang progresif               menuju kemajuan dan kesejahteraan. 

          Budaya Kecerdasan Kreativitas (CQ)

            Kecerdasan manusia ternyata begitu kompleks. Namun selama ini kecerdasan yang banyak ditemukan atau diperbincingkan ditengah-tengah masyarakat pada umumnya ada tiga, yaitu. Kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosional (EQ), dan Kecerdasan spiritual (SQ). Pedahal dalam diri manusia memilik lima kecerdasan secara global, yaitu selain kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), kecerdasan spiritual (SQ), ada yang namanya kecerdasan adversitas (AQ), dan kecerdasan kreativitas (CQ). Kedua kecerdasan tersebut tidak atau jarang sekali terdengar di lingkungan sekolah, masyarakat dan jarang sekali digunakan sebagai bahan diskusi atau bahan pembicaraan. Pedahal seharusnya kedua kecerdasan itu dapat di latihkan dan tularkan kepada siswa ataupun masyarakat yang membutuhkan. Mengapa, agar budaya kebersamaan, memberi dan  menerima, budaya kerja sama, dan budaya kreatif senantiasa terjalin dengan baik satu sama lainnya.

       Manusia adalah mahluk sosial, berpikir, berkesinambungan, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan mahluk yang kreatif, serta mahluk pencipta, sesuai dengan pitrahnya sebagai manusia itu sendiri yang senantiasa ingin menciptakan hal-hal yang baru dan yang bermanfaat, meskipun dalam kenyataannya manusia hanya mampu menciptakan hal-hal negatif yang dapat meruksak moral atau pun alam, seperti yang sering kita lihat dan kita dengar, kita tonton dan kita baca baik yang melalui media elektronik, maupun koran atau majalah..

     Manusia notabenenya adalah mahluk sosial dan penurut. Namun kebanyakan mereka menurut hanya sebatas melakukan apa yang diperintah kan oleh kecerdasan intelektual (IQ) semata yang berakhir dalam satu tujuan yaitu financial sehingga hampir semua orang berpendapat sukses itu adalah terkenal dan kaya raya. Meskipun begitu hal yang demikian tidak salah dan tidak dapat dipermasalahkan, karena itu semua merupakam hak bagi setiap individu dalam berpendapat

     Budaya adalah salah satu dari sekian banyak mata pelajaran baik disekolah, dipesantren, di madrasah maupun dilingkungan masyarat yang harus kita budidayakan dan kita lestarikan. Untuk dapat mencapai semua kecerdasan tersebut di atas. Budaya juga dapat digunakan untuk melatih invidu agar memiliki kemampuan di dalam memahami konsep. pentingnya berbudaya itu untuk menampilkan peran apresiasi terhadap budaya itu sendiri. menampilkan kreativitas melalui budaya, dan menampilkan peran serta budaya dalam tingkat lokal, regional, maupun global.

        Budaya

Budaya merupakan suatu kebiasaan yang mengandung nilai – nilai penting dan fundamental yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan tersebut harus dijaga dan dirawat agar tidak luntur atau hilang dimakan zaman sehingga dapat dipelajari dan dilestarikan oleh generasi berikutnya. Budaya secara umum dapat dibagi menjadi dua macam yaitu :

1. Budaya Daerah adalah suatu kebiasaan dalam wilayah atau daerah tertentu yang diwariskan secara turun temurun oleh generasi terdahulu kepada generasi berikutnya pada ruang lingkup daerah tersebut. Budaya daerah ini muncul saat penduduk suatu daerah telah memiliki pola pikir dan kehidupan sosial yang sama sehingga itu menjadi suatu kebiasaan yang membedakan mereka dengan penduduk – penduduk yang lain. Budaya daerah sendiri mulai terlihat berkembang di Indonesia pada zaman kerajaan – kerajaan terdahulu.

2. Budaya Nasional adalah gabungan dari budaya daerah yang ada di Negara tersebut. Itu dimaksudkan budaya daerah yang mengalami asimilasi dan akulturasi dengan dareah lain disuatu Negara akan terus tumbuh dan berkembang menjadi kebiasaan-kebiasaan dari Negara tersebut. Contohnya Pancasila sebagai dasar negara, Bahasa Indonesia dan Lagu Kebangsaan yang dicetuskan dalam Sumpah Pemuda 12 Oktober 1928 yang diikuti oleh seluruh pemuda berbagai daerah di Indonesia yang membulatkan tekad untuk menyatukan Indonesia dengan menyamakan pola pikir bahwa Indonesia memang berbeda budaya tiap daerahnya akan tetapi tetap dalam satu kesatuan dan persatuan Indonesia Raya dalam semboyan “bhineka tunggal ika”.

           Ada suatu pepatah bijak mengatakan :

‘’Cintai budayamu layaknya engkau mencintai ibumu “

”Suatu Negara tidak akan menjadi negara yang besar dan kuat jika tidak mengetahui jati diri dari budaya negara tersebut” 

        Tanpa adanya kebudayaan, suatu Negara tidak dapat mempunyai ciri khas di mata dunia. Namun yang menjadi kegelisahaan para seniman dan tokoh masyarakat yang sudah bergaul dengan kebudayan alami Indonesia adalah tidak adanya pengakuan atau pengukuhan atas berbagai macam suku, budaya, adat dan kekayaan alam Indonesia oleh pemerintah. Apakah mereka malu dan enggan untuk mengurusi hal seperti ini? Mungkinkah bagi mereka yang terlebih penting di tangani adalah urusan politik yang tidak kunjung sembuh, padahal justru semakin membuat bengkak hati para rakyat Indonesia. Hal ini sebenarnya sudah tidak asing lagi, namun jika diteruskan semakin ironis melihatnyaa. Akan ada berapa banyak lagi kebudayaan yang akan diakui oleh Negara luar, terutama Negara tetangga kita (Malaysia). Sebanarnya tidak hanya Malaysia saja yang akan mengakui kebuayaan Indonesia, tetapi Negara-negara lain pun bisa melakukannya. Jika pertahanan dan hukum untuk melindungi kebudayan tidak di ketatkan. 

        Indonesia adalah negara yang banyak memiliki pulau yang disatukan oleh lautan. Indonesia memiliki banyak obat-obatan tradisional, bahkan jika dibandingkan Negeri Gingseng Indonesialah yang paling banyak jenis tumbuhan herbal. Tidak hanya itu saja bahkan para manusia Indonesia pun bisa meneliti dan mengolahnya. Kebudayaan indonesia bukan hanya dari alat music, lagu-lagu dan pakaian saja. Bisa dikatakan semua materi yang Allah SWT berikan di bumi ini dimiliki oleh Indonesia. Antara lain :

        1.   Agama yang beraneka ragam

       2.  Rumah adat

       3.  Bahasa daerah

       4.  Pakaian tradisional dari tiap-tiap daerah

       5.  Alat & jenis music tradisional

    6. Banyaknya pesona alam yang tidak kalah dengan Negara lain (hutan, bukit,   lembah, dll)

       7. Berbagai macam ilmu bela diri & tari tradioional, dll.

Dengan banyaknya kebudayaan daerah tersebut akan menjadi sumber kebudayaan nasional yaitu Negara Indonesia. Jika dijelaskan satu persatu kebudayaan, waaah banyak sekaliii. .. silahkan searching di google. Yang jelas 7 poin seperti yang sudah dijelaskan di atas salah satu dari aneka ragam Bhineka Tunggal Ika.

Kebudayaan Nasional Masih Akan betahan. 

        Wujud kebudayaan nasional Indonesia akan terus bertahan, apabila setiap individu manusia indonesia menjadi pelaku utama dalam menjaga dan melestarikan budaya itu sendiri, karena hanya dengan menjaga serta melestarikan budaya insya allah kita dapat mempertahankan budaya yang turun temurun dari abad ke abad hingga sekarang.

Seorang tokoh mengungkapkan, telah tumbuh anggapan bahwa teater nasional ialah seperti drama-drama eropa yang berdasarkan teks tertulis. Sementara wayang, lenong, longser, dan ketoprak tidak dianggap sebagai teater Indonesia. "Masalah yang dihadapi bangsa Indonesia sekarang sekarang ini, masih juga menyuarakan masalah yang sudah dipolemikkan dari waktu ke waktu hingga sekarang. Konon katanya, Menurut beberapa sumber, masalah kebudayaan barat dan kebudayaan timur yang menjadi salah satu pokok polemik sekarang sudah tidak begitu dipermasalahkan. Yang menjadi tema polemik sekarang ramai di diskusikanke adalah masalah modernisasi dan westerenisasi, sedangkan sekarang masalah globalisasi lebih menjadi perhatian.

Banyaknya anggapan yang tersiar seperti itu, seharusnya kita sebagai generasi muda pewaris kebudayaan harus sigap dan cepat dan bersegera membuat panduan peraturan dan bersegera mematenkan kebudayaannya. Jika kita tidak ingin kehilangan kebudayaan. Dengan kata lain untuk apa kita punya banyak kebudayaan jika ujung-ujungnya diakui oleh orang lain atau negara lain.

Budayanya yang sangat unik. Indonesia memang sebuah Negara yang terdiri atas bermacam-macam suku. Dengan keanekaragaman suku ini, Indonesia memiliki beragam budaya yang berbeda-beda di setiap daerah. Budaya Indonesia terdiri atas beragam kategori. Ada alat musik, tarian, bahasa, adat pernikahan, adat kematian, adat kelahiran, upacara-upacara, senjata tradisional, rumah adat, baju adat dan sebagainya. Termasuk Hurp Djawa dan Sunda Kuna didalamnya. Yaitu suatu budaya yang dapat merubah kata-kata, atau nama menjadi angka. Dengan adanya keragaman budaya ini menyebabkan adanya latar belakang, pemikiran, prinsip, serta karakter masyarakat yang berbeda-beda juga. Ada masyarakat yang memiliki karakter keras, lembut, open mind, berprinsip, dan sebagainya. Tidak hanya sebatas itu saja, tradisi di Indonesia juga mencakup obat-obatan tradisional seperti jamu, ramuan Madura, ramuan Kalimantan, dan sebagainya.

          Dengan banyaknya keragaman budaya ini Masyarakat Indonesia bisa saling berbagi informasi dan saling bertukar pikiran satu sama lain. Baik itu dalam segi kehidupan, perekonomian, bermasyarakat, pendidikan dan sebagainya. Dengan demikian, Indonesia akan seutuhnya menjadi Negara yang kaya. Kaya akan kekayaan alam hayati, keanekaragaman budaya, juga keanekaragaman manusianya beserta pemikirannya yang maju. Dengan adanya keragaman ini Indonesia akhirnya memiliki sebuah semboyan yaitu “Bhinneka Tunggal Ika” artinya berbeda-beda tapi tetapi satu tujuan. Jadi, meskipun masyarakat Indonesia memiliki latar belakang, pemikiran, prinsip, serta karakter yang berbeda, tapi masyarakat Indonesia ini tetap memiliki satu tujuan yang sama yaitu menjadikan Indonesia yang merdeka, bersatu, adil, makmur, dan beradab.

Sejarah dan Kebudayaan Indonesia merupakan bahasan tahapan perkembangan kebudayaan. Indonesia pada setiap periode. Kawasan Indonesia mempunyai banyak pulau yang dipisahkan oleh laut dan selat memiliki sejarah perkembangan budaya yang tidak seragam. Daerah yang berada dalam satu wilayah pun terkadang mengalami perbedaan perkembangan kebudayaan. Beberapa penyebabnya adalah ( pertama ) perbedaan intensitas budaya asing yang masuk ke masing-masing daerah. (ke dua ) perbedaan periode (lama waktu) intervensi budaya luar terhadap budaya lokal daerah. Dua faktor utama tersebut berperan dalam membentuk budaya Indonesia saat ini. Dalam perkembangannya, ada unsur yang melatar belakangi perkembangan unsur lainnya, yaitu unsur Religi. Unsur tersebut melahirkan pandangan hidup. Buku ini akan membahas mengenai salah satu budaya dan falsafah yang tidak berkembang dan tidak familiar di telinga kita sebagai manusia Indonesia. Pembahasan tersebut dikemas secara ringkas dengan harapan dapat apresiasi dari pembaca.

Religi selalu hadir dalam bentuk apa pun di setiap kebudayaan etnik di dunia. Tak terkecuali etnik di Nusantara. Bentuk Religi dalam wujudnya yang paling pertama adalah menghormati kekuatan yang mengisi ruang alam. Kekuatan tersebut mencakup kekuatan negatif maupun positif. Tak bisa disangkal bahwa kedua kekuatan tersebut hadir dalam kehidupan manusia. Kekuatan tidak berbentuk dan dapat menghuni berbagai ruang seperti bebatuan, sungai, pepohonan atau lembah dan sebagainya.

Saat peradaban mulai berkembang, religi menyesuaikan bentuknya dengan pemikiran manusia. Ketua kelompok dipilih oleh anggotanya berdasarkan konsep Primus Interpares (yaitu orang yang paling unggul di antara para unggulan). Selama menjadi pemimpin, ketua kelompok diharuskan sanggup menyelenggarakan pesta jasa (fiest of merit) pada seluruh anggotanya. Pesta tersebut bisa berupa pendirian monumen untuk mengenangnya. Monumen tersebut biasanya berbentuk punden berundak, dengan menhir yang menjulang tegak di atasnya. Jika meninggal, roh ketua kelompok akan mendiami puncak-puncak gunung bersama roh leluhur. Roh ketua kelompok dapat dipanggil sewaktu-waktu rakyatnya memerlukan pertolongan dengan memasuki menhir yang menjadi simbolitas. Dengan demikian lahirlah Religi Pemujaan terhadap Arwah Leluhur (ancestor worship) di Nusantara.

Demikianlah ketika agama besar dunia hadir ke kehidupan penduduk di kepulauan Nusantara pada awal tarikh Masehi. Dalam bidang religi, nenek moyang kita sudah mempunyai dasar yang baik, yaitu sudah bisa mengidentifikasikan kekuatan supranatural. Mereka sudah mampu mengatur warganya sesuai dengan pandangan hidup terhadap kekuatan supranatural. Mereka juga mampu menciptakan kesenian yang didedikasikan untuk kekuatan supranatural, dan masih banyak lagi bentuk apresiasi lainnya untuk alam supranatural. Agama Hindu dan Buddha yang diterima secara luas di Jawa, Sumatera, Bali, dan sedikit di Kalimantan sebenarnya merupakan pembungkus dari ritual pemujaan terhadap arwah leluhur. Agama Islam, Kristen, Katholik yang datang menyusul mendapatkan sambutan yang baik dan berkembang dengan subur di beberapa wilayah berbeda di Nusantara. Perbedaan pendalaman agama-agama besar itu terjadi karena akulturasi dengan lapisan kebudayaan yang sudah mengendap sebelumnya. Hingga dewasa ini kehidupan religi di Indonesia berjalan dengan baik, rasa toleransi, dan melanjutkan tradisi tetap hidup, di antara etnik-etnik besar atau pun kecil.

Masa Kejayaan Hindu-Buddha

Pada masa kekuasaan Hindu-Buddha, masyarakat bisa mengangkat negeri ini hingga mencapai kejayaan. Masyarakat saat ini masih merasa ikut memiliki peninggalan peradaban tersebut, misalnya peninggalan kerajaan Sriwijaya atau Mataram Kuno. Peninggalan tersebut rupanya bisa dimanfaatkan menjadi sumber penghidupan masyarakat saat ini. Wisatawan berdatangan untuk melihat peninggalan sejarah yang dijadikan sebagai objek wisata, mengagumi kejayaan masa lalu. Hal itu membuktikan bahwa sistem sosial masyarakat di masa lalu tidaklah buruk, bahkan mereka mampu membangun karya monumental yang membanggakan.

Masa kejayaan Islam merupakan kebanggaan bagi sebagian masyarakat. Hal itu ditimbulkan dari anggapan bahwa keberhasilan penyebar agama Islam mampu menanamkan kekuasaan di Nusantara. Masyarakat yang tadinya tidak beragama atau kafir, bisa diubah menjadi masyarakat yang bermartabat dan agamis. Agama Islam menjadi rujukan pembuatan tata nilai atau seluruh tindakan sosial di Nusantara.

Beberapa kesultanan didirikan oleh bangsa Arab atau setidaknya mengadopsi nama-nama Arab yang menandakan mereka adalah Islam. Istilah “sulthan” menjadi sebutan bagi penguasa di berbagai kerajaan kecil yang mampu bertahan. Pertikaian antar kelompok mewarnai kerajaan-kerajaan Islam. Di Aceh, pengikut Hamzah Fansyuri diburu dan seluruh buku karangan Hamzah Fansyuri pun dibakar. Pengikut Ar Raniri, orang Arab dari Kerala, membantu mempertahankan kelangsungan Islam di Aceh.

Penyebar Islam di Jawa kebanyakan merujuk pada satu dewan wali yang dikenal dengan Walisongo. Beberapa anggotanya seperti Sunan Kalijogo, Sunan Kudus, Sunan Bonang, Sunan Giri, Sunan Gunung Jati, kyai Pandan Aran masih menjadi tokoh yang sangat dikagumi hingga masa kini. Di Sulawesi ada kesan khusus pada satu tokoh Islam karena dianggap sebagai simbol perlawanan pada kaum kafir, orang Belanda, yaitu Syeh Yusuf yang diasingkan ke Afrika Selatan.

Masyarakat Islam Indonesia pada masa kini belum berhasil menghasilkan sesuatu yang bermakna. Mungkin satu-satunya peninggalan kerajaan Islam yang tersisa adalah “Serat Centhini di Jawa”, yang berupa sebuah ensiklopedi yang cukup tebal. Serat itu mungkin hanya tertandingi oleh “La Galigo” dari Sulawesi Selatan yang mungkin dibuat pada masa Kerajaan Sawungaling. Masyarakat saat ini tidak mampu bersatu untuk menciptakan karya-karya monumental seperti masa dahulu.

Masa pendudukan Belanda di Indonesia merupakan masa-masa paling gelap. Bangsa Indonesia sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk berkembang sebagai suatu bangsa yang mandiri. Kita hanya bisa mengagumi bagaimana bangsa Jepang mampu bertahan dan melakukan restorasi Meiji yang terkenal sehingga mensejajarkan kedudukan Jepang dengan bangsa-bangsa Barat.

Selanjutnya, orang-orang yang digolongkan ke kelompok ‘abangan’ ini mampu melahirkan ide-ide cemerlang untuk bangsa. Kita semua mengenal nama-nama seperti Tan Malaka, Douwes Dekker, atau bahkan Bung Karno. Tokoh-tokoh tersebut telah merintis jalur ke arah kemerdekaan dan memungkinkan pembebasan bangsa ini dari segala bentuk penjajahan baik fisik, ekonomi, dan mental spiritual.

Sejak 1945, setelah Jepang menyerah pada sekutu, bangsa Indonesia merasa bebas dan bersatu mendirikan negara Indonesia. Undang-undang Dasar 1945 dan Pancasila menjadi landasan falsafah bangsa.

Dari perjalanan sejarah kita, terlihat jelas ada masa-masa di mana kita mampu membuat prestasi yang luar biasa. Tetapi mungkin ada suatu pertanyaan besar, di mana salahnya bangsa ini? Mampukah kita menghasilkan monumen bersejarah seperti Borobudur atau kita hanya mampu membuat monumen-monumen impian? He he he he he.......

Semoga buku tentang kebudayaan Indonesia ini memberikan sumbangan bagi masyarakat luas agar bisa melihat kembali ke belakang......Merdeka!

Kebudayaan Hindu dan Buddha .

Berkat hubungan dagang dengan negara-negara tetangga maupun dengan yang lebih jauh seperti India, Tiongkok, dan wilayah Timur tengah, di Indonesia pun mulai berkembang kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha. Agama Hindu masuk ke Indonesia diperkirakan pada awal tarikh Masehi (sekitar abad ke 2 sampai abad ke 4), dibawa oleh para musafir dari India antara lain: Maha Resi Agastya, yang di Jawa terkenal dengan sebutan Batara Guru atau Dwi payana dan juga para musafir dari Tiongkok yakni musafir Budha Pahyien.

Agama Budha sendiri mulai masuk ke Indonesia pada sekitar abad ke-5. Agama Budha sendiri dikemudian hari berkembang lebih pesat, dikarenakan dalam agama Budha tidak menghendaki adanya kasta-kasta dalam masyarakat.

Kedua agama tersebut tumbuh dan berkembang secara berdampingan secara damai. Kebudayaan Hindu dan Budha beralkulturasi dengan kebudayaan asli Indonesia yang sebelumnya telah ada. Masa kedua agama tersebut ditandai dengan munculnya banyak kerajaan-kerajaan di Nusantara. Berikut adalah daftar kerajaan-kerajaan Hindu-Budha yang ada di Nusantara :

Kerajaan Hindu/Buddha di Kalimantan

a.            Kerajaan Kutai 

b.            Kerajaan Hindu/Buddha di Jawa

c.            Kerajaan Salakanagara (150-362) 

d.            Kerajaan Tarumanegara (358-669)

e.            Kerajaan Sunda Galuh (669-1482)

f.             Kerajaan Kalingga  

g.            Kerajaan Mataram Hindu 

h.            Kerajaan Kadiri (1042 - 1222

i.              Kerajaan Singasari (1222-1292)

j.              Kerajaan Majapahit (1292-1527)

 

 Kerajaan Hindu/Buddha  di Sumatra

a.        Kerajaan Malayu Dharmasraya

b.         Kerajaan Sriwijaya

Baik penganut agama Budha dan Hindu sama-sama melahirkan karya-karya budaya yang bernilai tinggi dalam seni bangunan/arsitektur, seni pahat, seni ukir maupun seni sastra, seperti tercermin dalam bangunan/arsitektur, relief-relief yang dibuat dalam candi-candi di Jawa Tengah maupun Jawa Timur. Candi-candi yang dimaksud diantaranya : Borobudur, Mendut, Prambanan, Kalasan (Jawa Tengah), Badut, Kidal, Jago, Singosari (Jawa Timur).

Candi Borobudur sendiri adalah candi terbesar dan termegah di Asia Tenggara.

Kebudayaan Islam

Pada abad ke 11, diperkirakan agama Islam telah masuk ke Indonesia, khususnya daerah Jawa dan Sumatra. Hal ini ditandai dengan ditemukannya makam dari seorang wanita islam di kota Gresik. Islam sendiri masuk ke Indonesia melalui jalur perdagangan, di bawa oleh para saudagar-saudagar yang berasal dari Timur Tengah. Karena Islam masuk dengan damai tanpa adanya pemaksaan, Islam pun dengan cepat dapat berkembang di Indonesia.

Bersamaan dengan makin surutnya kejayaan Majapahit di Nusantara pada abad ke-15, muncullah kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara. Kerajaan-kerajaan yang dimaksud adalah kerajaan Malaka di Semenanjung Malaka, kerajaan Aceh di Ujung Pulau Sumatera, kerajaan Banten di Jawa Barat, kerajaan Demak dipesisir Utara pulau Jawa Tengah.

Persebaran Islam di Indonesia, khususnya di jawa sebagian besar dilakukan oleh wali songo. "Walisongo" berarti sembilan orang wali. Mereka adalah Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Dradjad, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, dan Sunan Gunung Jati. Mereka tidak hidup pada saat yang persis bersamaan. Namun satu sama lain mempunyai keterkaitan erat, bila tidak dalam ikatan darah juga dalam hubungan guru-murid.

Mereka tinggal di pantai utara Jawa dari awal abad 15 hingga pertengahan abad 16, di tiga wilayah penting. Yakni Surabaya-Gresik-Lamongan di Jawa Timur, Demak-Kudus-Muria di Jawa Tengah, serta Cirebon di Jawa Barat. Mereka adalah para intelektual yang menjadi pembaharu masyarakat pada masanya. Mereka mengenalkan berbagai bentuk peradaban baru: mulai dari kesehatan, bercocok tanam, niaga, kebudayaan dan kesenian, kemasyarakatan hingga pemerintahan.

Era Walisongo adalah era berakhirnya dominasi Hindu-Budha dalam budaya Nusantara untuk digantikan dengan kebudayaan Islam. Mereka adalah simbolpenyebaran Islam di Indonesia. Khususnya di Jawa. Tentu banyak tokoh lain yang juga berperan. Namun peranan mereka yang sangat besar dalam mendirikan Kerajaan Islam di Jawa, juga pengaruhnya terhadap kebudayaan masyarakat secara luas serta dakwah secara langsung, membuat "sembilan wali" ini lebih banyak disebut hingga sekarang dibandingkan yang lain.

Sekarang agama islam telah menjadi agama terbesar di Indonesia, dengan persentase sekitar 90% warga Indonesia memeluk agama Islam. Bahkan Indonesia sekarang adalah negara dengan jumlah pemeluk agama Islam di dunia. Tak dapat dipungkiri lagi bahwa kebudayaan islam adalah pemberi saham yang besar dalam perkembangan kebudayaan dan kepribadian bangsa.

Kebudayaan Barat

Dimulai dengan kedatangan bangsa Portugis pada tahun 1512 di Ternate, setelah itu disusul oleh Spanyol dan Belanda. Inilah awal dari masuknya kebudayaan Barat di Indonesia. Portugis dan Belanda yang akhirnya menjajah nusantara juga menyebarkan agama Nasrani di Indonesia, terutama di wilayah-wilayah yang hampir belum tersentuh agama Islam.

Selama sekitar 350 Indonesia dijajah oleh bangsa asing, selama itu pula Indonesia mendapat masukan kebudayaan dari barat. Setelah Indonesia dikuasai mereka, munculnya budaya-budaya barat, contohnya bangunan-bangunan bergaya arsitektur barat, tradisi-tradisi dari barat seperti acara pesta dansa, dan lain-lain.

Kebudayaan dan Kepribadian

Sudah menjadi watak dan kepribadian orang Timur pada umumnya, serta masyarakat Jawa khususnya, bahwa dalam menerima setiap kebudayaan yang datang dari luar, kebudayaan yang dimilikinya tidaklah diabaikan. Hal ini harus kita pertahankan terus untuk memfilter kebudayaan asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Kita harus menjaga kebudayaan kita sendiri dengan baik agar kebudayaan kita dapat berkembang dengan baik dan kita tidak kehilangan jati diri kita sebagai bangsa yang besar. Indonesia.  

1.                                   Zaman Batu dan Logam

Indonesia adalah bangsa yang besar dengan sejarah kebudayaan yang sangat panjang. Menurut hasil temuan-temuan yang ada kebudayaan Indonesia sudah dimulai dari zaman ke zaman. Zaman batu, kira-kira 1.7 juta tahun yang lalu. Berdasarkan pendapat-pendapat para ahli prehistoris, zaman batu dibagi menjadi 3, yaitu :

a.         Zaman Batu Tua (Paleolitikum)

b.         Zaman Batu Pertengahan (Mesolitikum)

c.         Zaman Batu Muda (Neolitikum)

d.        Zaman Batu Tua (Paleolitikum)

Periode zaman ini adalah antara tahun 50.000 SM - 10.000 SM. Pada zaman ini, manusia hidup secara nomaden dalam kumpulan kecil untuk mencari makanan. Mereka memburu binatang, menangkap ikan dan mengambil hasil hutan sebagai makanan. Mereka belum bisa bercocok tanam. Mereka menggunakan batu, kayu dan tulang binatang untuk membuat peralatan memburu. Mereka membuat pakaian dari kulit binatang tangkapan mereka. Selain itu, mereka telah pandai menggunakan api untuk memasak, memanaskan badan dan mengusir binatang.

b.        Zaman Batu Pertengahan (Mesolitikum)

Ketika masa mesolitikum, penduduk Indonesia sudah mulai hidup dengan cara menetap dan sudah mulai bercocok tanam secara sederhana untuk memenuhi kebutuhan makanan mereka, disamping berburu hewan dan menangkap ikan. Tempat tinggal yang mereka pilih umumnya berlokasi di tepi pantai (kjokkenmoddinger) dan goa-goa (abris sous roche).

·         Kjokkenmoddinger adalah sampah dapur yang berisi siput, kerang dan barang-barang hasil kebudayaan seperti kapak genggam, ditemukan di sepanjang pantai timur Pulau Sumatera.

·         Abris sous roche adalah goa menyerupai ceruk batu karang yang digunakan manusia sebagai tempat tinggal. Ditemukan didaerah Madiun, Besuki, Timor dan Rote.

c.          Zaman Batu Muda (Neolitikum)

Zaman batu muda (Neolitikum) benar-benar membawa revolusi dalam kehidupan manusia. Pada zaman ini, mereka telah hidup menetap, membuat rumah, membentuk kelompok masyarakat desa, bertani dan berternak untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sejalan dengan itu revolusi alat-alat penunjang kehidupanpun terjadi.

Setelah masa Neolitikum, kemudian kebudayaan Indonesia berlanjut kemasa zaman logam. Hal ini ditandai dengan dikenalnya tekhnik untuk mengecor / mencairkan logam dari biji besi, dan menuangkan kedalam cetakan-cetakan serta mendinginkannya. Oleh karena itulah mereka mampu membuat aneka ragam senjata berburu dan berperang serta alat-alat lain yang mereka perlukan.

Dan berikut ini salah satu dari sekian banyak budaya yang hampir hilang dimakan zaman dan dimakan oleh kemajuan zaman, yang sudah serba moderen, zaman teknologi, impormatika, dan canggih, namun budaya yang satu ini juga tidak kalah penting dalam era kemajuan zaman, hal ini terbukti, bahwa budaya yang satu ini masih sanggup bersaing di era teknologi, mengapa,, karena budaya yang satu ini bisa merubah kata kata menjadi angka,,,,,dari nama menjadi angka sebagai pilosofi cermin karakter individu manusia,,,,,,      

Mau tau kehebatan budaya yang satu ini ?????

ikuti terus kisah Aji saka yang berikut ini.....

Culture chang to number

 

Kisah Aji Saka

Asal Usul Ha – Na – Ca – Ra – Ka. Atau yang dikenal Carakan

Aksara DJawa Sunda Kuna

Aksara Jawa Kuna yang dikenal dengan Hanacaraka itu berasal dari aksara Brahmi yang asalnya dari Hindhustan. Di negeri Hindhustan tersebut terdapat bermacam-macam aksara, salah satunya yaitu aksara Pallawa yang berasal dari Indhia bagian selatan. Dinamakan aksara Pallawa karena berasal dari salah satu kerajaan yang ada di sana yaitu Kerajaan Pallawa. Aksara Pallawa itu digunakan sekitar pada abad ke-4 Masehi. Di Nusantara terdapat bukti sejarah berupa prasasti Yupa di Kutai, Kalimantan Timur, ditulis dengan menggunakan aksara Pallawa. Aksara Pallawa ini menjadi ibu dari semua aksara yang ada di Nusantara, antara lain: aksara Ha Na Ca Ra Ka , aksara Rencong (aksara Kaganga), Surat Batak, Aksara Makassar dan Aksara Baybayin (aksara di Filipina).

Konon sejarah yang berkembang di bumi Nusantara ini mengenai munculnya aksara Jawa Kuna dilatarbelakangi dari cerita pada jaman dahulu, di Pulau Majethi hidup seorang satria sakti mandraguna bernama Ajisaka. Sang Satria mempunyai dua orang punggawa yang bernama Dora dan Sembada. Kedua nama punggawa itu sangat setia kepada pemimpinnya, ia sama sekali tidak pernah mengabaikan perintahnya. Pada suatu hari, Aji saka berkeinginan pergi berkelana meninggalkan Pulau Majethi. Kepergiannya ditemani oleh punggawanya yang bernama Dora, sementara Sembada tetap tinggal di Pulau Pulo Majethi, diberi tugas agar menjaga pusaka andalannya. Aji Saka berpesan bahwa Sembada tidak boleh menyerahkan pusaka tersebut kepada siapapun kecuali kepada Aji Saka sendiri. Sembada menyanggupi akan melaksanakan perintahnya.

Pada masa itu di tanah Jawa terdapat negara yang terkenal makmur, tertib, aman dan damai, yang bernama Medhang kamulan. Rajanya bernama Prabu Dewata Cengkar, ia seorang raja yang luhur budinya serta bijaksana. Pada suatu hari, juru masak kerajaan mengalami kecelakaan, jarinya terpotong oleh pisau hingga terlepas. Ki Juru Masak tidak menyadari bahwa potongan jarinya tercebur ke dalam hidangan yang akan disuguhkan kepada Sang Prabu. Tanpa disengaja Dewata cengkar memakan potongan jari juru masak tersebut. Sang Prabu serasa menyantap daging yang sangat enak, lalu Dewata Cengkar mengutus Sang Patih untuk menanyakan kepada Ki Juru Masak. Setelah mengetahui bahwa yang disantap tadi adalah daging manusia, sang Prabu Dewata Cengkar lalu memerintahkan Sang Patih agar setiap hari menghaturkan seorang dari rakyatnya untuk santapannya. Sejak saat itu Prabu Dewata Cengkar mempunyai kegemaran yang menyeramkan, yaitu menyantap daging manusia. Wataknya berbalik seratus delapan puluh derajat, berubah menjadi bengis dan senang menganiaya. Negara Medhangkamulan berubah menjadi wilayah yang angker dan sepi karena rakyatnya satu persatu dimangsa oleh rajanya, sisanya lari menyelamatkan diri. Sang Patih merasa pusing memikirkan keadaan kerajaannya, karena sudah tidak ada lagi rakyat yang bisa dihaturkan kepada rajanya.

Secara tidak sengaja

Pada saat itu Aji saka bersama punggawanya yang bernama Dora tiba di Desa  yang bernama. Medhangkamulan, Aji saka merasa keheran- heranan melihat keadaan yang sunyi dan menyeramkan, lalu ia menyuruh Dora untuk mencari tahu penyebabnya. Setelah mendapat keterangan dari Dora mengenai situasi dan kondisi apa yang sedang terjadi di Medhangkamulan. Aji saka lalu menghadap Rekannya, yaitu Patih dari Prabu Dewata Cengkar, Ajisaka menyatakan kepada patih bahwa ia sanggup untuk menjadi santapan Prabu Dewata Cengkar. Pada awalnya Sang Patih tidak mengizinkan karena merasa sayang bila Aji Saka yang harus disantap Sang Prabu, namun Aji Saka sudah bulat tekadnya, sehingga akhirnya iapun dibawa menghadap Sang Prabu. Sang Prabu tak habis pikir, mengapa Aji Saka mau menyerahkan jiwa raganya untuk menjadi santapannya. Ajisaka mengatakan bahwa ia rela dijadikan santapan sang Prabu asalkan ia dihadiahi tanah seluas ikat kepala yang dikenakannya.

Selain itu, harus Sang Prabu sendiri yang mengukur wilayah yang akan dihadiahkan tersebut. Lalu Sang Prabu pun menyanggupi permintaannya. Aji Saka kemudian mempersilakan Sang Prabu untuk menarik ujung ikat kepalanya. Sungguh ajaib, ikat kepala Aji Saka seakan-akan tidak ada habis-habisnya. Sang Prabu Dewata Cengkar pun terpaksa harus mundur dan semakin mundur, sehingga akhirnya Sang Prabu tiba ditepi laut selatan. Ikat kepala tersebut, kemudian dikibaskan oleh Aji Saka sehingga Sang Prabu terlempar jatuh ke laut. Seketika itu wujud Sang Prabu berubah menjadi seekor buaya putih. Kemudian Aji Saka menjadi seorang raja di Medhangkamulan.

Setelah Aji Saka dinobatkan menjadi raja Medhangkamulan, Aji Saka mengutus Dora pergi kembali ke Pulau Majethi untuk menggambil pusaka yang dijaga oleh Sembada. Setibanya di Pulo Majethi, Dora menemui Sembada dan menjelaskan bahwa ia diperintahkan untuk mengambil pusaka Aji Saka. Sembada tidak mau memberikan pusaka tersebut karena ia berpegang pada perintah Aji Saka ketika meninggalkan Majethi. Sembada yang juga melaksanakan perintah Sang Prabu memaksa meminta agar pusaka tersebut diberikan kepadanya. Karena kedua penggawa itu patuh dan taat kepada perintah Aji saka dan sama-sama takut disalahkan, maka kedua punggawa itu milih bertempur. Karena keduanya sama-sama sakti, peperangan berlangsung seru, saling menyerang dan diserang. Akhirnya kedua penggawa itu sama-sama tewas.

Kabar mengenai tewasnya kedua penggawa yang bernama Dora dan Sembada terdengar oleh Sang Prabu Aji Saka. Ia sangat menyesal mengingat kesetiaan kedua punggawa kesayangannya itu. Kesedihannya mendorongnya untuk menciptakan aksara untuk mengabadikan kedua orang yang dikasihinya itu, yang bunyinya adalah sebagai berikut:

Ha Na Ca Ra Ka

“ada utusan”

Da TA Sa Wa La

“saling berselisih pendapat”

Pa Dha DJa Ya Nya

“sama-sama sakti”

Ma Ga Ba Tha Nga

“sama-sama mejadi mayat”

Asal Usul ‘’ Ha na ca ra ka  persi  ke dua                    

Jaman dulu, di Pulau Majethi, hidup seorang satria bernama Ajisaka. Selain tampan. Ajisaka juga punya ilmu yang sangat tinggi dan sakti. Ajisaka mempunya dua orang punggawa bernama Dora san Sembada. Dua orang itu sangat setia dan nurut serta patuh kepada Ajisaka. Suatu hari, Ajisaka ingin pergi berkelana, bertualang meninggalkan Pulau Majethi. Dora di ajak pergi untuk menemani Ajisaka sedangkan Sembada harus tetap tinggal di Pulau Majethi. Ajisaka memerintahkan kepada Sembada untuk menjaga sebuah pusaka milik Ajisaka yg paling sakti. Ajisaka berpesan pada Sembada bahwa Sembada agar tidak menyerahkan pusaka itu kepada siapapun kecuali kepada dirinya.

Sesampainya di Jawa Ajisaka mendengar ada satu negara yang terkenal makmur, aman, dan damai, negara itu bernama Medhangkamulan. Negara itu dipimpin oleh seorang wanita cantik yang bernama Prabu Dewatacengkar, yaitu seorang raja yang dikenal berbudi luhur dan bijaksana. Seuatu hari, seorang juru masak kerajaan sedang memotong daging’ secara tidak sengaja juru masak memotong jarinya waktu masak. Juru masak itu ga sadar bahwa potongan jarinya masuk ke hidangan yang akan disuguhkan kepada Sang Raja. Tanpa sengaja juga, jari itu termakan oleh Prabu Dewatacengkar. Ga disangka, Prabu Dewatacengkar merasa daging yang dia makan sangat lezat, kemudian ia mengutus seorang patihnya untuk menanyai juru masak kerajaan. Lalu si patih bertanya kepada juru masak, dan si juru masakpun menjelaskan kepada sang patih, setelah mendengarkan keterangan juru masak lalu si patih meninggalkan tempat si juru masak, bergegas menemui Prabu Dewatacengkar untuk melaporkan berita yang dibawanya. Kemudian setelah sampai kehadapan Prabudewatacengkar, si patih menyampaikan bahwa yang tadi dimakan oleh Prabu Dewatacengkar itu adalah daging manusia, lantas Prabu Dewatacengkar memerintahkan kepada patihnya untuk menyiapkan seorang rakyatnya untuk disantap setiap harinya. Sejak itu Prabu Dewatacengkar punya hobi baru, yaitu makan danging manusia. Wataknya berubah jadi jahat dan senang melihat orang menderita. Negara itu berubah jadi negara yang sepi karena satu per satu rakyatnya dimakan oleh rajanya, ada juga rakyat yang lari menyelamatkan diri. Sang Patih bingung, karena ga ada lagi rakyat yang bisa disuguhkan kepada rajanya

Saat itulah Ajisaka bersama Dora sampe di Medhangkamulan. Ajisaka heran melihat keadaan negara yang sunyi dan menyeramkan itu, kemudian ia mencari tahu sebabnya. Setelah tau apa yang terjadi di Medhangkamulan. Ajisaka lalu menghadap Patih, menyatakan bahwa ia sanggup menjadi santapan Sang Raja. Awalnya Sang Patih tidak mengijinkan Ajisaka yang masih muda dan tampan jadi santapan Prabu Dewatacengkar, tapi Ajisaka tetap memaksa sampai akhirnya dia dibawa juga untuk menghadap Prabu Dewatacengkar. Sang Prabu juga heran, kenapa orang yang masih muda dan tampan mau-maunya aja jadi santapannya. Ajisaka mengajukan syarat, dia rela dimakan Sang Prabu asal dia dihadiahi tanah seluas ikat kepalanya. Selain itu, Ajisaka juga minta Prabu Dewatacengkar sendiri yang mengukur tanah tersebut. Permintaan itu dikabulkan oleh Sang Prabu. Ajisaka kemudian meminta Prabu Dewatacengkar menarik salah satu ujung ikat kepalanya. Ajaibnya, ikat kepala itu mulur terus kayak ga ada habis-habisnya. Prabu Dewatacengkar terpaksa mundur dan mundur terus mengikuti ikat kepala itu sampe di tepi laut selatan. Lali, Ajisaka mengibaska ikat kepala tersebut, hal ini membuat Prabu Dewatacengkar terlempar ke laut pantai selatan dan Wujud Prabu Dewatacengkar pun berubah menjadi buaya putih, sedangkan Ajisaka menjadi raja di Medhangkamulan.

Setelah  Ajisaka dinobatkan menjadi raja, Ajisaka menyuruh Dora pergi pulang ke Pulao Majethi untuk ngambil pusaka yang dijaga oleh Sembada. Sesampenya di Pulau Majethi, Dora menjelaskan pada Sembada bahwa dia datang atas perintah Ajisaka untuk mengambil pusaka yang dijaga Sembada. Sembada yang patuh pada pesan Ajisaka ga mau ngasih pusaka itu ke Dora. Dora memaksa agar pusaka itu diserahkan ke dia. Akhirnya dua orang itu bertarung. Karena dua-duanya sama-sama sakti, pertarungan berlangsung seru sampai mereka berdua tewas.

Prabu Ajisaka mendengar kabar kematian Dora san Sembada. Dia menyesal mengingat kelalaiannya dan kesetiaan Dora dan Sembada. Untuk mengabadikan dua punggawanya itu Ajisaka menciptakan sebuah aksara yang bunyinya sebagai berikut :

Ha na ca ra ka                  Ana utusan (ada utusan)

Da ta sa wa la                    Saling berselisih.

Pa da dja ya nya              Padha kekerengan (saling berselisih pendapat

Ma ga ba ta nga               Sama sama menjadi mayat.

Sekilas dari dua persi tersebut tidak terlihat adanya perbedaan arti serta maknanya, namun jika kita cermati lebih mendalam, ada yang menarik, yaitu kata-kata sama-sam sakti. Dari kata-kata sama-sama sakti akan di bahas terlebih lanjut dalam bab berikut ini :

  

Hanacaraka, Akasara DJawa Sunda Kuna dan Seluk Beluknya

Hanacaraka atau yang dikenal dengan nama carakan (bahasa Sunda) adalah aksara turunan aksara Brahmi yang digunakan atau pernah digunakan untuk penulisan naskah-naskah berbahasa Jawa, bahasa Madura, bahasa Sunda, bahasa Bali, dan bahasa Sasak.

Aksara Jawa modern adalah modifikasi dari aksara Kawi dan merupakan abugida. Hal ini bisa dilihat dengan struktur masing-masing huruf yang paling tidak mewakili dua buah huruf (aksara) dalam huruf latin. Sebagai contoh aksara Ha yang mewakili dua huruf yakni H dan A, dan merupakan satu suku kata yang utuh bila dibandingkan dengan kata "hari". Aksara Na yang mewakili dua huruf, yakni N dan A, dan merupakan satu suku kata yang utuh bila dibandingkan dengan kata "nabi". Dengan demikian, terdapat penyingkatan cacah huruf dalam suatu penulisan kata apabila dibandingkan dengan penulisan aksara Latin.

Klasifikasi

Aksara Jawa Hanacaraka termasuk ke dalam kelompok turunan aksara Brahmi, sebagaimana semua aksara Nusantara lainnya. Aksara ini memiliki kedekatan dengan aksara Bali. Aksara Brahmi sendiri merupakan turunan dari aksara Assyiria.

Kelompok aksara

Pada bentuknya yang asli, aksara Jawa Hanacaraka ditulis menggantung (di bawah garis), seperti aksara Hindi. Namun demikian, pengajaran modern sekarang menuliskannya di atas garis.

Aksara Jawa Hanacaraka memiliki 20 huruf dasar, 20 huruf pasangan yang berfungsi menutup bunyi vokal, 8 huruf "utama" (aksara murda, ada yang tidak berpasangan), 8 pasangan huruf utama, lima aksara swara (huruf vokal depan), lima aksara rekan dan lima pasangannya, beberapa sandhangan sebagai pengatur vokal, beberapa huruf khusus, beberapa tanda baca, dan beberapa tanda pengatur tata penulisan (pada).

Huruf dasar (aksara nglegena)

Pada aksara Jawa hanacaraka baku terdapat 20 huruf dasar (aksara ngelegena), yang biasa diurutkan menjadi suatu "cerita pendek":

          Ha Na Ca Ra Ka

          Da Ta Sa Wa La

          Pa Dha ([dha]) Dja Ya Nya ([ɲa])

·                      Ma Ga Ba Tha ([ʈa]) Nga ([ŋa])

Berikut ini adalah aksara ngelegena:

Huruf pasangan (Aksara pasangan)

Pasangan dipakai untuk menekan vokal konsonan di depannya. Sebagai contoh, untuk menuliskan mangan sega akan diperlukan pasangan untuk "se" agar "n" pada mangan tidak bersuara. Tanpa pasangan "s" tulisan akan terbaca manganasega.

Tatacara penulisan Jawa Hanacaraka tidak mengenal spasi, sehingga penggunaan pasangan dapat memperjelas kluster kata.

Berikut ini adalah daftar pasangan:

Huruf utama (aksara murda)

Huruf Vokal Mandiri (aksara swara)

Huruf tambahan (aksara rèkan)

Huruf Vokal tidak Mandiri (Sandhangan)

Tanda-tanda Baca (pratandha)

Gaya Penulisan (Style, Gagrag) Aksara Jawa

Berdasarkan Bentuk aksara Penulisan aksara Jawa dibagi menjadi 3 yakni:

   Ngetumbar

·                     Mbata Sarimbag

·                     Mucuk eri

Berdasarkan Daerah Asal Pujangga/Manuskrip, dikenal gaya penulisan aksara Jawa :

  Jogjakarta

·                     Surakarta

·                     Lainnya

Aturan baku penggunaan hanacaraka

Penggunaan (pengejaan) hanacaraka pertama kali dilokakaryakan pada tahun 1926 untuk menyeragamkan tata cara penulisan menggunakan aksara ini, sejalan dengan makin meningkatnya volume cetakan menggunakan aksara ini, meskipun pada saat yang sama penggunaan huruf arab pegon dan huruf latin bagi teks-teks berbahasa Jawa juga meningkat frekuensinya. Pertemuan pertama ini menghasilkan Wewaton Sriwedari ("Ketetapan Sriwedari"), yang memberi landasan dasar bagi pengejaan tulisan. Nama Sriwedari digunakan karena loka karya itu berlangsung di Sriwedari, Surakarta. Salah satu perubahan yang penting adalah pengurangan penggunaan taling-tarung bagi bunyi /o/. Alih-alih menuliskan "Ronggawarsita" (bentuk ini banyak dipakai pada naskah-naskah abad ke-19), dengan ejaan baru penulisan menjadi "Ranggawarsita", mengurangi penggunaan taling-tarung.

Modifikasi ejaan baru dilakukan lagi tujuh puluh tahun kemudian, seiring dengan keprihatinan para ahli mengenai turunnya minat generasi baru dalam mempelajari tulisan hanacaraka. Kemudian dikeluarkanlah Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga gubernur (Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur) pada tahun 1996 yang berusaha menyelaraskan tata cara penulisan yang diajarkan di sekolah-sekolah di ketiga provinsi tersebut.

Tonggak perubahan lainnya adalah aturan yang dikeluarkan pada Kongres Basa Jawa III, 15-21 Juli 2001 di Yogyakarta. Perubahan yang dihasilkan kongres ini adalah beberapa penyederhanaan penulisan bentuk-bentuk gabungan (kata dasar).

Filsafat Huruf Jawa (Hanacaraka)

Makna dan Filsafat Huruf Jawa

Ha – Na – Ca – Ra - Ka

berarti ada ” utusan ” yakni utusan hidup, berupa nafas yang berkewajiban menyatukan jiwa dengan jasat manusia. Maksudnya ada yang mempercayakan, ada yang dipercaya dan ada yang dipercaya untuk bekerja. Ketiga unsur itu adalah Tuhan, manusia dan kewajiban manusia ( sebagai ciptaan).•

Da – Ta – Sa – Wa - La

Berarti manusia setelah diciptakan sampai dengan datang ” saatnya ( dipanggil ) ” tidak boleh sawala ” mengelak ” manusia ( dengan segala atributnya ) harus bersedia melaksanakan, menerima dan menjalankan kehendak Tuhan.

Pa – Dha – Ja – Ya - Nya

Berarti menyatunya zat pemberi hidup ( Ilahi) dengan yang diberi hidup ( makhluk ). Maksdunya padha ” sama ” atau sesuai, jumbuh, cocok ” tunggal batin yang tercermin dalam perbuatan berdasarkan keluhuran dan keutamaan. Jaya itu ” menang, unggul ” sungguh-sungguh dan bukan menang-menangan ” sekedar menang ” atau menang tidak sportif.•

Ma – Ga – Ba – Tha - Nga

berarti menerima segala yang diperintahkan dan yang dilarang oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Maksudnya manusia harus pasrah, sumarah pada garis kodrat, meskipun manusia diberi hak untuk mewiradat, berusaha untuk menanggulangi.

Urutan dasar aksara Jawa banyak dikenal orang karena berisi suatu "cerita":

*          Ha na Ca ra ka  (Terdapat Pengawal)

 *         Da ta Sa wa la  (Berbeda Pendapat)

*           Pa dha Dja ya nya    (Sama kuat dan hebatnya)

*           Ma ga Ba tha nga (Keduanya sama mati).

Bagi mereka yang kurang mengenal bahasa DJawa, diperlukan sedikit catatan.

/d/, /ɖ/, /j/, /b/, dan /g/ pada bahasa Jawa selalu dibunyikan meletup (ada   hembusan h); ini memberikan kesan "berat" pada aksen Jawa.

ha, mewakili fonem /a/ dan /ha/. Bila aksara ini terletak di depan suatu kata, akan dibaca /a/. Aturan ini tidak berlaku untuk nama atau kata bahasa asing (selain bahasa Jawa).

da dalam penulisan latin dipakai untuk /d/ dental dan meletup (lidah di belakang pangkal gigi seri atas dan diletupkan). /d/ ini berbeda dari bahasa Indonesia/Melayu.

dha dalam penulisan Jawa latin dipakai untuk /ɖ/ (d-retrofleks). Posisi lidah sama dengan /d/ bahasa Melayu/Indonesia tetapi bunyinya diletupkan.

tha dalam penulisan Jawa latin dipakai untuk /ʈ/ (t-retrofleks). Posisi lidah sama seperti /d/ tetapi tidak diberatkan. Bunyi ini mirip dengan bila orang beraksen Bali menyuarakan 't'.

Makna Huruf Dalam Hanacaraka

Ha.      Hana hurip wening suci – adanya hidup adalah kehendak dari yang Maha Suci

Na.      Nur candra, gaib candra, warsitaning candara – pengharapan manusia hanya selalu ke sinar Illahi

Ca       Cipta wening, cipta mandulu, cipta dadi – arah dan tujuan pada Yang Maha Tunggal

Ra       Rasaingsun handulusih – rasa cinta sejati muncul dari cinta kasih nurani

Ka       Karsaningsun memayuhayuning bawana – hasrat diarahkan untuk kesajeteraan alam

Da       Dumadining dzat kang tanpa winangenan – menerima hidup apa adanya

Ta       Tatas, tutus, titis, titi lan wibawa – mendasar, totalitas, satu visi, ketelitian dalam memandang hidup

Sa       Sifat ingsun handulu sifatullah – membentuk kasih sayang seperti kasih Tuhan

Wa      Wujud hana tan kena kinira – ilmu manusia hanya terbatas namun implikasinya bisa tanpa batas

La        Lir handaya paseban jati – mengalirkan hidup semata pada tuntunan Illahi

Pa       Papan kang tanpa kiblat – Hakekat Allah yang ada disegala arah

Dha     Dhuwur wekasane endek wiwitane – Untuk bisa diatas tentu dimulai dari dasar

Dja      Jumbuhing kawula lan Gusti – Selalu berusaha menyatu memahami kehendak-Nya

Ya       Yakin marang samubarang tumindak kang dumadi – yakin atas titah/kodrat Illahi

Nya     Nyata tanpa mata, ngerti tanpa diuruki – memahami kodrat kehidupan

Ma      Madep mantep manembah maring Ilahi – yakin dan mantap dalam menyembah Ilahi

Ga       Guru sejati sing muruki – belajar pada guru nurani

Ba       Bayu sejati kang andalani – menyelaraskan diri pada gerak alam

Tha     Tukul saka niat – sesuatu harus dimulai dan tumbuh dari niatan

Nga     Ngracut busananing manungso – melepaskan egoisme pribadi manusia

Dalam kisah AJISAKA

Ha na ca ra ka. Dikisahkanlah tentang dua orang abdi yang setia

Da ta sa wa la. Keduanya terlibat perselisihan dan akhirnya berkelahi

Pa da ja ya nya. .Mereka sama-sama kuat dan tangguh

Ma ga ba tha nga. Akhirnya kedua abdi itu pun tewas bersama

Aksara Jawa ha-na-ca-ra- ka mewakili spiritualitas orang Jawa yang terdalam: yaitu kerinduannya akan harmoni dan ketakutannya akan segala sesuatu yang dapat memecah-belah harmoni. Konon aksara Jawa ini diciptakan oleh Ajisaka untuk mengenang kedua abdinya yang setia.Dikisahkan Ajisaka hendak pergi mengembara, dan ia berpesan pada seorang abdinya yang setia agar menjaga keris pusakanya dan mewanti-wanti: janganlah memberikan keris itu pada orang lain, kecuali dirinya sendiri: Ajisaka.

UNEN UNEN JAWA

*           Pamulange sangsarane sesami = pelajarannya sengsaranya sesama

*          Sakti tanpa aji = berhasil tanpa sarana

*          Sugih tanpa banda = bisa menginginkan apa saja tanpa persiapan

*          Ngluruk tanpa bala = menyusup tanpa teman, tetapi selalu mendapatkan hasil

*          Ngasorake tanpa peperangan = menang tanpa menggunakan kekerasan/perang (objek)apa kang sinedya teka,apa kang kacipta dadi = apa yang diinginkan/diamaui akan terjadi/ tercipta.

*          Digdaya tanpa aji = sakti tanpa ajian

*          Suwung pamrih tebih adjrih = sepi hasrat jauh dari takut

*          Langgeng tan ana susah tana ana bungah= tenang tetap hidup nama

*           Murid gurune pribadi = murid gurunya pribadi

 

 Pentingnya mengenalkan budaya

            Dari paparan di atas tentang sosial budaya, yang di mulai dari pengertian sosial budaya, sistem sosial budaya, perubahan budaya, nilai, norma, keteraturan sosial budaya, dan dinamika sosial budaya yang telah di ulas di atas. Harus di akui bahwa ilmu sosia dan budaya itu sangat penting adanya dalam kehidupan sehari-hari kita sebagai manusia. Kita manusia sebagai mahluk sosial perlu berinteraksi dan bersosialisasi dengan manusia lainnya, karenanya ilmu sosial dan budaya perlu dilestarikan dan dibudiyakan peranannya oleh kita sebagai mahluk sosial yang berpikir, berkesinambungan, mahluk pencipta dan mahluk kreatif (CQ).

Perlu dipahami juga oleh setiap insan manusia indonesia. Bahwa budaya Indonesia itu sangat banyak dan beraneka ragam nama dan jenisnya, salah satu dari sekian banyak nama dan jenis budaya diantaranya ialah budaya Sunda dan Djawa Kuna yang dikenal dengan hanacaraka atau carakan yang sudah hampir musna tegerus oleh era gelobalisasi serta kemajuan zaman, namun eksistensi budaya yang satu ini masih tetap tegak meski tidak sepopuler budaya seni tari maupun budaya tarik suara. Buku ini akan mengangkat budaya yang tidak kalah pentingnya dengan budaya-budaya yang selama ini muncul di permukaan bumi nusantara yang kita cintai

Budaya adalah benteng serta pondasi bangsa yang nilainya tidak dapat di ukur dan di hitung serta dibandingkan dengan nilai yang bersifat financial. Budaya adalah cermin jatidiri bangsa, jadi sehebat apa pun ia yang mengaku sebagai manusia indonesia, jika ia tidak mencintai dan menghargai budayanya sendiri berarti ia tidak mencintai bangsa dan negaranya. Sebagai contoh umpamanya sebagai berikut :

Kita tentu mempunyai keluarga bukan? Lalu kita perhatikan di dalam keluarga ada siapa aja. Pasti ada kita sendiri, bapak, ibu, anak, dan bahkan ada orang lain yang bukan anggota keluarga.  Di antara keluarga saling berhubungan atau terkait satu dengan yang lainnya serta ada pembagian tugas di antara mereka. Betapa indah didalam keluarga yang penuh dengankeharmonisan, Setiap anggota keluarga menjalankan peran, tugas, dan fungsinya masing-masing dengan baik. Namun sebaliknya, apa bila hubungan harmonis di antara mereka tidak dimiliki, mangka yang terjadi hanyalah konflik.

Di dalam keluarga akan terjadi hubungan antar individu yang melahirkan gejala-gejala sosial dan budaya, seperti tindakan sosial, interaksi sosial, dan budaya saling menghargai yang tua terhadap yang muda dan sebaliknya. Proses-proses sosial dan budaya meliputi kerjasama, pelapisasan sosial, norma, sosial dan budaya saling memberi dan menerima saran dan atau kritik untuk membangun.

Seperti kisah yang satu ini, ialah! Budaya yang mengisahkan tentang perjalanan seseorang yang bernama Aji saka yang terkenal sakti mandra guna. Aji saka dengan bermodalkan keberanian dan keyakinan serta ditemani seorang punggawa yang taat dan patuh. Aji saka menghampiri sebuah desa yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya dan daerah tersebut dahulunya dikenal aman,.damai dan sejahtera tiba-tiba berubah menjadi daerah yang menyeramkan, menakutkan dan itu semua terjadi di karenakan oleh perubahan kebiasaan pimpinannya yang bernama Dewata cengkar yang dengan tidak sengaja ia memakan sebagian tubuh rakyatnya, dari situlah mulai Dewata cengkar berubah kebiasaan dan kepribadiannya.

Dari kisah perjalanan Aji saka dan pertemuannya dengan Dewata cengkar di atas, kita mendapatkan beberapa pelajaran dan contoh yang sangat berharga yang dapat kita jadikan bahan renungan, introspeksi dan bahan evaluasidiri. Yang baiknya kita jadikan pelajaran yang jeleknya kita tinggalkan. Salah satu dari contoh yang harus kita tinggalkan adalah contoh dari seorang pemimpin yang bernama Dewata cengkar, yang memberi contoh negatif yang tidak boleh di tiru dan ditularkan kepada siapun karena itu contoh yang buruk dari seorang pemimpin yang sudah berani merubah kebiasaan baik menjadi kebiasaan buruk meskipun pada awalnya ia tidak disengaja, hal itu terjadi oleh karena dua hal sebagai berikut:

1.                 Dewata Cengkar ia tidak menggunakan akal sehatnya, ia tidak menyadari bahwa yang ia lakukan itu akan berdampak negatif secara psikologis tehadap dirinya dan terhadap kelangsungan hidup warga dan masyarakatnya.

2.             Dewata Cengkar tidak menyadari, bahwa ia memiliki asisten atau pembantu, dan atau pendamping yang ABS (asal bapak senang) tidak memikirkan dampak psikologis yang dapat merugikan dirinya dan orang lain.

3.           Deawata Cengkar, melanggar hak hidup manusia serta melanggar nilai, norma dan budaya hidup bermasyarat, berinteraksi manusia satu dan lainnya.

Itulah contoh dari seorang Dewata cengkar yang tidak boleh di tiru dan ditularkan kepada siapapun, dan berikut ini contoh lain dari seorang yang bernama Aji Saka yang harus kita contoh dan kita teladani.

1.        Aji saka dengan keyakinan akan kesaktiannya, ia rela mengobankan dirinya untuk dijadikan tumbal atau menuruti keinginan Dewta cengkar yang memiliki kebiasaan buruk. Demi kepentingan yang lebih besar Aji saka merelakan jiwanya demi kepentingan orang banyak2.            2. 

2.     Aji saka dengan ke ihklasan dan kridhoannya rela meninggalkan pusaka dan negaranya serta kenikmatannya yang ia miliki dan ia cintai  demi kepentingan orang lain yang lebih membutuhkannya. 

3.            Aji saka dengan sukarela membiarkan Dewata cengkar membuka ikat kepalanya yang selama ini tidak ada yang berani dan tidak ada yang mau menbukanya karena Aji saka dikenal sakti. Semua orang sangat takut. Namun dengan niat dan ketulusannya Aji saka sukarela mengijinkan Dewata cengkar mendekati dan membuka ikat kepalanya dengan catatan ia meminta imbalan untuk kepentingan orang banyak. 

4.            Contoh dan hikmah keridoan, ketulusan, dan keyaninannya Aji saka, Dewata cengkar sampai harus menjadi korban ikat kepala dari Aji saka yang tidak habis-habis ditarik hingga ia harus sampai di tepi jurang dan akhirnya jatuh kedalam jurang lalu jasadnya berubah menjadi seekor buaya putih. Artinya. Jika seseorang yang berharap dapat menemukan ujung barat, timur, utara dan selatan sebelum ia menemukan maka ia akan keburu meninggal yang di bungkus oleh kain putih.

5.             Contoh lain dari perjalan aji saka ialah dua punggawa yang bernama Dora dan sembada.

6.            Aji saka mampu menciptakan salah satu budaya yang di kenal dengan Hanacaraka atau carakan, yang tetap tegak hingga sekarang meskipun ia harus merelakan mengobankan punggawanya yang bernama Dora dan Sembada yang dikenal taat dan patuh terhadapnya.

 Penjelasan tersebut bukan bermaksud mau menjiplak atau meniru yang sudah ada di buku-buku yang sudah banyak beredar sebelumnya, akan tetapi itu semua sebagai bahan masukan untuk introsfeksi, dan evaluasi diri kita semua yang mengaku sebagai bangsa yang besar dan bermartabat, sebab bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat menjaga, melestarikan dan menghargai budayanya sendiri, jika hilang budayanya maka hilang pulalah bangsanya

Bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat menghargai budayanya sendiri, pentingnya memahami budaya dan sekaligus menjaga serta melestarikannya.serta mensosialisasikan budaya dalam kehidupan sehari-hari berarti menghargai dirinya sendiri, para leluhur dan bangsanya. Menjaga melestarikan budaya berawal dari diri sendiri dan lingkungan keluarga, disekolah, diperusahaan dan lebih jauhnya dalam bernegara, berbangsa dan dalam bermasyrakat.

Dan berikut ini budaya ciptaan Aji saka yang dapat merubah kata-kata menjadi angka senlanjutnya dapat dijadikan bahan renungan, intrspeksi dan evaluasi melalui angka seperti yang telah dibahas di bab 1 yaitu angka lambang atau simbol karakter mahluk hidup yang bernama manusia.

Hanacaraka

Introsfeksi diri melalui budaya

            Itulah dua puluh hurup Abdjad Sunda dan Djawa Kuna yang harus kita jaga, kita lestarikan, dan kita hargai. Melestarikan budaya ini bukan hanya dengan cara menjaga seperti kita jadi satpam menjaga takut ada maling, akan tetapi menjaga dari kepunahannya. Ialah dengan cara mengenalkan dan mengajarkan kepada seluruh komponen masyarakat luas di bumi indonesi ini baik dirumah-rumah, disekolah, dimadrasah dan dimana saja kita berraktivitas khususnya kepada anak-anak kita sendiri sejak dini agar si anak mengenal budayanya sendiri.

Memang banyak kita temukan yang memperhatikan, yang melestarikan,yang mengajarkan budaya yang satu ini kepada banyak orang, dan bahkan banyak yang telah menggunakan budaya yang satu ini untuk memberi nama-nama jalan dan lain sebagainya. Pertanyaannya, kenapa sedikit sekali dari kita-kita yang peduli dan tertarik untuk melestarikan budaya yang dikenal Hanacaraka dan atau carakan ini.

Memang harus kita akui keras dan derasnya budaya luar yang masuk ketanah air ini sangat mempengaruhi sendi kehidupan dalam kehidupan budaya bermasyarakat secara luas, Hal ini terjadi tentu bukan karena disengaja diciptakan oleh siapapun, namun dengan secara tidak langsung kita telah membiarkan budaya kita tergerus kedasar jurang yang sulit untuk dapat kita munculkan kembali kepada permukaa apa bila kita tetap berkutak pada budaya yang mudah kaya dan terkenal. Untuk dapat meningkatkan motivasi pembaca dan kepada mereka yang peduli terhadap budaya yang kita miliki ini mari kita dengan sengaja dan berjuang bersaing dengan budaya yang kini sedang populer.

Saat ini banyak pihak yang mengatakan bahwa budaya yang satu ini sudah ketinggalan zaman dan tidak menarik serta membosankan untuk dipelajari karena hanya begitu-begitu aja. Semua pihak berlomba-lomba untuk meraih pasar dengan segala cara dengan mengatas namakan atau berdalih melestarikan atau mengangkat budaya, namun alih-alih budaya yang di kembangkan dan yang dilestarikan yang muncul di permukaan ialah budaya yang bersifat pisikis semata, itu semua dapat kita lihat baik di media cetak maupun elektronik sedikit sekali penayangannya maupun beritanya, kalau pun ada hanya sedikit sekali persentase pemberitaan budaya yang satu ini.

Mengapa? Karena boleh dikatakan saat ini keduniawian lebih menarik, sehingga semua komponen masyarakat dengan ramai-ramai menyerbu pasar yang konsumenya itu-itu juga, sehingga wajar saja apa bila budaya yang dikenal dengan nama hanacaraka atau carakan ini kalah bersaing, karena yang disampaikan atau yang sajikan hanya itu-itu saja, selain itu pun tidak ada yang berani yang menginpestasikan waktu dan finansial terhadap kelangsungan budaya ini, tidak seperti budaya yang lain menarik dan punya nilai jual.

Rasa-rasanya sekarang ini sudah menjadi rutinitas sehari-hari anak-anak pun diajarkan lebih ke bagai mana cara mendapatkan pundi-pundi uang dengan mudah dan besar, tidak memikirkan dampaknya kelak dikemudian hari. Apa dampak yang kini telah terlihat baik yang secara langsung secara kasat mata dijalan-jaln, di perempatan-perempatan, yang terlihat di tv-tv dan dikoran-koran semua berita membicarakan tentang ekonomi atau nilai rupiah.

Sehingga setiap anak sekolah, mahasiswa, karyawan dan lain sebagainya ditingkat operasionalnya jika ada pertemuan, atau menghadapi pertemuan itu setiap saat dan setiap kondisi yang ia katakan dan ia tanyakan selalu mengarah kepada berapa bayaran dan berapa honornya. Tidak peduli resiko yang kelak akan terjadi terhadapnya, tidak peduli mereka itu apa sudah memiliki ilmu atau belum untuk melengkapi dirinya dalam kehidupan sehari-harinya, pedahal dengan ilmu hidup kita jauh lebih bermanfaat. Memang tidak bisa kita pungkiri bahwa uang itu sangat penting sebagai penujang yang utama, tetapi tidak terutama. Apa dampak dan akibatnya bagi mereka yang mengutamakan uang nomor satu.

Akibatnya banyak diantara mereka yang kandas ditengah jalan, akhirnya mereka memeilih untuk melakukan hal-hal yang dapat merugikan dirinya sendiri, keluarga dan orang lain, karena meraka tidak siap menghadapi kerasnya hidup dan persaingan yang tidak terpikirkan sebelumnya. Maka selanjutnya mudah kita terka atau kita tebak apa yang ada di dalam pikiran dan hatinya, sehingga berbagai pertanyaan dan berbagai gunjingan didalam hati dan pikirannya seperti mengatakan bahwa dunia ini tidak adilah, mengapa orang lain kaya, kita tidak, kenapa orang lain bisa bekerja kita belum bekerja, mengapa orang lain sukses kita tidak dan lain sebagainya, yang di akhiri dengan mengatakan saya adalah orang yang gagal.

Pikiran irasional

            Kerasnya persaingan dunia bisnis yang berhubungan dengan budaya sebenarnya berpotensi menghasilkan berbagai macam dampak pada kehidupan sosial budaya ditengah-tengah masyarakat, salah satu dampak yang sedang trend adalah stres. Jika ditelaah lebih jauhnya bahasan stres adalah satu wilayah yang sangat luas, namun, itu dapat didekati dengan berbagai macam disiplin ilmu. Satu hal yang banyak diyakini adalah bahwa stres atau tidaknya seseorang tergantung dari dan bagaimana seseorang berpikir dan berpersepsi sumber stres tersebut.

            Kejadian yang menimpa seseorang secara bertubi-tubi, misalnya mengalami kegagalan yang berulang-ulang dalam usaha, melamar pekerjaan, dan lain sebagainya dapat membuat seseorang mulai berpikir tidak lagi rasional. Pikiran rasionalnya mulai lemah serta tidak kuat lagi untuk menahan dan menerima berbagai hal yang masuk kedalam kehidupannya. Akhirnya ia akan berlindung didalam pikiran irasionalnya. Seperti yang dicontohkan di atas tadi, seseorang yang pada awalnya kuat, tabah menahan panolakan, kegagalan usahanya, pada titik tertentu ia akan mulai melemah dan pikirannya dapat saja berubah menjadi negatif.

            Pada saat pikiran kita yang mulai melemah seperti itu, disinilah kita harus mampu mengendalikan pikiran dan perasaan yang positif agar kita dapat terhidar dari stres. Disini pulalah peran sosial budaya dan komunikasi yang intensif yang akan membuat kita dapat merileksasikan diri agar kita bisa melakukan introspeksidiri, evaluasidiri dan mawas diri agar pikiran dan perasaan kita tidak selalu menyalahkan orang lain, dan menyesal yang berkepanjangan.

            Manusia berpotensi menghasilkan pikiran-pikiran yang negatif dan irasional (irrational thinking) yang menyebabkan kita mudah prustasi dan memiliki coping behavior yang kurang baik. Albert Ellis, seperti yang dikutip dalam buku A Practical Approach to Counselling karya Margareth Hough, telah membuat daftar irrational thinking yang sering sekali diucapkan oleh kita. Pikiran-pikiran irrational inlah yang menurutnya berpotensi membuat kita stres.

            Menyadri sulitnya untuk menghidari pikiran-pikiran irasional yang berpotensi membuat kita stres, kiranya buku ini dengan mengangkat salah satu budaya yang dikenal dengan sebutan hanacaraka atau carakan bisa mewakili sebagai masukan atau nasehat yang tidak atau belum tersampaikan oleh orang tua kita terdahulu kepada kita sekalian sebagai generasinya.

            Buku ini insya allah akan berguna bagi kalangan remaja dalam bersosialisasi serta berkomunikasi dengan orang lain sekaligus membuka wawasan, agar supaya berwawasan lebih luas. Selain bertambah wawasan kita juga turut menjaga dan melestarikan budaya yang hampir musnah ini. Memiliki kemampuan berpikir holistik, tidak jumud, dan tidak panatik, tidak menjadi bayang-bayang publik figur, tokoh idola atau tokoh kharismatik, mengetahui posisi diri kita dan jati diri sendiri yang sebenarnya. Bisa memanfaatkan potensi diri yang sebenarnya secara efisien dan efektif untuk mencapai cita-cita. Buku ini juga akan sangat berguna bagi remaja yang sedang berusaha memahami kehidupan dan bagi mereka yang sedang mencari arah dari kehidupannya. Kiranya dalam beberapa hal, buku ini bukan semata-mata untuk remaja saja, tetapi juga untuk mereka yang haus akan ilmu pengetahuan tentang bagaimana memahami perilaku rekan-rekan dan lingkungan dalam pergaulan hidup sehari-hari supaya tidak mudah terpropokasi.

            Buku ini diberi Judul '' M A B A L '', Yang artinya Manusia, Alam, Budaya, Agama, dan Logika, yang bertujuan, ialah karena seperti yang telah dipaparkan dimuka agar kita memiliki hasrat, minat, dan menjaga serta sekaligus melestarikan budaya yang menghubungkan Antara Manusia dan angka sehingga mendapatkan sesuatu ilmu pengetahuan baru yang bermanfaat. Karena dalam kehidupan banyak sekali pilihan ilmu pengetahuan yang ditawarkan dari berbagai pihak, agar supaya kita tidak terjebak dan salah pilih, penulis tawarkan sebuah karya yang belum pernah ada sebelumnya, insya allah akan sangat berguna baik bagi remaja atau siapa saja yang sedang menuntut ilmu supaya kecerdasan dan kemampuannya bisa dioptimalkan tidak terhambat oleh situasi emosional dalam masalah hubungan keluarga, antar teman dan antar individu, masalah senang atau tidak senang kepada guru, orang tua, situasi dan kondisi ekonomi, dan kehidupan  yang lainnya yang sering mengganggu dan sering dianggap sebagai penghambat dalam menuntut ilmu dan lain sebagainya.

            Masalah yang di angkat dalam tulisan buku ini adalah bagaimana cara menggunakan Budaya Sunda Djawa Kuna untuk mendapatkan angka yang diambil dari Nama seseorang, yang bertujuan agar supaya kita dapat mengetahui karakter diri sendiri, keluarga dan lebih jauhnya adalah karakter orang lain yang diambil dari nama.

            Tulisan ini adalah yang biasa digunakan penulis dalam berkomunikasi dengan anak-anak atau orang lain dalam memberi wejangan, dan nasehat. bacaan ini insya allah berguna bagi para orang tua dan siapapun yang senang atau suka memberi wejangan, konsultasi keluarga, nasehat kepada anak-anak, rekan kerja dan lainnya yang berhubungan dengan konsultasi.

Cara Menggunakan Hanacaraka  atau Carakan

Apakah anda tahu budaya yang dikenal Hanacaraka? Hanacara atau carakan. Adalah salah satu dari sekian banyak bahasa dan budaya peninggalan peradaban bangsa Hindu yang terdapat di Nusantara. Seperti yang telah disampaikan dimuka. Budaya atau bahasa yang satu ini diberi nama Hanacaraka atau carakan, kenapa diberi nama, Hanacaraka? Pertama karena budaya yang satu ini berada wilayah jawa, selain itu Hanacaraka mengandung arti, unik serta hikmah didalamnya seperti yang telah dipaparkan di atas.

Ke unikan dan keutamaan dari budaya atau bahasa yang satu ini, selain bentuk serta rupanya yang unik namanyapun mengandung arti serta makna yang dapat dijadikan bahan renungan dan memiliki filosofi yang luar biasa, juga mampu mengubah kata-kata menjadi angka-angka. Pemanfaatan sumber daya yang diambil dari budaya bahasa Sunda Djawa Kuna yang ada di tanah air ini, tentunya menunculkan dapak positif dan negatif, dalam hal ini penulis bukan mau membahas hal positif dan negatifnya, akan tetapi akan mengajak seluruh komponen masayarakat dengan bahu membahu membudidayakan, menjaga serta melestarikan budaya milik bangsa ini.

Salah satu dampak yang diharapkan dari rmunculnya budaya dan bahasa Sunda Djawa kuna ini dengan konsep yang berbeda dengan yang telah ada sebelumnya, adalah setiap individu diharapkan dapat belajar, mempelajari dan sekaligus melestarikannya juga dapat mengembangkan serta mensosialisasikan dalam tataran operasionalnya dikehidupan sehari-hari dengan cara mengajarkannya kepada anak-anak dilikungan keluarga, dengan begitu budaya yang satu ini senantiasa hidup dalam diri masing-masing individu keluarga. 

Mengajarkan terhadap anak-anak mungkin tidaklah sulit, yang sulit mau kah kita sebagai bangsa yang berbudaya ini mempertahankan nilai-nilai serta norma-norma budaya dan bahasa yang telah ada berkembang dan hidup ditengah masyarakat itu sendiri. Manusia adalah mahluk pencipta dan pengguna, mari kita ciptakan dan kita budayakan budaya dan bahasa yang satu ini, agar tidak luntur dan hilang dimakan zaman, tergerus oleh kerasnya budaya luar yang menjamur di tengah-tengah masyarakat.

Tata dan cara menggunakan budaya dan bahasa yang dikenal dengan nama Hanacaraka atau carakan. Pertama-tama pembaca harus menghapalkan susunan atau urutan abjad Sunda dan Djawa Kuna atau Hanacaraka ini hingga diluar kepala dan perhatikan dengan seksama. Hal ini dibutuhkan agar pembaca atau yang belajar dapat dengan mudah mendapatkan angka-angka yang benar dan tepat, sebab jika keliru atau salah mangka angka yang diharapkan tidak akan di dapat. Dan berikut ini dua puluh suku kata yang harus dihapalkan sebagai berikut :

Ha = 1. Na = 2. Ca = 3.  Ra = 4. Ka = 5.

Da = 6. Ta = 7. Sa = 8.  Wa = 9. La = 10.

Pa = 11.  Da = 12. Dja = 13.  Ya = 14. Nya = 15.

Ma = 16. Ga = 17.  Ba =  18.  Ta = 19. Nga = 20.

Setelah menghapal urutan huruf Sunda Djawa Kuna yang berjumlah 20 di atas selanjutnya menghapal Hurup hidup atau hurup vokal yang kesemuanya ada 6 yaitu sebagai berikut :

A, I. U. E. O. EU, yang kesemuanya berjumlah 6, Dari masing-masing huruf hidup atau hurup vokal ini semuanya masing-masing  bernilai satu (1). 

Perhatikan. 

Dalam abjad yang berjumlah 20, ada dua abjad yang diberi tanda yaitu urutan ke 12 Da, dan urutan ke 18 Ta,  kedua nama hurup abjad tersebut tidak di gunakan, namun yang dipergunaan ialah hurup urutan ke 6 Da, dan urutan ke 7.Ta. Seperti yang dikisahkan dalam kisah Aji saka, ialah ada dua punggawa yang bernama Dora dan Sembada kedua orang tersebut sama-sama patuh, taat dan sama-sama sakti, lalu berselisih bertengkar dan beradu sakti, sama kuat yang pada akhirnya sama-sama meninggal, itulah kisah dua nama huruf Sunda Djawa Kuna. Yang alasan kenapa tidak dipergunakan, alasannya ialah agar jangan saling berselisih harus jelas mana yang dipergunakan, mana yang tidak dipergunakan. 

Cara mendapatkan atau menemukan karakter individu orang dengan simboll angka 1. 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9 atau cara menemukan mereka yang berkarakter udara, api, air, dan tanah atau batu seperti yang telah di sampaikan di bab 1 tentang nama alam yang menjadi bahan introspeksi dan bab 2 tentang angka yang menjadi  lambang atau simbol karakter individu orang atau manusia 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9. Setiap nama dibagi menjadi dua istilah yaitu langsung dan tidak langsung, denga satu suku kata, dua suku kata dan yang tiga suku kata..

Contoh tata cara mendapatkan atau menemukan karakter nama individu orang yang disimbolkan oleh angka 1, 5, dan 9

Berikut ini tatacara mendapatkan atau menemukan karakter nama individu orang yang di simbolkan dengan angka 1, 5 dan 9 yaitu simbol karaktar baik yang langsung maupun yang tidak langsung, baik yang satu suku kata, dua suku kata dan yang tiga suku kata, baik yang diawali dengan huruf vokal atau huruf hiduf dan yang di awali oleh huruf mati atau konsonan ialah sebagai berikut:

Contoh tatacara mendapatkan atau menemukan karakter nama individu orang yang disimbolkan dengan angka 1 yang langsung atau satu suku kata, ialah sebagai berikut :

Misal Ias, ius ies, ios, ieus satu suku kata, yang hitung hanya I nya saja = 1. As, is , us, es, os dan eus nya mati atau dimatikan.

Misal Euis, euas, eus, euas, satu kata, yang dihitung eu nya saja = 1, as, Is , us, es , os, dan eus nya mati atau dimatikan.

Misal Uan, uin, uen, uon satu satu kata, yang dihitung hanya U nya saja = 1, In nya mati atau dimatikan.

Misal Air, aur, aer, aor dan aeur satu suku kata, yang dihitung hanya A nya saja = 1, ar, Ir, ur, er, or  nya mati atau dimatikan.

Misal Ai, au, ae, ao, aeu, ao, dan aeu itu semua satu suku kata, yang dihitung hanya A nya saja = 1, a, i, u, e, o, eu berikut nya mati atau dimatikan.

Misal Ian, iun, ien, ion dan ieun itu semua satu suku kata, yang dihitung hanya I nya saja = 1. N nya mati atau dimatikan.

Misal Iang, iung, ieng, iong, dan ieung itu semua satu suku kata, yang dihitung hanya I nya saja = 1. Ang nya mati atau dimatikan.

Itulah beberapa contoh nama individu orang yang berkarakter angka 1yang langsung atau satu suku kata yang diawali dengan huruf vokal atau huruf hidup. Dan berikut ini contoh nama indivdu orang dengan simbol angka satu yang tidak langsung atau dua suku kata yang diawali dengan huruf vokal atau huruf hidup, adalah sebagai berikut :

Berikut ini cara menemukan atau mendapatkan karakter individu orang angka 1, yang tidak langsung atau yang dua suku kata ialah sebagai berikut :

Misal 1. Awa. Awi, Awu, Awe, Awo dan Aweu, itu masing-masing terdiri dari dua kata, yaitu A dan Wa. A = 1, dan wa, wi, wu, we, wo masing-masing bernilai 9, sesuai dengan urutan abjad hanacaraka atau carakan, jika dijumlahkan maka kita mendapatkan angka A = 1+ Wa 9 = 10 = 1.

Misal Iwa, Iwi, Iwu, Iwe, Iwo, dan Iweu itu semua sama dengan yang di atas ialah I bernilai = 1, sedangkan wa, wi, wu, we, wo, bernilai 9, jika kita dijumlahkan mendapatkan angka A = 1 + Wa = 9 maka berjumlah 10 = 1.

Misal Uwa, Uwi, Uwu, Uwe, Uwo, dan Uweu itu semua sama yaitu U = 1 dan wa, wi, wu, we, wo masing bernilai 9, maka jika dijumlahkan yaitu A = 1 + Wa 9 = 10 = 1.

Misal Ewa, Ewi, Ewu, Ewe, Ewo dan Eweu atau Owa, Owi, Owe, Owe, Oweu sama memiliki nilai 1 dan 9 berjumlah 10 = 1.

Misal Hawa, Hawi, Hawu, Hawe, Hawo dan Haweu, ialah Ha = 1 dan Wa, wi, wu, we, wo dan weu = 9, jadi 1 + 9 = 10 = 1. Dan sebaliknya yaitu sebagai berikut :

Misal Waha, Wahi, Wahu, Wahe, Waho dan Waheu ialah Wa = 9 dan Ha, Hi, Hu, He, Ho dan Heu = 1. Jadi 9 + 1 = 10 = 1.

Misal Hawan, hawin, hawun, hawen, dan haweun atau hawang, hawing, hawung, haweng, hawong dan haweung, ialah Ha = 1, Wan, win, wun, wen, won dan weun. Wang, wing, wung, weng, wong dan weung = 9, jadi Ha = 1 + Wang, wing, wung, weng, wong, weung = 9, jadi 1 + 9 = 10 = 1.

Misal Radi, Ridi, Rudi, Redi, Rodi. Atau Randi, Rindi, Rundi, Rendi, Rondi atau sebaliknyanya. Misalnya Diran, Dirin Darun Daron itu semua sama-sama terdiri dari dua kata yaitu Ra = 4, dan di = 6, maka jika dijumlah hasilnya 10 = 1. Hurup akhiran pertama N dan akhiran ke dua baik n, m, h g, atau ing semuanya  mati yang hidup hanya pokalnya saja.

Misal, Sana, Sani, Sanu, Sane dan Sano atau kebalikannya misal Nisa, Nisu, Neso  itu semua terdiri dari dua kata yaitu Sa = 8 dan Na = 2 jika dijumlahkan  8 + 2 = 10 = 1.

Misal Cata, cati, catu, cate, cato, cantak, cantik, centok catang, cating, catung, cateng, catong, taca, taci, tacu, tace, taco, tanca, tanci, tancu, tacang, tacing, tacung taceng, dan seterusnya ialah ta = 7 dan ca, ci, cu, ce, co = 3, jadi 3 + 7 = 10 = 1.

Misal, Lia, Liu, Lie, Leo, Li’i, itu semua berjumlah 10 = 1.

Misal Yayat, Yiyit, Yuyut, Yeyot dan Yayan, Yiyin, Yuyun, Yeyen. Yoyon dan sejenisnya yaitu terdiri dari dua kata yakni Ya yang pertama = 14, demikian juga Ya yang ke dua sama-sama memiliki nilai yaitu 14, jadi 14 + 14 = 28 = 10 = 1. Dan bergitulah seterusnya.

Berikut ini contoh cara mendapatkan atau menemukan karakter individu orang angka 1 yang tidak langsung atau tiga suku kata ialah sebagai berikut :

Misal Suratman, suratmin, sumirat, semarat, musirat, mesurat, mensirat, merasut, merasat, semerah, seremeh, remasuk, meruksak, meraksuk, merangsang, remasur dan sebagainya ialah sa =  8, ra = 4 dan ma = 16, jadi 8 + 4 + 16 = 28 = 10 = 1.

Misal Supratman, supratmin, supratmun, supratmen, suprotmon, supratmeunt iahlah sbb su = 8, ra = 4, ma 16, jadi 8 + 4 + 16 = 28 = 10 = 1

Misal Ramasa, remasi, ramase, ramaso, ramaso, raaseu, remason, remasing ialah sbb Re = 4, ma = 16, sa, si, so, se, san, sin, song = 8, jadi 4 + 16 + 8 = 28 = 10 = 1.

Misal Sukarda, sukardi,sukarde, sukardo, sukardeu, Karsidan, karsidin, karsidun, karsidon, ialah su = 8, kar = 5, da, di, du, de, do, dan, din , dum, dik bernilai  = 6, jadi 8 + 5 + 6 = 19 = 10 = 1.

Conto cara mendapatkan atau menemukan karakter angka 5.

Berikut ini tata cara mendapatkan atau menemukan karakter angka 5 baik yang lasung maupun yang tidak langsung, baik yang satu suku kata dua suku kata dan yang tiga suku kata, baik yang diawali dengan huruf vokal atau huruf hidup, maupun yang diawali dengan huruf mati atau konsonan, ialah sebagai berikut:

Misal Ara, Ari, Aru, Are, dan aro, atau di tambah akhiran n, m dan atau ing, l, S dan seterusnya, misalnya Arin, Aram, Aris dan atau Arial itu semua terdiri dari dua kata yaitu A = 1, dan Ri = 4, maka jika kita tambahkan ialah 1 + 4 = 5, 

 Dan berikut ini cara mendapatkan atau menemukan nama individu  karakter angka 5 yang tidak langsung atau dua suku kata sebagai berikut :

Misal Aja, aji, aju, aje, ajo, ajeu, ajang, ajing, ajung, ajeng, ajong, ajan ajin, ajun, ajen, ajon, ajag, ajis, ajus, ajeg, anjen, anjin, anjun, anjen, anjon dan lain sebagainya ialah sbb : A = 1, dan ja, ji, ju, je, jo = 13, jadi 1 + 13 = 14 = 5.

Misal Haris, Harin, Heran, Harun, Harus Harum, Haraul, Haring dan seterusnya itupun sama karakter angka 5 yang langsung ialah sbb Ha = 1, ra = 4 jadi 1 + 4 = 5

Misal Hajar, hajir, hajur, hajer, hajor, Jahar, jahir, jahur, jaher, jahor, jaheu, jaha, jahi, jahu, jahe, jaho, jahat, jahin, jahun, jahen, jahang, jahing, jahung, jaham, jahim, jahum jahem dan lain sebagainya ialah ja = 13 dan ha, hi, hu hang, hang, hung. Ham, him hum = 1, jadi 13 + 1 = 14 = 5.

Misal Capa, capi, capu, cape, capo, capeu, paca, paci, pacu, pace, paco, pacing, pacang, pacung, paceng, pacong, paceng, panca, fanci, fanco, fancang, fancing, fancung, fanceng dan sebagainya ialah pa dan fa sama sama  = 11 + ca = 3 jadi 11 + 3 = 14 = 5.

Misal Tata,Tati,Tatu,Tate, Tato, Tante, Tanti, Tantu, Tinta, tatang, Tinting dan atau Tingti, tatan  titin, tutun, teten, tangta tingti tungtu tengte dan seterusnya itu semua terdiri dari dua kata yaitu Ta = 7 + Ti = 7 jika dijumlahkan = 14 = 5.

Misal Ramli, Rilah, Ruling, Relon, Romlah atau sebaliknya misal Lira, Lirung, Larang, Lahrom itu semua juga terdiri dari dua kata yaitu Ra = 4 dan la = 10, dijumlahkan menjadi 14 = 5.

Misal Tata, Tati, Tatu, Tate, Tato dan Tateu atau sebaliknya Tita, Titi, Titu, Tite, Tito dan Titeu ialah Ta = 7 dan Ti juga = 7 jadi 7 + 7 = 14 = 5

Misal Ramli, ramli, ramlu, ramle, ramlo, romlah, romli. Rola, ruli rela ranglan, ramlan, ramling, ramlun, ramleng dan lain sebagainya ialah Ra = 4, dan La = 10  jadi 4 + 10 = 14 = 5.

Misal Rasli, raslu, rasle, raslo, rasleu laras, laris, larus, lares, larang, laring, larung, lareng, larong, lareung, langra, langri, langru, langre, langro ialah ra = 4 dan li = 10, jadi 4 + 10 = 14 = 5.

Misal Kawa, kawi, kawu, kawe, kawo, kawan, kawin, kawun, kawen, kawon, kaweun, kawang, kawing, kawung, kaweng, kawong, wika, wiki, wiku, wike, wiko, wikeu, wakan, wakin, wakun, waken, wakon, kangwi, kangwu, kangwe, kangwo, kanwa, kanwi, kanwu, kanwe dan lainya ialah ka = 5, wa = 9, jadi 5 + 9 = 14 = 5.

Misal Dasi, dasi, dasu, dase, daso, dase, dosan, dosen, dosin, dosun, doson, dangsa, dangsi, dangse, dangsoi, dangsu, dangsing, daseng, dangsung, sandang, sanding, sandung, sandeng, sandong, sanda, sandi, sandu, sande, sando, desak desik, desuk dan lainnya ialah da = 6, dan sa = 8, jadi 6 + 8 = 14 = 5.

Berikut ini cara menemukan atau mendapatkan karakter angka 5 yang tiga suku kata ialah sebagai berkut :

Misal Harvina. Harpina, harfina, harvini, harvinu, harfine, evelin, apelan, afelun, apalin, apalan, ialah Ha  = 1,  pa = 11, dan na, ni. Nu. Ne, no = 2, jadi 1 + 11 + 2 = 14 = 5.

Misal paneli, fanila, panela vanelu, livena, lipenu, lifena, nelipo, nemlepon, nelepon, nepelan ialah pa = 11, ne = 2 dan li = 11, jadi 11 + 2 + 10 = 23 = 5.

Misal Sutrisna, sutrino, sutrini, satrina. Trisina, trisinu, trasina, rasuni, ruseno, rasina, narisa, narisi, nareso, naresa, nutrisi, natriso, trasina, trasini, sinetra, sinetro, sinetra, sentruni ialah sa, si, su, se, so = 8, tra, tri, tru, tre, tro tre = 4

Berikut ini cara mendapatkan atau menemukan nama karakter angka 9 baik yang langsung maupun yang tidak langsung, bail yang satu suku kata, dua kata dan yang tiga suku kata

Contoh cara mendapatkan atau menemukan karakter angka 9 yang lasung atau dua suku kata sebagai berikut

Misal Asa, Asi, Asu, Ase, Aso dan Aseu.

Misal Isa, Isi, Isu, Ise, Iso dan Iseu.

Misal Usa. Usi, Usu, Use, Uso dan Useu

Misal Esa, Esi, Esu, Ese, Eso dan Eseu, jika adan akhiran n, m, h, k g p f dan seterusnya yang merupakan huruf mati semuanya mati tidak ada nilainya.,

Misal Alsa, alsi, alsu, alse, also, alseu, Ansa, ansi, ansu, anse, anso, anseur, ansur, insir, angsa, angsi, angsu, angse, angso, angsang, ialah a = 1, sa, si, su se, so, sang, sing, sung, seng son, sar , sag = 8, jadi 1 + 8 = 9.

Misal Hasa, hasi, hasu, hase, haseu, hansan, hansin, hangsang, hangsing, hangsung,

Hasan, hasin, hasun, hasen dal lainnya ialah Ha = 1, dan sa = 8, jadi 1 + 8 = 9.

Misal Rika, Riki, Riku, Rike, Riko dan Rikeu, atau sebaliknya Kara, Kari, Karu, Kare,  Karo dan Kareu, Keran, karin, karun, karung, karang, rekan, rakin, rangkum, rekam Ialah Ra = 4, dan ka = 5, jadi 4 + 5 = 9

Misal Tana, Tani, Tanu, Tane, Tano dan Taneu atau sebaliknya Nata, Nati, Natu, Nate, Nato dan Nateu. Nangtang, nangting, nangtung, nangteng, nangtong, nangtung, tanang, taning, tanung, taneng, tanong Ialah Ta = 7,dan na = 2, jadi 7 + 2 = 9

Misal Cada, Cadi, Cadu, Cade, cado, cadeu, canda, candi, candu, cande, cando, daca, daci, dacu, dace, daco, dicang, dicung, diceng, dicong dan lain sebagainya ialah Ca = 3, dan da = 6 jadi 3 + 6 = 9.

Misal Rika, riki, riku, rike, riko, rikeu , kara, kari, karu, kare, karo, kareu. Karan, karin, karun, karen, karon, kareun, ringka, ringku, ringke, ringko, karang karis, karus, kares, krangka, krangki, frangka. Frangki frangku, prancas, pransis, prancus dan lain sebagainya ialah ra = 4 dan ka = 5 , jadi 4 + 5 = 9

Misal Baba, babi, babu, babe, babo dan babeu, Bambang, bambing, bambung, banbeng, bambong yaitu Ba = 18 + ban, bin, bun, ben, bon, bang, bing, bung, beng, bong = 18, jadi 18 + 18 = 36 = 9.

Berikut ini cara mendapatkan atau menemukan karakter nama angka 9 yang tiga suku kata ialah sebagai berikut :

Misal Mardika, merdeka, mardika, mendekam, mendekim, darmaku, darmaken, domiko, domiki. Demikian, kademi, kedimu, qodimu, qodamma,kademi, kamdami, dan lain sebagainya ialah ka, qo, qi, ke, masing-masingbernilai 5, mar, man, mak, mas, masing-masing bernilai 16, dan Da, dam, dim, dun, duk, dek bernilai = 6, jadi ka atau qo = 5 + mar. Man = 16, dan da, di, dum, = 6, dijumlah = 27 = 9.

Misal Darmaka, damarkun, dagmika, damikung, damiken, darmaka, darmikun, kemendag, mendakan, mendakin, mendakung ialah da = 6, ma = 16, ka = 5, jadi 6 + 16 + 5 = 27 = 9.

Misal Sudara, sundari, sundoro, sundare, sundaru, sandaring, sandaring, sandarung, sandareng, sandarong, sandareng, Rasanda, rasandi, rasandu, rasande, rasando, rasandeu ialah Ra 4, sa = 8, da = 6, jadi 4 + 8 + 6 = 18 = 9.

Itulah tata cara mendapatkan atau menemukan karakter angka 1, 5 dan 9 baik yang langsung maupun pun yang tidak langsung, baik yang satu suku kata, dua suku kata dan atau yang tiga suku kata, yakni, simbol atau lambang karakter individu orang yang seperti  yang telah di terangkan di bab 1 dan 2.


Qodrat dan irodat karakter 1,5 dan 9 adalah nama angka yang dapat menghidupkan serta mengawinkan segala mahluk yang ada dimuka bumi.

1, 5 dan 9 Bahan serta cikal bakal napas  dan nyawa seluruh mahluk hidup

 

Positif dan Negatifnaya Karakter  Atau Angka  1, 5 dan 9

Ositifnya karakter  individu ngka Satu, lima dan sembilan dapat dilihat atau dibaca di bab 1 dan 2, ilah bab yang membahas tentang nama alam dan Nama Angka 

Nasehat  1.

Kata kata nasehat orang tua

Anak anak ku, kamu kini sudah tahu bahwa hidup ini penuh dengan rintangan penuh dengan ketidakpastian. Hidup adalah proses perjalanan yang harus dijalani, untuk selalu menjadi lebih baik dari sebelumnya. Hidup itu harus maju, bukan malah mundur atau diam apala lagi menyerah. Permasalahan yang datang itu harus dihadapi bukan malah dihindari. Tak ada titik aman dalam hidup, yang ada hanyalah bagaimana cara kita untuk mengambil tindakan yang tepat. Kehidupan yang kita jalani ini selalu berputar, kadang kita berada diatas selalu diberikan kemudahan. Dan kadang juga kita berada dibawah, mungkin dititik ini banyak sekali orang mengeluh karena merasa hidupnya terasa susah dan menderita. Padahal, kalau kita lihat lebih jauh bahwa ini adalah fase hidup yang sebenarnya. Mungkin saja saat kamu berada diatas, kamu terlalu lupa bahwa hidup itu naik turun. Kamu terlalu terbuai dengan segala kemudahan yang pernah kamu dapatkan sehingga kamu lupa untuk bersyukur saat berada dalam kondisi yang susah.

Nasehat 2

Kata Kata Nasehat Kehidupan.

Setiap orang pasti mempunyai masalah dalam kehidupannya masing-masing. Maka dari itu jangan merasa kalau hidupmu itu paling menderita, paling susah, dan paling menyedihkan. Cobalah lihat orang-orang diluar sana, banyak yang lebih susah dari pada kamu kan? apa mereka mengeluh? dengan mengeluh masalah yang kamu hadapi tak akan bisa terselesaikan. Jalani saja, hadapi masalah dan cobaan yang datang. Hidup yang kamu keluhkan itu adalah hidup yang orang lain inginkan. Bersyukur dan bersabar adalah cara termudah untuk menghadapi masalah. Well, mulai sekarang kurangilah mengeluh dan berkeluh kesah. Karena kalau kamu kebanyakan mengeluh dan berkeluh kesah itu cuma menimbulkan banyak beban dihati dan pikiran musendir,, serta akan membuat susah orang yang dekat dengan kamu

 

Nasehat 3

Kata Kata Nasehat Bijak Sahabat.

Kamu tentu pernah mendengar nasehat atau pernah dinasehati kan? Yap.. ini nasehat adalah kata-kata bijak yang sangat positif sekali maknanya. Selain dapat membuka pikiran kita, kata nasehat ini juga bisa menyadarkan diri kita dari segala bentuk kesalahan. Dengan kata nasehat kita akan merasa bahwa semua masalah itu pasti ada solusinya, tinggal kitanya saja berniat untuk benar-banar mau menghadapi masalah tersebut atau mengeluh kemudian menyerah. Berdoalah dan meminta kemudahan kepada Sang Pencipta agar kamu lebih tenang dan merasa terberkati.

Nasehat 4

Kata kata Nasehat untuk diri sendiri

Nah. Buat semua anak-anak ku yang ingin diberikan kata nasehat bijak? berikut akan kami berikan Kata Kata Nasehat untuk Diri Sendiri :

Hidup kita tidak dinilai dari apa yang diberikan sekitar kita tetapi dinilai dari manfaat yang kita berikan kepada sekitar kita.

Kebahagiaan bukan memiliki banyak hal, tetapi karena ia tidak membandingkan miliknya dengan milik orang lain.

Orang yang paling beruntung di dunia adalah orang yang telah mengembangkan rasa syukur yang hampir konstan, dalam setiap situasi dan kondisi apapun.

Jangan biarkan sebuah masalah membuat Anda atau kamu jatuh! Masalah itu seharusanya membuat Anda atau kamu semakin kuat.

Orang sukses takkan pernah mengeluh bagaimana kalau akan gagal,namun berusaha bagaimana untuk berhasil. 

Nasehat  5

Nasehat orang besar.

Orang besar menempuh jalan kearah tujuan melalui rintangan dan kesukaran yang hebat karena itu merupakan tantangan. Siapa yang bersyukur atas sesuatu yang sedikit akan lebih mudah tuk bersyukur atas sesuatu yang banyak. Hiduplah seperti pohon yang besar dahannya serta banyak cabangnya, serta rindang daunya sehingga lebat buahnya. Hidup di tepi jalan dan ketika dilempari orang dengan batu, tetapi dibalas dengan buah.

Jangan melihat dimana Anda jatuh, tetapi lihatlah dimana Anda tergelincir.. Cinta itu bukan hanya tentang kata-kata indah, tapi tentang menunjukkan seseorang betapa berarti dirinya.Dan jika ajal telah datang, Tidaklah bumi mampu melindungi Tidak pula langit mampu mengayomi! sudah siap kah bekalmu ?

Jika seseorang mengatakan kebenaran, dia pasti cepat atau lambat akan mendapatkannya.Yang paling saya prihatinkan bukan apakah Anda telah gagal, tetapi apakah Anda telah puas dengan kegagalan Anda .Jangan terus menyesali masa lalu, selama Anda mampu menjadikannya sebagai pelajaran, Anda akan menjadi pribadi yang lebih kuat di masa depan Tuhan selalu memberi obat disetiap penyakit, senyum disetiap air mata, berkah disetiap cobaan & jawaban disetiap doa.Jangan terlalu mengkhawatirkan masa depan, hiduplah pada saat ini.Kesenanagan terbesar dalam hidup ini adalah melakukan hal, dimana kita mampu memberikan sasuatu kepada yang orang lain butuhkan.

 

 

Semoga bermanfaat

Contoh cara mendapatkan atau menemukan karakter  angka 2, dan 6.

 Berikut ini contoh cara mendapatkan atau menemukan karakter angka 2 dan 6, baik yang langsung maupun yang tidak langsung, baik yang satu suku kata dua suku kata dan yang tiga suku kata baik yang diawali dengan huruf vokal atau huruf hidup atau yang di awali  huruf mati atau konsonan, ialah sebagai berikut :

Karakter nama angka 2.yang langsung atau satu suku kata Sbb :

Misal Nai, Nau, Nae, Nao, naa, nian Nain, Niun,Nion, Neon, neng, neang, naing, naung.

Berikut ini yang dua suku kata

Misal Aa, Ii, Uu, Ee, Oo, Eueu, itulah karakter angka 2 yang disebut langsung dan dua suku kata.

Misal Aan, iin, uun, een, oon, dan oeun sama-sama karakter angka dua langsung ialah A= 1+ an = 1 jadi 1 + 1 = 2.

Misal Aas, Iis, Uus, Ees, Oos,

Misal Alla,Ali. Alu, Ale, Alo dan Aleu, alan, alin, alun, alen, alon, alang, aling, alung, aleng along. Alam, alim, alem, alom ialah A = 1, La, Li, Lu, Le, Lo masing masing berjumlah 10, jadi A = 1 + La = 10 dijumlah menjadi 11 = 2.

Misal Alan, Alin, Alun, Alen, Alon, Aleun dan Alang, Aliang, Alung, Aleng dan seterusnya ialah A = 1, dan Lan, Lin, Lun, Len, Long, Ling, Lung, Lang = 10, jadi 1 + 10 = 11 = 2.

Misal Bana, bani, banu, bane, bano, naba, nabi, nabu, nabe, nabo, nabeu, benang, bening, benung, beneng, benong, nebeng, nabung, dan lain sebagainya ialah Ba = 18, na = 2, jadi 18 + 2 = 20 = 2.

Misal daya, dayi, dayu, daye, dayeu, yuda, yudi, yudue, yudo, dayang, daying, dayung, dayeng, dayong, yuda, yudi, yudu, yude, yudo dan lainnya ialah Da = 6, ya = 14, jadi 6 + 14 = 20 = 2.

Misal Lala, Lali, Lili, Lulu, Lele, Lolo, Lalu, Lale, Lalo, dan Laleu atau Lalan, Lilin, Lulun, Lelen, lalin, laling, linglung, langlang dan seterusnya ialah La = 10 dan li = 10 jadi 10 + 10 = 20 = 2

Misal Muja, muji, muju, muje, muje, mujeu, jama, jami, jamu, jame, jamo, jameu atau marjan, marjin, marjum, marjen, marjeun, jaman, jamin, jamun, jamen, jamon, janma, janmi,, jangmu, jangming, ialah ialah Ja = 13, ma = 16, jadi 13 + 16 = 29  = 11 = 2.

Misal Wina, wini, winu, wine, wino dan wineu, atau warna, warni, wangni, wanan, winin, wunun, wonon, wanang, wingning, itu semua dua kata yaitu wa  =  9 dan na, ni, nu, ne, no, neng, nang berjumlah 2, jadi 9 + 2 = 11 = 2.

Misal Casa, casi, casu, case, caso, soca, soci, socu, soce, carsa, carsi, carsu, carse, sucan, sucin, sucun, sucen, sucon, sangca, sangci, sangcu, sangse, sangco, cansa, cansi, cansu, canse, canso dan lainnya ialah ca = 3, dan sa, si, su, se, so = 8, jadi 3 + 8 = 11 = 2.

Misal Rata, rati, ratu, rate, rato, ranta, ranti, rante, ranto, rita, ritu reto, rantang, ranting, rantung, rateng, rantong, tara, tari, taru, tare, taro, tarang, taring, tarung, tareng, tarong, renta, renti, rentu rente dan lain sebagainya ialah ra = 4, dan ta, ti, tu te, to = 7, jadi 4 + 7 = 11 = 2.

Misal Kada, kadi, kadu, kade, kado, kadeu. Kanda, kandi, kandu, kande, kando, kangda, kangdi, kangdu kangde, kangdo, kadang, kading kadung, kadeng, kadong dan seterusnya, atau dibalik dika, diki, diku, dike, diko, dikan, dikin, dikun, deken, dekon, itu semua sama yakni ka = 5 dan da = 6, jadi 5 + 6 = 11 = 2.

Misal Pawang, pawing, pawung, paweng, fawong, faweung, wafing, wafung, wapeng, wafong, wapeng dan lain-lain ialah pa atau fa sama saja bernilai 11. Dan wa, wi, wu, we, wan, wing, wim, wum, sama-sama bernilai 9, jadi 11 + 9 = 20 =2.

Misal Jata, jati, jatu, jate. Jatang, jating, jatim, tajam, tajim, tajum, tajam, tajom, tangja, tangji, tangju, ialah ja, ji, ju, jan, jin jam, jim, jag, jig, sama-sama bernilai 13, dan tam, tim. Tum, tag,tin, tas sama-sama bernilai 7, jadi 13 + 7 = 20 = 2.

Misal Rama, rami, ramu, rame, Mara, mari, maru, mare, marang, maring, marung, mareng, marong ialah ma = 16 dan ra = 4, jadi 16 + 4 = 20 = 2.

Berikut ini cara mendapatkan atau menemukan karakter angka dua yang tiga suku kata ialah sebagai berikut :

Misal Aliwan, aliwin, aliwun, aliwen, aliwon, dan aliweun. Haliwang, haliwing, haliwung, haliweng, haliwong, harliwan, harliwin, harliwen, harliwon ialah A atau ha = 1, la, li,lu, le, lo, leu = 10, dan wan, win, wang, wing wung, weng wong = 9, jadi 1 + 10 + 9 = 20 = 2.

Misal Nawawi, nawiwu, nawiwe, nawiwo, nawiwe, atau nawanwa, nawinwu, nawinwo, wangnawa, wangnawi, wangnawu, wangnawe, ialah na = 2, wa = 9, wa = w = 9 jadi 2 + 9 + 9 = 20 = 2.

Misal Sukanta, sukanti, sukantu, sukanto, sukantu, sukanteu, takisan, tukisin, tukisen, tukisom, tangkisen, sukamto, sukarta, sukanti, sukanta, sukanta, sukangta, sukangti, sukangto ilah Su = 8, ka = 5, ta, ti, tu, te, to, teu = 7, jadi 8 + 5 + 7 = 20 = 2.

Misal Sukirman, sakirmin, sakirmun, sakarman, sakurming, sangkirmin, sakirmang, sakirmah, sukirmah, sarkirmah, musikar, masikar, karsimah, karsimang, karsiming ialah Su = 8, kir = 5, ma = 16, jadi 8 + 5 + 16 = 29 = 11 = 2

Contoh cara menemukan atau mendapatkan karakter angka 6,

Cara mendapatkan atau menemukan karakter angka 6 baik yang langsung maupun yang tidak langsung, baik yang satu suku kata , dua suku kata dan yang tiga suku kata, baik yang diawali dengan huruf hidup atau vokal, maupun yang di awali dengan huruf mati ataupun konsonan, ialah sebagai berikut:

Karakter angka 6 dengan dua suku kata sbb :

Misal Aka, aki, aku, ake, ako, akeu, ika, iki, iku, ike, iko, uka, uki, uku, uke, uko,  akeu, akan, akain, akun, aken, akaon, akang , aking, akung, akeng, akong, ialah tidak langsung atau dua kata ialah a, i, u, e, o, eu masing-masing bernilai 1 dan ka, kai,ku, ke, ko, dan keu = 5, jadi 1 + 5 = 6.

Misal Nara, nari, naru, nare, naro dan nareu, atau dibalik Rana, rani, ranu, rane, rano, raneu, atau juga huruf vokalnya dibalik misal nira, niru, nire, niro dan lain sebagainya meskipun ada huruf akhiran, n, m, d, t, r atau yang lain tetap saja yang di hitung hanya dua kata yaitu Na, ni, nu masing-masing bernilai 2, dan Ra, ri, ru masing-masing bernilai 4, jadi 2 + 4 = 6 atau ra = 4 + na = 2, dijumlah 4 + 2 = 6.

Misal Caca, caci, cacu, cace dan caco atau cica, cicu,cice, ceco, dan ceuceu itu semua berjumlah 6, yaitu ca pertama = 3 + ca kedua =3, dijumlah = 6

Misal Haka, haki, haku, hake,hako, dan hakeu, atau kaha, kahi, kahu, kahe, kaho dan kaheu, semua berjumlah 6, yaitu ha = 1 dan ka = 5, jadi dijumlah = 6, kalo ada huruf akhiran, maka semua huruf akhiran mati.

Misal Dua, dui, duu, due, duo, dueu, duan duin, duun duen, duon, deon, dein, dean, dian, diun, diin, dien, dan sebagainya ialah karakter angka 6 langsung atau satu kata yaitu da, di, du, de, do, deu = 6.

Misal Doa, doi, dou, doe, doo, doeu, atau dean, dein, daun, daen, daon, daeun  itu semua satu kata yaitu da, di, du, de, do, deu = 6.

Misal Tasa, tasi, tasu, tase, taso dan taseu atau dibalik sata, sati, satu, sate, sato, sateu, soto, siti dan seterusnya masing-masing bernilai ta = 7 dan sa = 8, jadi dijumlahkan = 15 = 6.

Misal Wida, widi, widu, wede, wedo, weda, wedeu, atau dibalik dewa, dewi, dewe, dewo, deweu dan seterusnya, wanda, windi, wondo, atau dawin, dewon diwen itu semua berjumlah 15 = 6, yakni wa = 9 dan da = 6 dijumlah 9 + 6 = 15 = 6.semua akhiran mati.

Cara menemukan karakter angka 6 yang tidak langsung atau yang tiga suku kata sbb :

Misal  Suhanda, suhandi, suhandu, suhade, suhando, suhandeu, sahundang, sahunding, sahundeng, husada, husadi, husadu, husade, harsanda, harsandi, hasandu dan lain sebagainya ialah Sa = 8, ha = 1, da = 6, jadi 8 + 1 + 6 = 15 = 6.

Misal Warsita, warsiti, wasitu, warsite, warsito, warsiteu, Suwarta, suwarti, suwarte, suwarto, suwita, suwiti, suwitu suwite, suwito, tuwangsah, tuwansih, tuwangsuh, dan lain sebagainya, ialah Wa = 9, sa = 8, ta = 7, jadi 9 + 8 + 7 = 24 = 6.

Misal Darmana, darmini, darminu, darmene, darmono, darmeneu, mendanne, modani, dimana, dangmini, dangmani, menendang, dangmene, diminum, mudinan, mudinin ialah Da = 6, ma = 16, na = 2 jadi 6 + 16 + 2 = 24 = 6.

Misal Soekarna, soekarni, soekarne, soekarno, sukarna, sukarni, sukarnu, sukarno, sukarneu, kusunah, kensinah, naksakan, nasakan, nusikan, nasakom, nasikem dan lain sebagainya ialah Sa = 8, ka = 5, na, 2, jadi 8 + 5 + 2 = 15 = 6.

Misal larsanda, Lasandi, lasandu, lasande, lasando, lasandeu, salenda, salendi, salendu, salendo, salendeu, dosalan, dosalin, dosalon, delising, dalesung, daleseng ialah la = 10. Sa = 8, da = 6, jadi 10 + 8 + 6 = 24 = 6.

            Itulah beberapa contoh cara mendapatkan atau menemukan karakter angka 2 dan 6, baik yang langsung maupun yang tidak langsung. Baik yang satu suku kata, dua suku kata dan yang tiga suku kata, yakni, lambang atau simbol karakter individu orang yang seperti air.

2 dan 6

Adalah lambang karakter 

Qodrat dan irodat karakter 2 dan 6 adalah sumber kehidupan dan kesuburan bagi seluruh mahluk hidup yang ada dimuka bumi khususnya bagi manusia

2 dan 6 sumber kehidupan dan kesuburan

 

Positif dan negatifnya karakter dua dan enam , 2 dan 6 selain dapat dilihat di bab 1 dan 2 juga seperti yang berikut ini

Positif nya karakter angka  dua dan  enam

Negatifnya karakter dua dan enam

 Kata kata naseh


Nasehat 1

Tentu sering mendengarkan suatu nasehat yang diberikan oleh orang-orang terdekat kita. bahkan dari kecil kita sering sekali menerima suatu nasehat dari orang tua kita, dan kalian tau nggak sih apa sebenarnya tujuan dari Nasehat itu sendiri ? dan kalau menurut gamabaran saya waktu kecil dulu, Nasehat itu selalu dikaitkan dengan kesalahan yang kita perbuat dan kita pasti dimarahi itu pemikiran saya dulu, tapi sebenarnya Nasehat itu banyak sekali manfaatnya, tak hanya memberikan suatu pelajaran yang berharga Nasehat itu juga merupakan hal yang akan merubah kita menjadi ke arah yang lebih baik. 

Nasehat 2

Kata Kata Nasehat Bijak Indah - walaupun kita sudah besar, sering kali kita mendapatkan suatu nasehat dari orang-orang yang menyayangi kita, ya memang orang yang memberikan nasehat itu tandanya dia perduli dengan kita, dia mau mengarahkan kita ke arah yang lebih baik, jadi buat kamu semua yang sering kali mendapatkan suatu Nasehat ya jangan marah terlebih dahulu atau malah ngambek karena sering diomelin dan diberikan arahan. karena hal itulah yang bakalan merubah hidup kamu.

Nasehat 3

Nah, buat kamu semua yang ingin hidupnya menjadi lebih baik dan lebih terarah ? berikut akan admin berikan Kata Kata Nasehat Bijak Kehidupan: setidaknya, dalam hidup, kita pernah melakukan suatu hal yg berguna untuk orang lainbintang akan lebih bersinar terang jika malam semakin gelap Prestasi terbesar dalam hidup ini adalah ketika TUHAN telah JATUH CINTA KEPADA KITA.

Kebahagiaan itu bukan karena kita memiliki banyak hal, akan tetapi karena ia tidak membandingkan miliknya dengan milik orang lain.Orang yang terpuji ialah mereka yang malu bila menerima pujian dan diam bila tertimpa fitnah. Orang yang berjiwa besar memiliki dua hati, satu hati menangis dan satu lagi bersabar. Sahabat sejati ialah mereka yang mau dan bisa membangkitkan kepercayaan diri kita ditengah orang lain sedang sibuk menjatuhkan dan meremehkan kita. Bahasa menunjukkan bangsa setiap individu, budi menunjukkan diri, iman menunjukkan pedoman. Bermimpi adalah langkah awal mencapai keberhasilan. Tapi mimpi itu tetap semu, jika kita tidak melakukan tindakan yang nyata.

Nasehat 4

Kita tidak bisa kembali ke masa lalu dan mengubah sebuah awal yang buruk tapi kita bisa membuat akhir yang indah Orang yang salah membuatmu bersenang2 dan meninggalkan luka. Orang yang tepat membuatmu merasa tenang dan menghapus luka.Terkadang kamu berusaha menghindari sesuatu bukan karena kamu membencinya, kamu menginginkannya tapi kamu tahu bahwa itu salah.Terlalu sombong untuk berpikir kamu tidak membutuhkan teman, terlalu naif untuk berpikir semua orang adalah temanmu.

Nasehat 5

Jika kamu percaya pada diri kamu sendiri, tidak ada orang yang dapat menghentikanmu untuk mencapai apa yang kamu inginkan. 

Hanya dengan mengubah sikap dan pandanganmu saja, kamu bisa mengubah yg terburuk menjadi yangg terbaik.

Jika hari kemarin kamu berbuat kesalahan, maka hari ini hapuskanlah dengan perbuatan baik. 

Jangan bangga menjadi nomor satu tapi banggalah ketika kita bisa bermanfaat bagi banyak orang.Jangan menjadikan seseorang seperti tebu yang habis manis sepah dibuang.

Kebencian cuma merugikan dirimu sendiri, tersenyum ketika hatimu disakiti. Cinta itu seperti air dibutuhkan semua orang tapi banyak yang tidak menghargai. Orang sombong biasanya suka mengatakan hal berlebihan yg sebenarnya tidak ada padanya...........

Mudah-mudahan berguna buat kita semua.

Contoh cara mendapatkan atau menemukan karakter 3 dan 7.

Cara mendapatkan atau menemukankan karakter angka 3 . Karakter angka 3 dibagi menjadi dua bagian, yaitu yang langsung dan yang tidak langsung, satu suku kata, dua suku kata dan yang tiga suku kata, ialah sebagai yang berikut ini :

Karakter angka 3 yang langsung atau satu suku kata.

Misal Cai, Cai, Cau, Cae, Cao dan Caeu masing-masing bernilai 3. yaitu ca = 3.

Misal Cay, cai, cau, cae, cao dan caeu masing-masing bernilai 3, yaitu ca = 3.

Misal Can, cin, cun, cen, con dan ceun masing-masing bernilai 3, yaitu ca = 3.. N nya mati atau dimatikan tidak dihitung.

Misal Cang, cing, cung, ceng, cong dan ceung. Atau Can, cin. Cun, cen, con , cay , ciy, cuy , cey masing-masing bernilai 3, ng nya dimatikan tidak di hitung.

Berikut ini cara menemukan atau mendapatkan karakter individu orang angka 3 yang tidak langsung atau dua suku kata ialah sbb :

Misal Ana, ani, anu, ane, ano dan aneu, ialah A = 1 dan na,ni, nu, ne, no, neu masing-masing bernilai 2, jadi A = 1 + Na = 2 dijumlah = 3.

Misal Rasa, rasi, rasu, rase, raso dan raseu, ialah ra = 4 dan sa, si, su, se, so dan seu masing-masing bernilai 8, jadi ra = 4, sa = 8, dijumlah 8 + 4 = 12 = 3.

Misal Sara, sari, saru, sare, saro dan sareu ialah sa = 8, dan ra, ri, ru, re, ro dan reu masing-masing bernilai 4, jadi sa = 8, ra = 4 dijumlah 4 + 8 = 13 = 4.

Misal Saran, sarin, sarun, saren, saron dan sareun, atau sarang, saring, sarung, sareng, sarong dan sareung.risansa, risun, risen rison ialah ra = 4, dan sa, si su se, so = 8, jadi 4 + 8 = 12 = 3.

Misal Rangsang, rangsing, rangsung, rangseng, rangsong dan rangseun, atau apapun akh rannya itu semua mati atau dimatikan, yang hiduf hanya vokalnya saja, ialah ra = 4 dan sa = 8 dijumlah 4 + 8 = 12 = 3.

Misal Sarang, saring, sarung, sereng, sarong dan sareung atau resah, resih, resuh, reseh, resoh dan reseuh ialah 4 + 8 = 12 = 3.

Misal Dada, dadi, dadu, dade, dado dan dade, atau dida, didi, didu, dide, dido,  dan dideu, ialah da = 6 + di =  6 dijumlah = 12 = 3.

Misal Tika, tiki, tiku, tike, tiko dan tikeu, atau Kata,u, kate, kati, katu, kate, kato dan kateu, dan atau takan, takin, takun, taken, taken, atau kentang, kenting, kentung, kenteng, kentong dan seterusnya ialah ka = 5 + ta = 7 dijumlah = 12 = 3.

Misal Wica, wici, wicu, wice, wico dan wiceu, atau cawa, cawi, cawu, cawe, cawo dan cawe, atau wican, wicin, wicun, wicen, wicon, wiceun, wicang, wicing, wicung, wicong, cangwi, wangwu, wangwe dan seterusnya ialah wa = 9 + ca = 3 dijumlah 12 = 3.

Cara menemukan atau mendapatkan karakter individu orang angka 3 yang tidak langsung atau yang tiga suku kata ialah sbb :

Misal Sudarman, sudarmin, sudarmen, sudarmon, sardiman, sardimin, sardimun, sardimon, sardimen, dirmansah, darmansah, darsiman, darsimin, darsimen, ialah Sa = 8, da = 6, ma = 16, jadi 8 + 6 + 16 = 30 = 3.

Misal Marsidas, marsides, masidus, marsidos, masideus, samanda, samindi, samindu, saminde, damasas, damasis, damasus, dameses, mendesis, memdesas, mendesus, ialah Sa 8 = da 6, ma = 16,  jadi 8 + 6 + 16 = 30 = 3.

 Berikut ini cara mendapatkan atau menemukan karakter individu orang angka 7 yang langsung dan yang tidak langsung atau satu suku kata, dua suku kata dan yang tiga suku kata, ialah sebagai berikut :

berikut ini karakter angka 7 yang langsung atau satu suku kata sebagai berikut :

Misal Ta, ti, tu, te, to, dan teu masing-masing bernilai = 7.

Misal Tia, tii, tiu, tie, tio, dan tieu masing-masing bernilai 7. Ta = 7

Misal Tian, tiun, tien, tion, tieun, atau tiang, tiing, tiung, tiong, dan tieung masing-masing benilai 7.

Misal Tiang, tiung, tieng, tiong, tieung, tiar, tiur, tier, tior, tias, tius, ties, tios Ta = 7

Misal Tiad, tiud, tied, tiod, tieud, taan, tain, taun, taen, taon ialah ta ti tu te, to = 7.

Karakter angka 7 yang tidak langsung atau dua suku kata sebagai berikut :

Misal Ada, adi, adu, ade, ado dan adeu, atau adan, adin, adun, aden, adon, dan adeun, atau adang, ading, adung, adeng, adong, adeung itu semua bernilai 7, ialah a = 1, dan da, di, du, de, do, deu, dan, din, dun, den, don, dang, ding, dung, deng, dong, deung bernilai 6, jadi 1 + 6 = 7.

Misal Hada, hadi, hadu, hade, hado dan hadeu, atau handi, handi, handu, hande, handu dan handeu, harda, hardi, hardu, hangdin, hangdun hangden, hangdo dan seterusnya ialah ha = 1 dan da = 6 jadi 1 + 6 = 7. Semua akhiran mati atau dimatikan.

Misal Naka, naki, naku, nake, nake, nako dan nakeu, nangka, nangki.nangku, nangke, nangko dan nangkeu, atau kana, kani, kanu kane, kane, ka kaning, kanung dan kano, kaneu, kanang dan seterusnya semua bernilai 7, yaitu ka = 5, dan na = 2, jadi 5 + 2 = 7

Misal Candra, candri, candru, candre, candro dan candreu atau ricad, ricid, ricud, riced, ricod dan riceud, atau franci, francis, pranco, prancis, rico, rici, ricu, canra, ricard, racurd dan lain sebagainya semua bernilai 7, yaitu, ca 3 dan ra = 4, dijumlah 3 + 4 = 7.

Misal Tawa, tawi, tawu, tawo, tawe, dan taweu atau tiwan, tiwin, tiwun, tiwen, atau towang, tawing, tawung, atau wangta, wangti, wangtu, wangte, wata, wati, watu, wate dan seterusnya itu semua bernilai 7, ialah ta = 7, dan wa = 9, jadi 7 + 9 = 16 = 7.

Misal Sasa, sisi, susu, sese, seso, sansan, sansin, sansun, sansen, sanson, sangsi, sangsa, sangso, sangsu, sangsang, singsing, sungsung, sengseng, songsong, samsu dan seterusnya semua bernilai 7, ialah sa = 8, + 8 = 16 = 7.

Berikut ini cara mendapatkan atau menemukan karakter angka 7 yang tiga suku kata ialah sbb :

Misal Mayora, mayori, mayoru, mayore, mayoro, meraya, merayi, merayu, meraye, merayo, maryanra, meryanri, meryara, yarama, yarami, yaramu, yarame, yaramo, ialah Ma = 16, ya = 14, ra = 4, jadi 16 + 14 + 4 = 34 = 7.

Misal Sakaca, sakaci, sakacu, sakace, sakaco, sakaceu, cisaka, cisangkuy,cisangkan, sarkaca, sarkaci, sarkace, sarkaco, sangkancal, sangkancil, sangkancul dan yang serupa atau sejenis ialah Sa = 8, ka = 5, dan ca = 3 jadi 8 + 5 + 3 = 16 = 7.

Misal Suharta, suharti, suhartu, suharto, soeharta, soeharti, soehartu, soeharte, soeharto, atau Harsata, hansati, hansatu, hansate, hansato, atau Tusahang, tusahing, tungsaheng, tungsahong dan lainnya yang serupa  yang dibaca Sa = 8, ha = 1, ta = 7 jadi 8 + 7 + 1 = 16 = 7

Itulah beberapa contoh soal cara mendapatkan atau menemukan karakter individu orang dengan simbol angka 3 dan 7 yang keras seperti batu, baik yang langsung maupun yang tidak langsung, baik yang satu suku kata, dua suku kata dan yang tiga suku kata. Yakni lambang atau simbol karakter keras kepala seperti batu dan sulit berubah.

 

3 dan 7

Adalah lambang Karakter 

Qodrat serta irodat lambang anagka 3 dan 7 lambang keteguhan hati serta kekuatan yang harus dimilik setiap individu manusia.

Positif dan Negatifnya karakter angka  3 dan 7

Positifnya  karakter  anagka  3 dan  7

Negatifnya karakter  angka  3 dan  7

Terbaik

Terbaik. Kata Nasehat Mutiara. Kata Nasehat Bijak. pada kesempatan kali ini akan memberikan suatu informasi buat anda sekalian yang sedang mencari-cari artikel tentang Kata Nasehat Motivasi Bijak, nah memang berbicara soal nasehat tentu yang kita pikirkan adalah suatu masukan orang lain kepada kita, memang bentuk dari nasehat itu berbeda-beda ada yang dengan ketegasan ada juga yang halus. jika orang lain memarahi kita itu hendaknya kita jangan langsung berfikir negatif, ambilah sisi positifnya sebenarnya orang tersebut sayang dengan kita dan menuntut kita agar lebih baik lagi.

Kata Nasehat Bijak Motivasi - sering kali kita melihat para motivator memberikan kata-kata mutiara bijaknya, nah sebenarnya apa sih tujuan sang motivator tersebut ? nah seperti mario teguh misalnya, beliau selalu memberikan petuah-petuah dan kata bijaknya untuk membangun mental dan cara berfikir kita, disini kita dituntut untuk mengubah sikap kita dan bergerak ke arah yang positif. 

Nasehat 2

Kata Nasehat Motivasi Kehidupan - dalam kehidupan tentunya banyak sekali masalah yang kita hadapi, nah fungsi nasehat ini tentunya untuk memotivasi agar kita hidup lebih bijak dalam menyikapi suatu masalah, kita lebih dewasa dalam menyelesaikan permasalahan.

Kata Kata Nasehat Motivasi Sukses Terbaik

Nah, buat sobat sekalian yang ingin termotivasi seperti orang sukses berikut akan say berikanKata Kata Nasehat Motivasi Sukses Terbaik :

Untuk mengasah logika, tunjang dengan membuka pikiran & banyak belajar. Untuk logika yg sudah luas, seimbangkan dengan kerendah-hatian.

Berkahlah orang yang bekerja keras & jarang mengeluh, namun juga pandai bersyukur, jauh dari serakah, dan suka menolong orang lain.

  

Nasehat 3

Orang yang terlampau pelit, rejekinya sempit. Jika kepada diri sendiri saja tidak percaya, bagaimana bisa percaya dengan orang lain? Percayalah bahwa setiap dari kita berharga dan berarti di dunia ini.

Cara untuk menebus kesalahan di masa lalu adalah dengan memaafkan dirimu di masa kini dan tidak melakukan kesalahan yang sama di masa depan.

Apapun masalah kita, ketahuilah kita tidak sendiri mengalami hal yang sama, dan ketahuilah bahwa Tuhan bersama kita. Saat ingin marah-marah, ingat konsekuensinya jika dilakukan.

Attitude adl perilaku scr keseluruhan, bukan hanya ttg sopan-santun, tapi dari mind-set, etika sosial, merespon kejadian, penguasaan emosi.

Nasehat 4

Siapapun bisa jadi pemenang karena sampah jika diolah dengan benar akan jadi sumber daya, tapi sumber daya jika tidak diolah akan jadi sampah.

Sama seperti pelangi yang indah karena warnanya berbeda-beda, hidup pun menjadi indah karena adanya perbedaan. Seperti kopi, realita hidup kadang terasa pahit tapi itu yang membuat mata kita terbuka.

Seringkali sesuatu terasa sangat berharga setelah kita kehilangannya. Maka itu jaga baik-baik saat masih bersamanya. Semakin besar rasa pengertian kita, semakin kecil rasa kecewa kita.

Life is not about making others happy, but about sharing happiness, because we can't make others happy before our own selves happy. Kita tidak bisa menolong orang yang tidak mau menolong dirinya sendiri.

Jika kita tidak bisa memiliki apa yang kita cintai, maka cintailah apa yang kita miliki | If you can't have what you love, love what you have. Anda akan menemukan bahwa saat Anda pandai membuat alasan-alasan, Anda tidik akan pandai dalam pencapaian sukses

 

Nasehat 5

Percayalah bahwa sukses Anda akan jauh lebih bertahan secara permanen apabila Anda mulai membangunnya di atas kualitas karakter yg baik

Anda bertanggung jawab bukan hanya kepada apa yang Anda lakukan, akan tetapi juga kepada apa yang tidak Anda lakukan.

Situasi yang sedang Anda hadapi mungkin tampak buruk, akan tetapi yang terpenting adalah komitmen Anda untuk tetap bertekun meraih sukses Anda

Orang optimis punya kebiasaan memandang apapun yang terjadi secara positif, sedangkan orang pesimis memandang apapun yang terjadi secara negatif

Utuk dapat meraih sukses jangan mengerjakan sesuatu asal sesuka hati Anda saja, melainkan harus dengan penuh hati, kedisiplinan dan keseriusan

Berikan selalu yang lebih dari apa yang diharapkan dalam kegiatan usaha atau bekerja, Maka Anda akan melihat apa yang terbaik juga akan datang menghampiri kepada pekerjaan Anda Jika Anda tidak pun pasti mereka akan melakukan yang terbaik.

Semoga dapat dijadikan bahan renungan

 

Contoh Cara mendapatkan atau menemukan karakter angka 4 dan 8,

Cara menemukan atau mendapatkan karakter orang angka 4  baik yang langsung maupun yang tidak langsung, baik yang satu suku kata dua suku kata dan yang tiga suku kata ialah sebagai berikut :

Misal karakter angka 4 yang lansung atau satu suku kata ialah sbb :

Misal Bra, bri, bru, bre, bro, bre, bran, brin, brun, bren, bron, brang, bring, brung, breng, brong, yang dibaca hanya ra, ri, ru, re, r0 reu saja, yaitu masing-masing bernilai 4.

Misal sra, sri, sru, sre, sro dan sreu maka huruf s nya mati atau dimatikan yang hidup adalah ra, ri, ru, re, ro, reu ialah = 4.

Misal Tra, tri, tru, tre, tro, treu, tran trin, trun, tren tron, trang, tring, trung, treng, trong, trank, trink, trunk, tronk itu semua yang dibaca atau digunakan ialah ra, ri, ru, re, ro, reu masing- masing bernilai 4.

Berikut ini cara mendapatkan atau menemukan karakter individu orang angka 4 yang tidak langsung atau dua suku kata.

Misal Aca, aci, acu, ace, aco dan aceu, atau acan, acin, acun, acen acon, aceun, ican icin, icun icen icon, iceun, ocan, ocin, ocun ocen, ocon dan seterusnya, ialah a, i, u, e, eu. Masing-masing bernilai 1. Dan can, cin, cun, cen, con masing-masing bernilai 3, jadi 1 + 3 = 4.

Misal Nana, nani, nanu, nane, nano. Dan naneu, atau nina, nini, ninu, nene, neno, neneu, nona, noni, nonu, none, nono, noneu itu semua karakter angka 4, ialah na, ni, nu, ne, no, neu masing-masing bernilai 2, jadi na pertama = 2, + na keedua bernilai 2 dijumlah = 4.

Misal Haca, haci, hacu, hace, haco dan haceu, atau caha. Cahi, cahu, cahe, caho, caheu, jika ada akhiran maka semua akhiran dimatikan, umpama hancim tetap saja yang dihitung adalah ha = 1 dan ci, atau cim = 3, jadi 1+ 3 = 4.

Misal Saka, saki, saku, sake, sako, dan sake, sanken, sankin, sankun, sanken, sankun, sangkan, sangkin, sangkun, singkang, singkung, singkang, sankuan, sankuin, sankiang dan seterusnya ialah sa = 8, dan ka = 5, jadi 8 + 5 = 13 = 4.

Misal Teda,tadi, tedi, tedu, tedu, tado dan tadeu, atau deta,  deti,detu, dete, deto dan deteu, atau tenda, tendi, tendu, tendo, tanding, tudung, todung, datang, datuk dal lain sebagainya semua bernilai 4, yaitu ta = 7, dan da = 6, jadi 7 + 6 = 13 = 4.

Misal Wara, wiri, wiru, wire, wiro dan wireu, atau rewa, rewi, rewe, rewu, rewo dan reweu, warang, warung, wareng, warong, wareung, riwan, riwun, riwen, riwon, riweun dan lain sebagainya bernilai 4, yaitu wa = 9 dan ra = 4 dijumlah 9 + 4 = 13 = 4.

            Berikut ini cara menemukan atau mendapatkan karakter individu orang angka 4 yang tiddak langsung atau tiga suku kata sbb :

Misal Evelan, evelin, evelun, evelen, evelon, epelan, epelin, epelun, epelen, epelon atau everlan, everlin, eperlan, eperlin, eperlun, dan atau eveglang, avegling, epegling dan banyak lagi yang serupa ialah E = 1, pa, va = 11, la, lin, lag, ling masing bernilai 10, jadi 1 + 11 + 10 = 22 =

Misal  Basuka, basuki, basuku, basoke, bisakan, busukan, basekon, kasubag, kasubig, kasubug, kasubeg, kasubog, subaka, sanbaki, sanbaku, sembako, sembaki, sembaku dan lainnya ialah Ba = 18, sa = 8, dan ki = 5, jadi 18 + 8 + 5 = 31 = 4.

Misal Tagiman, tagimin, tagimun, tagimen, tagimon, atau targman, targimin, targimun, targimen, targimon, Gimanta, gimanti, gimantu, gimanto, magetan, magetin, magetun, mageten, mageton dan lain-lain, ialah ta = 7, ga = 17, ma = 16, jadi 7 + 17 16 = 40 = 4.

Misal Tabrana, tabrani, tabranu, tabrane, tabrono, atau tarana, tarani, taranu, tarane, tarano,  ratana, ratani, ratanu, ratane, ratano, rantana, rantani, rantanu, rantane, rantano, dan lainnya  ialah Ta = 7, ra = 4, na = 2, jadi 7 + 4 + 2 = 13 = 4.

Berikut ini cara mendapatkan atau menemukan karakter individu orang angka 8 baik yang langsung maupun yang tidak langsung, yang satu suku kata, dua suku kata dan tiga suku kata ialah sebagai berikut :

berikut ini karakter individu orang angka 8 yang langsung atau satu suku kata.

Misal Sang, sing, sung, seng, song dan seung. San, sin, sun, sen, son, seun.

Misal Sais, saus, saes, saos dan saeus, suas, siis, sius, sies, sios dan sieus.

Misal Suan, suen, siun, sien, sion dan sieun, siang, siung, sieng, siong dan sieung itu semua bernilai 8 langsung, ialah sa = 8.

Misal saad, said, saud, saed, saod, saeud, sead, seid, deud, seod, saab, saib, saub, saeb, saob dan yang serupa ialah Sa = 8.

Berikut ini cara mendapatkan atau menemukan karakter angka 8 yang tidak langsung atau dua suku kata sebagai berkut :

Misal Ata, Ati, Atu, Ate, Ato dan Ateu, atau atang, ating, atung, ateng atong dan ateung, anta, anti, antu, ante, anto, artas, artis, artus, artes, artos, ahta, ahti, ahtu, ahte, ahto dan lain sebagainya ialah a = 1, dan ta, ti, tu, te, to = 7, jadi 1 + 7 = 8.

Misal Achmad, achmid, achmud, ahmad, ahmid, ahmud, aman, amin, amun, amen, amon. Maha, mahi, mahu, mahe, maho, mahe, mohan, mihun, mohon sama-sama ialaj ma = 16 dan ha, hi, hu, he, ho, = 1, jadi 16 + 1 = 17 = 8.

Misal Nada, nadi, nadu, nade, nado, nadeu, nanda, nandi, nandu, nande, nando, nandeu, nadang, nading, nadung, nadeng, nadong, diana, dina, dini, dinu, dine, dino, nandang, nanding, nandung, nandeng, nandong dan lain sebagainya ialah na = 2, dan da, di, du, de, do, = 6, jadi 2 + 6 = 8.

Misal Caka, ciki, ciku, cike, ciko, cuaki, cuanka, kaca, kaci, kacu, kace, kaco, kencan, kencin, kencun, kencen, kencon, cukang, cuking, cukung, cukong, kacang; kacing, kacung, kaceng, kacong dan lainnya ialah ka = 5, dan ca, ci, cu, ce, co = 3, jadi 3 + 5 = 8.

Misal Rara, rari, raru, rare, raro, raran, ririn, rurum, reren roron, rangrang, ringring, rungrung, rengreng rongrong dan lain sebagainya ialah ra = 4 + ra = 4, jadi 4 + 4 = 8

Misal Taha, tahi, tahu, tahe, taho, tahan, tahin, tahun,, tahen, tahon, tanha, tanhi, tanhu, tanhe, tanho, hata, hati, hatu, hate, hato, hatang, hating, hatung, hateng, hatong, hangta, hangti, hangtu, hangte, hangto dan lainnya ialah ha = 1, dan ta, ti, tu, te, to = 7, jadi 1 + 7 = 8.

Misal  Sawa, sawi, sawu, sawe, sawo, wasa, wasi, wasu, wase, waso, waseu, warsa, warsi, warsu, warse, warse, warso, sanwa, sanwi, sangwa, sangwi, wangsit, wangsut, wangsul dan lainya sebagainya ialah sa = 8 + wa = 9, jadi 17 = 8.

Misal Tala, tali, talu, tale, talo, dibalik lata, lati, lati, latu, late, lato, latan, lam, lantang, talang, taling, talung, taleng talong, ialah la = 10, dan ta = 7, jadi 10 + 7 = 17 = 8.

Misal Pada, padi, padu pade, panda, pandi, fandu, fande, pando sama saja ialah pa = 11, atau fa = 11 dan da, di, du, de, do = 6, jadi 11 + 6 = 17 = 8.

Misal Jara, jari, jaru, jare, jaro, jaram, jarim, jarum, jarem, rajam, rajim rajum, rajab, rajib rajub, juara, juari, juaru, juare, jaras, jaris, jarus, jares, jaros dan lain sebagainya ialah ra = 4, dan ja = 13, jadi 4 + 13 = 17 = 8.

Misal Caya, cayi, cayu, caye, cayo, cayeu, yaca, yaci, yacu, yace, yaco, yaceu atau sebaliknya, ialah ca = 3, dan ya, yi, yu, ye, yo, yeu, yan, yin, yun, yen, yon dan lain sebagainya ialah ya = 14, jadi 3 + 14 = 17 = 8.

            Berikut ini cara menemukan atau mendapatkan karakter individu orang angka 8 yang tidak langsung atau tiga suku kata

Misal Castima, castimi, castimu, castime, castimo, castiman, castiming, castimong, castimeng, castinman, castinmen, castinmon, castimag, castimig, castimog, castimah, castimal, ialah ca = 3, ti = 7, ma = 16, jadi 3 + 7 + 16 = 26 = 8.

Misal Yolana, yolani, yolanu, yolani, yolano, nelaya, nelayi, nelayu, nelaye, nelayo, yolanang, yolaning, yolanung, yolaneng, yolanong, lanoya, lanoyin, lanoyum, lonayen ialah Ya, yo = 14, la = 10, na = 2, jadi 14 + 10 + 2 = 26 = 8.

Misal ngadiam, ngadium, ngadiom, danga, dangi, dangu, dange, dango, dengan, dengin, dengun, dengen, dengon, dengar, dengir, dengur, denger, dengor, dengas, dengis, dengus ialah De = 6, dan nga = 20, jadi 6 + 20 = 26 = 8.

            Itulah beberapa contoh cara mendapatkan atau menemukan karakter individu orang yang disimbolkan dengan angka 4 dan 8.yang panas seperti api, baik yang langsung maupun tidak langsung, baik yang satu suku kata, dua suku kata dan yang tiga suku kata. Yakni api adalah lambang emosi dan amarah

Dari paparan di atas tentang contoh tata cara menemukan atau mendapatkan karakter individu orang yang di simbolkan dengan angka 1 sampai dengan 9 itu semua merupakan simbol atau lambang karakter manusia, yang penulis ambil dari nama individu orang yang dihubungkan dengan Hanacaraka atau yang lebih dikenal dengan sebutan carakan. Hanacaraka atau carakan adalah salah satu dari sekian banyak budaya yang yang ada ditanah jawa kemudian penulis gunakan sebagai media atau jembatan merubah nama menjadi angka yang sengaja penulis angkat. Nama yang penulis ambil, ialah nama pangilan seseorang dalam sehari-hari atau nama pendek yang menjadi nama panggilan sekaligus nama sebutan sehari-hari, dan itu semua bukan saja diambil dari tulisan semata, akan tetapi juga dari suara yang jelas dijadikan tulisan.

Dari beberapa contoh tata cara menemukan atau mendapatkan karakter nama yang di simbolkan dengan angka di atas, sudah barang tentu tidak mewakili keinginan semua pembaca, namun dengan contoh yang tidak seberapa itu diharafkan dapat sedikit membuka pikiran kita semua, mengingat betapa pentingnya melestarikan sekaligus mengembangkan salah satu budaya yang merupakan warisan dari para leluhur kita semua.  

 

4 dan 8

Adalah lambang atau simbol karakter 4 dan 8

Qodrat dan irodat 4 dan 8 adalah sumberatau sumber amarah yang ada pada individu mahluk hidup khususnya manusia

Api atau panas sumber dari segala sumber kekuatan amarah

Positif dan negatifnya karakter 4 dan 8

Positifnya  karakter  angka

Negatifnya karakter angka  4 dan 8

Nasehat 1

Kata Kata Nasehat Tentang Menjalani Hidup – Hidup adalah sebuah proses perjalanan panjang menuju sebuah tujuan yang menjadi harapan semua orang yang memilikinya. Ketika seseorang tidak memiliki tujuan dan harapan dalam dirinya, maka hiduppun akan terasa hampa dan akan mudah terbawa arus yang tidak memiliki arah dan tujuan. Oleh sebab itu, harapan dan sebuah tujuan tidak bisa terlepas dalam menjalani kehidupan, agar sesuai dengan sesuatu yang telah tuhan takdirkan untuk semua ciptaannya.

Bagi sahabat-sahabat semuanya yang senang dengan kata kata nasehat tentang kehidupan, berikut di bawah ini beberapa kata yang bisa anda baca dan anda renungkan makna yang terkandung di dalamnya.

 Kata Nasehat Tentang Menjalani Hidup “Kebahagiaan dan mendapatkan berbagai kebaikan dalam hidup adalah harapan semua orang, namun tidak semua orang dapat mendapatkannya. Maka oleh sebab itu bahagiakanlah orang-orang yang ada di sekeliling anda agar anda mendapatkan kebahagiaan karena telah membuat mereka bahagia.”

“Tangis seorang bayi adalah isyarat bahwa kehidupan dunia tidaklah mudah, namun senyum bahagia orang-orang yang menyambut kelahiran seorang bayi adalah segalanya.” Namun kita terkadang lupa, lalai dan cenderung acuh tak acuh tidak memperhitan si bayi yang baru dilahirkan itu, kalaupun memperhati tidak memperhtikan gaya dan gerak si bayi yang secara tidak langsung memberi pelajaran banyak hal kepa kita semua sebagai orang tua si bayi. Contohnya, hampir semua orang tua baik laki-laki maupun perempuan, mereka hanya memperlihatkan suka cita dan haru setelah dikarunia anak, ia larut dalam eporia. Pedahal tampa disadari si bayi mengajarkan kepada kita tentang beberapa pengetahuan yang dibawa oleh si bayi dari kaandungan si ibu. Misa dari si bayi nangis..... si bayi di gendong hing sibayi pertama kali di susui oleh si ibu, coba perhatikan apa yang kita dapatkan dari kelahiran si bayi.

 

Nasehat 2

“Belajarkah akan arti sebuah perjuangan dari seekor ulat yang berjuang untuk menjadi kepongpong dan terlahir menjadi seekor kupu-kupu yang sangat indah.” Dengan keindahannya sehingga banyak manusia yang tergoda olehnyah, diantaranya ada yang tergoda atau tertarik oleh karena warna warninya, ada pula yang tertarik oleh keindahan bentuk serta rupa dan tidak jarang ada yang tertarik dengan gaya terbangnya. Nah kita manusia yang notabenenya mahluk sosial, yang bikir, dan berkesinambungan sekaligus mahluk pencipta mengapa tidak bejajar dari proses perjuangan kupu kupu yang awalnya kepongpong yang jelek rupa serta tidak disukai itu, berubah menjadi seekor kupu kupu yang sukai banyak orang, kepongpong mau berusaha dari bentuk rupa yang jelek dan buruk menjadi kupu kupu yang indah menarik hati. Ayo kita berusaha merubah diri kita dari yang negatif menjadi orang yang lebih positif serga berguna bagi keluarga bangsa dan Negara.

 

“Semua orang memiliki rasa takut, semua orang memiliki rasa gelisah, dan semua orang memiliki rasa sedih. Namun hal yang membedakannya adalah, tidak semua orang mampu mengendalikan perasaan sedih, gelisah dan perasaan takut yang selalu menghalangi jalannya menuju sebuah harapan yang ingin di wujudkan.”

“Jika kamu adalah seorang sahabat yang baik, maka berikanlah nasehat-nasehat yang akan mengantarkan para sahabat anda menuju sebuah kebaikan, dengan begitu maka anda tidak akan tergolongkan kedalam orang-orang yang merugi dalam waktu.”

“Yang benar akan terlihat kebenarannya dan yang salah akan terlihat kesalahannya, janganlah menutupi kesalahan di balik kebenaran karenena bau busuk akan bisa di ketahui keberadaannya melalui penciuman hidung dan kesalahan yang tersembunyi akan tetap tercium dengan melalui hati nurani orang yang menyembunyikannya.” Satu hal yang perlu di perhatikan adalah benar dan salah itu tipis jaraknya serta tidak terlihat oleh kasat mata, yang mengetahu hanya mereka yang berpikir dan mau menggunakan perasaannya.

Nasehat 3

“Jujur adalah sifat yang takternilai harganya, jujurlah dalam beberkata layaknya hati yang polos yang tidak mampu untuk berbohong terhadap diri sendiri.”

Sekian Kata-kata nasehat yang saya berikan kepada anda semua, semoga dengan kata kata di atas, hidup kita semua bisa lebih baik dari hari hari sebelumnya.

Aw wb

Kata kata mutiara islam dapat menjadi guru ataupun acuan setiap kita ingin melakukan sesuatu. Dengan membaca setiap kata mutiara islam, maka motivasi dan semangat hidup kita untuk menjani hari - hari akan menjadi lebih mudah karena kita akan selalu ingat kepada Allah SWT dan selalu ingin melakukan kebaikan. Selain itu, kita juga akan selalu dituntun pada jalan - jalan yang benar dan di ridhai oleh Yang Maha Esa.

Nasehat  4

Beberapa kata kata mutiara islam seringkali diambil dari kisah beberapa orang pada jaman dahulu dimana orang - orang tersebut dikenal sebagai orang - orang yang memiliki jati diri sangat baik dan selalu bertakwa kepada Allah SWT. Untuk itu, alangkah baiknya jika kita ingin selalu berada dekat dengan-Nya harus selalu patuh dan menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya.

Setiap kata kata mutiara islam memiliki efek yang sangat kuat terhadap spirit dan motivasi setiap individu. Untuk lebih jelasnya berikut di bawah ini adalah kumpulan kata kata mutiara islam yang diambil dari beberapa kisah perjalanan hidup jaman dahulu.

 Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku.  Ya Allah, indahkanlah cintaku, lancarkanlah rezekiku, bahagiakanlah keluargaku, dan muliakanlah kehidupanku.. 

Agama seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.

 Padamkanlah lampu di malam hari apabila kamu akan tidur. Tutup pintu, tutup rapatlah bejana tutuplah makanan dan minuman

 "wahai orang-orang yang beriman, banyaklah kamu mengingat nama Allah dan bertasbihlah di waktu pagi dan petang.

 

Nasehat 5

 Sikap emosional merupakan ciri belum terampil mengendalikan diri. Bagaimana mungkin dapat mengendalikan orang lain dengan baik, bila diri sendiri kurang terkendali. 

Saudariku Muslimah. Jadilah engkau wanita mukminah dan bersyukur. Jangan menjadi wanita yang kafir dan kufur. 

Rasulullah bersabda: Takutlah kepada doa orang-orang yg teraniaya, sebab tidak ada hijab antaranya dengan Allah (untuk mengabulkan).

 Sesibuk apapun Anda hari ini, sholatnya harus tepat waktu. Ingat, adzan itu panggilan Allah, bersegeralah menghadapnya 

 Jangan takut mati. Kematian tidak akan menghancurkan dan menghinakan, dosalah yang akan membuat kita binasa. 

 Tidaklah seorang hamba mencapai hakikat takwa hingga dia meninggalkan hal-hal yang berseteru dalam hatinya

 Berteman dengan orang bodoh yang tidak mengikuti ajakan hawa nafsunya adalah lebih baik bagi kalian, daripada berteman dengan orang alim tapi selalu suka terhadap hawa nafsunya

 Kejahatan yang dibalas dengan kejahatan pula adalah sebuah akhlaq ular, dan kalau kebajikan dibalas dengan kejahatan itulah akhlaq buaya, lalu bila kebajikan dibalas dengan kebajkan adalah akhlaq hewan yang buas, tetapi kalau kejahatan dibalas dengan kebajikan itulah akhlaq manusia pada umunya.

 Barang siapa tidak dicoba dengan bencana atau kesusahan, maka tidak ada sebuah kebahagiaan pun disisi AllahTak jujur adalah penjara, yang membuat diri dicekam takut terbongkar, mudah untuk berdusta, nikmat apapun tak akan ternikmati, maka jujur adalah hidup merdeka.

Demikian kumpulan kata kata mutiara islam pilihan terbaik versi saya. Masih banyak lagi kata mutiara islam lainnya yang belum tercantum pada buku ini. Mungkin selanjutnya akan saya berikan kata kata mutiara islam lainnya pada artikel selanjutnya.

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca buku ini, semoga artikel yang terdapat dalam buku ini bisa bermanfaat untuk anda semua. Share jika bermanfaat agar teman - teman dan orang lain dapat membaca artikel dan menemukan kata kata mutiara lain yang ada disini. 

Wassalamualaikum ... wr wb

 WWW.Namephologyid.com

Semoga dapat mengontrol amarah

Renungan.

            Setiap individu atau mahluk hidup yang bernama manusia akan mengalami sirklus kehidupan dalam mengarungi kehidupan di dunia, baik secara ekonomi, pisik dan perasaannya. Sirklus alam dibagi menjadi empat bagian alam yaitu sirklus batu atau tanah dan api atau hawa panas, Air dan udar ke empat nama unsur alam tersebut sangat mempengaruhi situasi dan kondisi baik secara fisik maupun secara pisikis seorang individu.

Seluruh mahluk hidup yang ada dimuka bumi tidak terkecuali manusia dalam kehidupannya sangat dipengaruhi oleh semua unsur dan hasil alam yang ada dimuka bumi, namun setiap individu manusia tentu ada salah satu unsur alam yang sangat menonjol dalan diri individu manusia itu sendiri sebagai ciri karakter seorang individu, jika seorang individu itu didominasi oleh unsur alam yang bernama udara maka individu manusia itu akan berkarakter seperti yang penulis simbolkan dengan angka 1, 5 dan 9, mangka dari itu kita sering menemukan atau menjumpai seorang individu yang memiliki karakter seperti yang telah dijelaskan di bab 2 tentang karakter 1,5 dan 9

Bagi individu yang memilik karakter udara atau dengan simbol 1, 5 dan 9, pada suatu saat di tahun dan bulan-bulan tertentu ia akan mengalami peningkatan goncangan kegelisahan, dalam arti peningkat rasa was-was, gelisah, ketakutan, berprasangka buruk terhadap orang lain dan kecemasan yang berlebihan tidak seperti biasanya, sehingga diri merasa kesal, inginnya marah-marah dan tidak betahan tinggal di suatu tempat atau tidak betah diam, bahkan ia akan merasa segala susah, yang pada akhir ia merasa dalam segala usaha itu ibarat air diatas daun talas dan tidak membekas. ( seperti udara pada saat masuk musim penghujan ). Kadang angin besar, kadang kecil, terkadang badai.

DISC

Tidaklah sulit untuk dapat mempelajari perbedaan karakter, kalau kita sungguh-sungguh menginginkannya, dan kita bisa mempelajari karakter diri sendiri selanjutnya baru memahami karakter individu orang lain. Namun yang perlu kita pahami dan kita ketahui adalah bahwa setiap karakter itu sangat unik, dan oleh karenanya setiap individu memiliki kepribadian yang beraneka ragam. Anda sebaiknya kita kenali terlebih dahulu karakter individu orang yang dekat yang ada di sekitar atau di sekeliling kita. Itu semua bertujuan agar kita dapat dengan mudah mengenal karakter dan beradaftasi serta memahami karakter orang-orang yang ada di sekitar lingkungan yang lebih luas, Anda dapat memulainya dari sisi ini . DISC.

D = Dominance atau Dominan

I  = Influence atau Intim

S = Steadiness atau Setabil

C = conscientiousness atau Cermat

 

Karakter D............Dominance atau Dominan

       Orang yang berkarakter D-DOMINAN atau 1, 5 dan 9 ia cenderung bersifat ambisius. Agresive Ber ego tinggi suka mengambil resiko, menekankan kepada hasil, tidak sabar, selalu menginginkan perubahan, melakukan banyakhal secara sekaligus, suka kemenangan. Ketakutan besarnya ialah bila ia akan kehilangan kekuasaan dan takut dimanfaatkan. Semangkin tinggi nilai D yang dimiliki, maka ia akan selalu mencoba mengatasi rintangan dan masalah, dan semangkin juga ia untuk merasa yang paling dalam segala hal.

Tidak heran bila seorang yang memiliki karakter D, ini selalu memiliki argumen yang berlebihan, tidak menyukai rutinitas, suka melakukan banyakhal sekaligus, sering merasa prustasi pada orang lain yang bergerak lamban. Terlalu keras kepala, sering berbicara tampa berpikir panjang, dan tidak mau mendengar pendapat orang lain dalam mengambil keputusan. Salah satu ciri yang menonjol bagi yang berkarakter Dominan, ialah jika melihat batu di depan dia saat berjalan, maka reaksi dia yang muncul adalah suka menendang batu itu, dan dia plinplan mudah berubah-ubah, lagu-lagu yang ia sukai adalah yang bernuansa keberanian.

Seluruh umat manusia dan mahluk lain yang ada dimuka bumi sudah barang tentu tidak akan terlepas dari unsur dan hasil alam yang ada dimuka bumi, setiap individu manusia sangat dipengaruhi oleh unsur alam yang mendominasinya, jika seorang individu itu di dominasi oleh unsur alam yang bernama air, maka individu tersebut akan memiliki karakter seperti air yang penulis simbolkan angka 2 dan 6, jika seorang individu tersebut berkarakter air seperti yang telah dijelaskan di muka, mangka seorang individu yang berkarakter air atau angka 2 dan 6, pada saat bulan dan tahun tertentu akan mengalami peningkatan kesedihan, korban perasaan, pitnah, pengeluaran yang tidak lajim atau tidak biasa, ialah hati dan pikiran berharap enak dan indah, akan tetapi yang timbul justru kebalikannya, yang tadinya ingin disanjung dan di sayang, perasaan justru malah merasa tidak diperhatikan. Sehingga segala sesuatu terasa sulit dan menyakitkan hati ( segala susah, segala sulit, banyak korban perasaan, ( dalam segala usaha lagi besar pasak dari pada tiang ). Ibarat kita sedang beraktivitas diluar rumah yang sedang kebanjira.


Karakter I-----Influence Atau Intim

Kalau ada seorang individu yang Anda kenal memiliki sifat sangat ramah, antusias, suka menciptakan persahabatan tidak teratur, optimistik suka memberi dorongan dan semangat, tetapi memiliki sifat ketakutan atas penolakan, berarti dia memiliki karakter Influence atau Intim. Semangkin kuat karakter I, semangkin kuat ke inginan dia dalam menciptakan hubungan dan disukai banyak orang. ( bagus sih )

 Namun akibat seorang individu yang memiliki karakter yang demikian, ia lebih mementingkan popularitas daripada hasil kerja, karena karakter yang seperti ini mudah kena sanjung dan ceroboh kalo sudah kena sanjungan, juga ceroboh bila menyangkut hal-hal yang detail, terlalu peduli kepada pendapat orang lain, sulit merencanakan dan mengontrol waktu, terlalu percaya pada orang lain, tidak menyukai konfrontasi, dan susah memenuhi deadline. Berbeda dengan individu yang berkarakter DOMINAN, indicidu yang berkarakter seperti ini akan menggunakan batu yang ada di depannya saat dia berjalan untuk bermain-main. Karakter seperti ini lebih ke karakter milan colin, atau feminim, sukanya jalan-jalan dan yang bernuansa riang seperti dalam lagu. 

Kehidupan manusia sangat bergantung kepada lingkungan sekitar dia tinggal dan beraktivitas  serta alam yang mempengaruhinya, Manusia hidup di dalam suatu lingkungan yang terdiri dari mahluk-mahluk lain, baik yang hidup maupun yang tidak hidup, tampa tumbuhan, air, bumi, udara dan api dan mahluk lainnya tentu manusia tidak akan dapat bertahan hidup. Karakter manusia sangat dipengaruhi pula oleh empat unsur alam yang menjadi suber dari segala kehidupan khususnya bagi makluk hidup yang bernama manusia. Dimuka telah diterangkan manusia yang didominasi oleh salah satu unsur alam yang membentuk karakter seorang  individu manusia. Dan berikut ini karakter individu manusia yang didominasi oleh salah satu unsur alam yang bernama batu atau bumi. 

Kita sebagai manusia tentu sudah sangat familier dengan yang namanya batu, baik dari bentuk,rupa, karakter dan namanya yaitu nama benda hasil alam yang keras susah di pecahkan maupun di bentuk, dalam kehidupan sehari-hari tentu kita sering mendengar seorang individu yang memiliki sifat atau karakter keras seperti batu. Seorang individu yang didominasi oleh karakter batu ia disimbolkan dengan angka 3 dan 7.  Bagi seorang individu yang dimemiliki karakter batu atau keras kepala dan cenderung egois yang disimbolkan dengan angka 3 dan 7, maka ia pada suatu saat ditahun dan bulan tertentu ia akan mengalami masalah yang dihasilkan oleh sifat atau ke egoisan, keras kepalaan, tidak mau membuka hati dan akal sehatnya sendir, karakter pribadi yang seperti demikian ia akan sadar apa bila sudah nabrak batu yang lebih besar. ( sedang tidak mudah menyerah dan tidak putus asa ) ibarat seorang penambang batu digunung meskipun sudah tahu batu itu keras tetap saja di jalani. 

Karakter S-----------Steadiness atau Stabil                

Saat ini Anda sedang pusing tujuh keliling, karena Anda sedang berteman dengan orang yang begitu sulit untuk berubah dan perubahan, sulit menerima saran serta pendapat dari orang lain. Akan tetapi dia termasuk orang yang setia dan tenang, teguh dalam pendirian, pendengar yang baik, mudah membaca karakter orang lain, suka mendukung suka mengalah. Tingkat kepercayaan terhadaf orang tinggi loyal dan fosesif. Kalou seperti ini yang di hadapi, berarti Anda sedang menghadapi orang yang berkarakter steadiness. Yaitu bukan hanya karakter yang sulit untuk menerima saran, pendapat dan perubahan serta lambat dalam beradaftasi. Namun juga selalu takut kehilangan kesetabilan. Semangkin tinggi nilai S seseorang mangka akan semangkin sulit seseorang untuk berubah dan menerima perubahan.

            Tipe Karakter yang demikian akan sangant menghindari Konfrontasi, tidak mau memegang peran sebagai pemimpin terlalu posesif terhadaf orang yang dekat dengan mereka, susah menekankan prioritas memerlukan penyesuaian diri yang cukup lama. Ketika dengan orang yang berkarakter Steadiness ini melihat ada batu di depannya, maka ia akan menghindari batu itu dan memilih jalan lain. Lagu favoritnya bernuansa tenang, Contohnya lagu ‘’ Aku Masih Seperti yang Dulu’’

Kebergatungan manusia pada alam sudah telah menilbulkan berbagai masalah yang ditimbulkan. Ledakan populasi manusia berakibat pada eksploitasi alam yang berlebihan. Polusi akibat penggunaan bahan bakar fosil mengakibatkan efek lain berupa penipisan ozon yang diikuti pemanasan global ( global warning) kondisi inilah yang menjadi tanggung jawab kita semua sebagai manusia mau menjaga alam dan lingkungannya agar tetap lestari dan dikehidupan dimuka bumi dapat terus berlangsung. Karena manusia dan mahluk lain sangat saling membutuhkan satu sama lainnya. Dan manusia didalam kehidupannya sangat dipengaruhi oleh unsur alam, dari beberapa unsur alam ada salah satu unsur alam yang mendominasi individu manusia yang dapat membentuk karakter individu orang.

Jika seorang individu didominasi oleh salah satu unsur alam yang bernama api atau panas, maka seorang individu itu berarti memiliki karakter yang di simbolkan dengan angka 4 dan 8, yaitu karakter api atau panas. Bagi seorang individu yang memiliki karakter 4 dan 8 atau api (panas). Maka individu tersebut suatu saat pada bulan dan tahun tertentu akan mengalami lonjakan hawa panas atau temperamen pada dirinya yang tidak biasanya. Hal tersebut terjadi oleh karena sirklus alam sedang menghapirinya. Dengan kondisi yang demikian seorang invidu itu lagi tidak bisa dinasehati, lagi tinggi hati, segala mudah, sedang mersasa dirinya lebih baik dan bagus daripada orang lain, merasa dirinya paling bisa dan suka menganggap sepele atau remeh orang lain, individu yang seperti demikian akan mengalami masalah yang di akibat oleh napsunya diri sendiri baru menyesal dikemudian hari. ( sedang merasa kerja cape namun tidak ada hasilnya yang ada tinggal capenya, tidak ada hasil kerja). Ibarat trong kohkol nyaring bunyinya.

Karakter c-------- Conscientiousness

Mungkin ada yang pernah mengatakan kalau Anda tipe orang yang perfeksionis, Ethical, Sensitif, akurat, kecurigaan tinggi, faktual, butuh banyak penjelasan, detail, dan selalu mengajukan pertanyaan, Anda juga selalu berhati-hati dan teliti dalam membeli sesuatu, tetapi juga takut akan kritikan. Itu berarti Anda berkarakter conscientiousness. Yakni Karakter yang selalu berfokus pada detail, terlalu perfeksionis, memilih untuk mengalah daripada beradu argumen, terlalu hati-hati, konservatif dan tradisional, bisa menunda keputusan terutama bila menyangkut resiko, butuh petunjuk-petunjuk yang detail dan tepat sebelum bertindak, dan bisa menyimpan dendam. Semakin tingggi nilai C nya, maka ia akan semakin Ethical sikapnya. Saat ada batu di depannya, orang yang berkarakter demikian ia akan bertanya-tanya mengapa batu itu bisa ada di situ. Karaknya yang demikian lagu favoritnya bernuansa renungan, contohnya lagu’’ kisah kasih sedih di hari minggu’’.

            Apa bila Anda sudah bisa memahami karakter diri Anda sendiri dan karakter keluarga Anda, Maka Anda akan lebih mudah untuk dapat mengepresikan kasih sayang terhadap satu sama lain. Dan apabila Anda sudah bisa melakukannya, maka Anda akan bisa juga memberikan kasih sayang terhadap orang lain yang ada di luar keluarga Anda. Bagaimanapun juga rumah adalah akar dari bagaimana Anda memperlakukan dan memandang sebuah hubungan. Perhatikan sekali lagi bagaimana hubungan Anda. Kalau berbagai cara sudah dilakukan namun tetap juga tidak berhasil. Mangka berhentkan sejenak dan pulanglah. Buatlah rumah Anda menjadi lingkungan yang mendukung Anda terlebih dahulu.

Cara melakukan introspeksi diri

  1. Memahami kelemahan diri sendiri atau pribadi kita sendiri. Introspeksi diri diawali dengan cara bersikap rendah hati, dan membuka hati, buka mata serta membuka akal sehat kita selebar-lebarnya seluas-luasnya terhadap masukan dari luar. Menyadari bahwa kita sebagai manusia tidak luput dari kebodohan, kekeliruan atau kesalahan. Orang yang sombong tidak mau melakukan evaluasi diri karena selalu merasa benar. Akibatnya tidak ada pertumbuhan didalam diri sendiri dan pribadinya, karena hanya bersikap menyalahkan dan mengoreksi orang lain, situasi atau bahkan Tuhan. Memahami titik kritis berarti memiliki sikap waspada dan antisipasi. Kemampuan untuk menjaga diri dan mewaspadai situasi dan kondisi sebelum terjadi hal-hal yang harus dimiliki oleh setia individu.

2. Agenda introspeksi. Kapan dan apa saja dalam diri kita yang perlu dievaluasi? Pertama, sebelum melakukan sesuatu. Ada pepatah mengatakan bahwa orang yang mau membangun menara pun pasti akan memperhitungkan anggaran biayanya. Dan sekaligus resiko kerugiannya, Introspeksi dalam hal langkah awal yang harus dilakukan, adalah bagaimana rencana dan kesanggupan atau sumber-sumber yang kita miliki. Kedua, ketika sedang melakukan sesuatu. Introspeksi diperlukan untuk mencegah agar tidak terlanjur lebih jauh lagi jika ternyata ada kekeliruan. Hal-hal yang perlu dievaluasi adalah metode dan cara, asumsi dan pandangan, pengetahuan dan keahlian yang digunakan. Proses antisipasi titik kritis dan langkah-langkah perbaikan jika diperlukan. Ketiga, setelah melakukan sesuatu. Pengalaman selalu merupakan guru yang terbaik. Introspeksi diri berguna untuk tindakan perbaikan atau recovery jika terjadi kekeliruan. Atau menjadi pembelajaran agar kelak kita tidak mengulang kesalahan yang sama atau masuk kelubang yang sama.

3. Proses menuju pribadi yang lebih baik. Introspeksi diri bukan berarti bersikap menghakimi atau menyalahkan diri sendiri. Akan tetapi itu bentuk kebesaran hati untuk memperbaiki dan mengembangkan diri sendiri. Orang yang sulit melakukan introspeksi diri cenderung bersikap kekanak-kanakan. Karena kedewasaan dan kematangan pribadi lahir dari keterbukaan untuk mengevaluasi dan mengembangkan diri sendiri.

Instropeksi diri adalah melihat ke dalam diri sendiri, Nah pada waktu melihat diri sendiri inilah kita yang harus benar-benar jujur untuk menghasilkan introspeksi diri yang tepat. Dan setelah itu mulailah hidup baru perbaiki kesalahan dimasa lalu, berpikirlah ke depan dengan segala sesuatu yang baik. Maka jadikan hari ini sebagai momentum diri menjadi pribadi yang sukses dan benar dengan introspeksi diri.

Introspeksi adalah

Introspeksi itu sendiri adalah proses pengamatan terhadap diri sendiri dan pengungkapan pemikiran yang jernih serta disadari, keinginan, dan sensasi. Proses tersebut berupa proses mental yang disadari dan biasanya dengan maksud tertentu dengan berlandaskan pada pikiran dan perasaannya. Bisa juga disebut sebagai kontemplasi pribadi, dan berlawanan dengan ekstropeksi yang berupa pengamatan terhadap objek-objek di luar diri. Introspeksi mepunyai arti yang sama dengan refleksi diri.

Penganut behaviorisme berpendapat bahwa introspeksi tidak bisa diandalkan karena beranggapan bahwa permasalahan ilmiah dalam psikologi harus dalam bentuk sesuatu yang dapat diukur secara objektif. Hal ini membuat aliran tersebut lebih memperhatikan perilaku yang dapat diukur dibanding kesadaran atau sensasi. Psikologi kognitif menerima penggunaan metode ilmiah, tetapi menolak introspeksi sebagai metoda yang valid untuk penelitian berdasar alasan tersebut.

Di sisi lain, introspeksi dapat dianggap sebagai alat yang valid untuk mengembangkan hipotesis ilmiah dan model teoritis, khususnya dalam ilmu dan rekayasa kognitif.

Introspeksi digunakan oleh Wilhelm Wundt dalam laboratorium psikologi eksperimental yang ia dirikan di Leipzig tahun 1879. Wundt beranggapan bahwa penggunaan introspeksi dalam penelitian akan menghasilkan informasi tentang bagaimana pikiran seseorang bekerja, sehingga ia ingin memeriksa pikiran tersebut sampai elemen yang paling dasar. Wundt bukan sebagai penemu dari proses yang disebut introspeksi ini, melainkan sudah ada sejak zaman Sokrates. Kontribusi Wundt adalah memasukkan metoda ini ke dalam eksperimen ilmiah yang menjadi lapangan baru pada psikologi pada saat itu.

Bercermin

Bercermin adalah salah satu dari sekian banyak bentuk introspeksi diri yang langsung dilakukan secara kasat mata untuk mendapatkan inpormasi tentang bentuk dan rupa seseorang dari sisi luar. Bercermin adalah langkah kongkrit setiap individu yang hendak mengitrosfeksi diri untuk dapat melihat diri sendiri dari sisi lain secara fisikis.

Pada saat kita sedang sebercermin tentu kita akan melihat apa yang ingin kita lihat dan yang ingin kita ketahui, setiap seorang individu bercermin biasanya ia hanya ingin melihat wajah atau muka, jarang sekali seseorang individu yang sedang bercermin untuk melihat sisilain dari wajah atau muka. Kita tidak pernah berpikir pada saat kita sedang bercermin memandang diri kita ini apa dan siapa, pedahal kita semua tahu bahwa setiap kita bercermin tentu ada maksud dan tujuan, namun kita sering kali melupakan tujuan kita yang sebenarnya.

 Jika kita bercermin ingin melihat dan mengetahui bagian belakang badang kita sendiri, maka kita harus menambah alat atau cermin yang diletakan dibagian belakang badan kita. Namun jika kita ingin mengetahui bagian samping badan kita, maka kita harus menggeserkan cermin kebagian samping badan yang ingin kita ketahui, dari paparan tentang kita bercermin, jika dihubungkan dengan teori menggambar, maka kita akan ingat kepada empat sudut pandang, yaitu pandangan muka, samping, belakang dan atas, setiap sudut pandangan masing-masing memberi imformasi yang berbeda tergatung pada sisi mana kita ingin mengetahui imformasai yang kita inginkan

Jika kita mengharafkan imformasi yang banyak, maka kita harus melihat dari sudut pandang muka atau tampak depan atau muka, karena dari muka atau depan itulah imformasi akan lebih banyak dibandikan dengan tampak samping maupun atas, artinya kita jika kita ingin mengetahui diri kita lebih jauh, maka kita harus mau lebih banyak berpikir kedepan daripada kesamping atau kebelang, maksudnya berpikir postif tentang diri kita dari pada terlalu banyak mikirin orang lain dan belajar dari masalalu yang sedikit.

Lihatlah diri kita didepan cermin, dan berpikirlah siapa yang membawa diri kita untuk pergi dan berangkat. Badan kita adalah kendaraan, hati kita adalah mesin, pikiran kita adalah kemudi lalu kita sendiri apaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!! apa siapa dan kemana


Di Atas telah dijelaskan arti dan filosofy Hanacaraka persi Aji saka dan yang lain.

Dan berikit ini : Arti Hanacaraka persi Atau Menurut Ilmu Namephologyid

Ha : Adalah : 1. yang artinya satu itu, ialah kita manusia satu, yang diciptakan oleh yang maha                satu ( maha esa ).

Na : Adalah : 2.: yang artinya dua itu : ialah pasangan pasangan, siang dan malam, benar dan                salah, enak dan tidak enak dan seterusnya ada hidup dan ada mati.

Ca : Adalah : 3 : yang aartinya, dalam kehidupan sehari, tingkah laku, perbuatan atau pendapat              akan di respon oleh tiga golongan atau kelompok, yaitu kelompok yang suka atau setuju, yang               kontra dan yang tidak berkomentar, dengan kata lain ialah, orang yang percaya dan yakin,                       kelompok yang ragu dan kelompok yang tidak percaya sama sekalih.

 

 

Semoga menjadi hasanah ilmu pengetahuan kita semua.

'' M A B A L ''

Manusia, Alam, Budaya, Agama daan Logika

WWW.Namephology.com

Kab Bandung